Mengenai Saya

Foto saya
Hai sobat-sobat terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Selamat bergabung dalam Blog Catatan Khotbah Kristen, Catatan Kesaksian Harian dan Catatan Sekolah Minggu. Kami juga mengundang Saudara/i untuk tergabung dalam Facebook Diberkati N Memberkati (Sebuah forum untuk kita saling berbagi berkat, kesaksian, pengalaman dalam Tuhan Yesus, menguatkan & dikuatkan satu sama lain, semua untuk kemuliaan-NYA). Tuhan Yesus Memberkati dan Mengasihi Saudara/i :) Bagi Saudara/i yang rindu untuk menghubungi kami, baik untuk memberikan kesaksian/ memerlukan dukungan Doa, silahkan e-mail ke: diberkatinmemberkati@gmail.com - (Jesus Christ is my All in All... He is Real... He Loves Us So Much.... Yohanes 14 : 6, Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yohanes 3:16, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya (Tuhan Yesus Kristus) tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal).

Senin, 24 Februari 2014

Orang yang Beribadah kepada TUHAN, Akan Dibedakan Nasibnya - Pdt. Daniel Arief Sugiarto (Wakil Rayon 2)

Making a Difference (Membuat Perbedaan)


Sebagai orang yang memiliki Kristus dan telah ditebus, maka kita harusnya mampu membuat perbedaan dalam perilaku, tutur kata, cara mengelola bisnis yang kita lakukan, dan berbagai hal lainnya.

Salib mengubah kita yang dulunya kering tanpa Kristus dan mati (tidak mungkin berbuah di luar Kristus) menjadi segar dan hidup serta berbuah.

Idealnya seperti itu, tapi kenyataannya sering tidak seperti itu. Mari kita mempelajari bagaimana untuk membuat perbedaan di dalam Kristus.

Maleakhi 3:18, "Maka kamu akan melihat KEMBALI (lagi) perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya."

Maleakhi 3:18 (Bahasa Indonesia Sehari-hari - BIS) "Umatku akan melihat lagi perbedaan antara nasib orang baik dan orang jahat, antara orang yang berbakti kepada-Ku dan yang tidak."

Dalam Kristus kita memiliki hak untuk mempunyai nasib yang lebih baik.

"Maka kamu akan melihat KEMBALI" berarti dulu pernah terjadi, dimana orang benar dan orang jahat sangat kelihatan nasibnya berbeda.

Orang sering berkata, ngapain ke Gereja, ngapain hidup benar, ga boleh ini ga boleh itu, harus ini harus itu, memang bisa berubah nasibmu? Jangan salahkan mereka, karena mereka tidak melihat perbedaannya. 

Yang hidup benar stres, yang ga benar juga stres, yang benar kuatir, yang salah juga kuatir, akhirnya orang tidak tertarik. Ini berita buruknya.

Daud suka jujur sama Tuhan, ia pernah jenuh marah sama Tuhan dan berkata Tuhan aku cemburu melihat hidup orang fasik, dengan kejahatan mereka, mereka menjadi gemuk, sedangkan kita yang hidup takut akan Engkau setiap hari ditindas. Tuhan sanggup mengatasi kejujuran kita.

Tapi... Berita baiknya, dalam Maleakhi dijanjikan nanti kita akan melihat kembali. Ketaatan kita dalam kebenaran, akan Tuhan jadikan alasan untuk memperlihatkan perbedaan itu kepada kita. Biarkan dunia dengan arogannya berkata seperti itu, karena Tuhan akan membuatnya berbeda.

Allah pernah membedakan nasib umat-Nya, banyak sekali :

* Yang pernah terjadi...

Keluaran 8:22, "Tetapi pada hari itu Aku akan MENGECUALIKAN tanah Gosyen, dimana umat-Ku tinggal, sehingga di sana tidak ada terdapat pikat, supaya Engkau mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, ada di negeri ini."

* Yang akan terjadi lagi...

Wahyu 6:6, "Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. TETAPI janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

Secupak gandum seharga 1 dinar, dan tiga cupak jelai seharga 1 dinar, 1 dinar adalah upah kerja 1 hari pada waktu itu. Bukankah saat ini, buruh demo karena upah kerjanya setiap hari masih kurang dan hanya mencukupi kebutuhan pangan?

Tapi Allah melindungi dengan membuat pengecualian, Jangan rusakkan minyak dan anggur itu.

Yesaya 5:7 (kebun anggur) : "Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya"

Roma 11:24 (pohon zaitun) : "Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati"

Maka jangan kendor untuk beribadah, jangan kendor untuk hidup benar, karena sebentar lagi semua itu akan diperhitungkan oleh Tuhan.

Mengapa tanah Gosyen dikecualikan? Bangsa Israel ditempatkan di Gosyen oleh Firaun, tujuannya untuk menginsolasi dan mengucilkan mereka agar tidak mempengaruhi orang-orang Mesir tentang takut akan Tuhan.

Tempat pembuangan dijadikan Tuhan tempat pembedaan. 

Maka apabila ada yang merasa dikucilkan, dibuang, ditempat itu Tuhan bisa buat perbedaan.

