Mengenai Saya

Foto saya
Hai sobat-sobat terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Selamat bergabung dalam Blog Catatan Khotbah Kristen, Catatan Kesaksian Harian dan Catatan Sekolah Minggu. Kami juga mengundang Saudara/i untuk tergabung dalam Facebook Diberkati N Memberkati (Sebuah forum untuk kita saling berbagi berkat, kesaksian, pengalaman dalam Tuhan Yesus, menguatkan & dikuatkan satu sama lain, semua untuk kemuliaan-NYA). Tuhan Yesus Memberkati dan Mengasihi Saudara/i :) Bagi Saudara/i yang rindu untuk menghubungi kami, baik untuk memberikan kesaksian/ memerlukan dukungan Doa, silahkan e-mail ke: diberkatinmemberkati@gmail.com - (Jesus Christ is my All in All... He is Real... He Loves Us So Much.... Yohanes 14 : 6, Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yohanes 3:16, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya (Tuhan Yesus Kristus) tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal).

Jumat, 30 Maret 2018

Khotbah Jumat Agung 2018 - PDT. Ishak Mulyana

Yohanes 19:28-30
"Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Aku haus!" Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan ke dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: :"Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya."

Matius 27:34
"Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya."

Anggur asam yang dicampur dengan empedu dan rempah-rempah adalah obat untuk orang yang menderita sakit sekali, seperti obat bius untuk menahan rasa sakit.

Sudah selesai, sudah semua dipikul Tuhan:
* kutuk
* kelemahan
* sakit penyakit
* kemiskinan

1 Petrus 2:24
"Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh."


Tuhan Yesus Berinisiatif Mengampuni dan Menyelamatkan Manusia

Matius 5:23-25
"Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara."

Sebelum datang kepada Tuhan, Tuhan mau kita membereskan apabila masih ada ganjalan di hati kita terhadap seseorang, bahkan apabila kita ingat kalau orang lain masih ada ganjalan kepada kita, kita yang harus terlebih dahulu berdamai dengannya.

Keadilan dunia mengharuskan yang bersalah untuk datang duluan meminta maaf, tapi Alkitab mengajarkan yang lain. Anak Tuhan diminta berinisiatif untuk berdamai duluan, karena kita mengashi orang yang bersalah itu agar ia jangan tidak selamat. 

Seperti Tuhan Yesus yang datang duluan ke dunia. Berinisiatif untuk menyelamatkan manusia.


Tuhan Yesus Mengasihi Kita Bahkan Sejak Kita Masih Berdosa

Tuhan menyayangi kita meskipun kita banyak salah. 

Markus 2:17
"Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."


Tuhan Yesus Merindukan Ketaatan Kita

Keselamatan Tuhan berikan sebagai anugerah pada waktu kita pertama