3 alasan mengapa Firaun menempatkan bangsa Israel di Gosyen dan bagaimana kita secara rohani bisa tinggal di Gosyen:

1. Karena mereka lahir sebagai orang Ibrani 

(Kejadian 43:32) "sebab orang Mesir tidak boleh makan bersama-sama dengan orang Ibrani, karena hal itu suatu kekejian bagi orang Mesir."

Bangsa Israel menjadi orang Ibrani karena kelahiran mereka,
Makna rohani : yang membuat kita tinggal di Gosyen adalah Lahir Baru. Membuat Mesir (dunia, teman kita) menjauhi dan menjaga jarak dengan kita

Gosyen hanya untuk yang lahir baru, ketika kita lahir, kita membawa sifat dari orangtua kita, begitu juga ketika kita lahir baru, kita lahir dari Allah dan memiliki sifat-sifat Allah, serta :

1 Yohanes 5:4, "sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita."

"If we are born of God's seed and born as God's people, then we must bear God's image and have God's features" - Man Hee Lee

= Kalau kita lahir dari benih Allah dan lahir sebagai umat Tuhan, maka kita harus membawa gambar (image) Allah dalam diri kita dan mempunyai fitur-fitur (keunggulan) Allah.

Buktikan kita lahir baru, umat Allah, meskipun dunia mengucilkan kita.

2. Gosyen, karena mereka adalah para gembala

Kejadian 46:34, "Hamba-hambamu ini pemelihara ternak, baik kami maupun nenek moyang kami dengan maksud supaya kamu boleh diam di tanah Gosyen." Sebab segala gembala kambing domba adalah suatu kekejian bagi orang Mesir."

Karena mereka penggembala kambing domba, mereka boleh tinggal di Gosyen.

Makna rohani, jadilah Gembala. Ini bukan soal jabatan Gereja, tapi jadilah gembala, hiduplah dengan hati seorang gembala, perhatikan orang-orang di sekelilingmu, perlakukan mereka sebagai orang yang harus kita jaga, arahkan, lindungi, jadilah gembala bagi rekan-rekan bisnismu, bagi karyawan-karyawanmu, jangan peras habis keahlian mereka, perhatikanlah kebutuhan mereka, bagi anak-anak kita, gembalakan, jangan hanya mencukupi kebutuhan materi, gembalakan sampai mereka menemukan padang rumput yang hijau dan air yang tenang.

Bukan jabatan, tapi karakter dan hati Gembala.

Supaya Tuhan izinkan engkau hidup di Gosyen, karena Gosyen bukan tempat untuk orang egois yang hanya mementingkan diri sendiri.

3. Gosyen, karena mereka beribadah kepada Jehova

Keluaran 8:26, "Tetapi Musa berkata: "Tidak mungkin kami berbuat demikian, sebab korban yang akan kami persembahkan kepada TUHAN, Allah kami, adalah kekejian bagi orang Mesir. Apabila kami mempersembahkan korban yang menjadi kekejian bagi orang Mesir itu, di depan mata mereka, tidakkah mereka akan melempari kami dengan batu?"

Kesaksian lain bahwa TUHAN selalu membedakan nasib umat-Nya yang bersungguh hati kepada-Nya : 

Kejadian 26:25, "Sesudah itu Ishak mendirikan mezbah di situ dan memanggil nama TUHAN. Ia memasang kemahnya di situ, lalu hamba-hambanya menggali sumur di situ."

Ishak membuat mezbah pertama kali, lalu mendirikan kemah dan terakhir baru menggali sumur. 

Padahal, secara umum, di musim kering, mana urutan yang kita pikir terpenting? Tentunya Sumur, harusnya sumur dulu dong yang dibangun? Orang dunia berpikir Ishak bodoh karena membangun mezbah dan kemah dulu. Tapi Ishak mengutamakan ibadahnya kepada TUHAN, baru seudahnya mengurus kebutuhannya sehari-hari, maka Tuhan membedakan nasib Ishak.

Kejadian 26:28, "Jawab mereka: "Kami telah melihat sendiri, bahwa TUHAN menyertai engkau" 

Faktor keintiman kita dengan TUHAN akan membedakan nasib kita. Semua orang akan melihat perbedaan tersebut.

Siapkan diri kita !
Sabar, sekalipun kelihatannya belum ada perbedaan !
Terus setia !
Tuhan Yesus Memberkati.

HANYA KAU TUHAN DI HIDUPKU, KAUBERIKAN HIDUP YANG BARU
DARAH-MU MENYUCIKAN PULIHKAN HATIKU, KUNYATAKAN KAULAH S’GALANYA
ENGKAULAH SUMBER PENGHARAPAN, KUASA-MU SANGGUP MENYEMBUHKAN
JIWAKU PUN BERSERAH HANYA KEPADA-MU, YESUS KAULAH SEGALANYA
KAR’NA SALIB-MU KU HIDUP, KAR’NA SALIB-MU KU MENANG
ENGKAU YANG BERKUASA SANGGUP ‘TUK MELAKUKAN MUJIZAT-MU
DI HIDUPKU

-----------------
Khotbah Minggu, 23 Februari 2014

GBI Baranangsiang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar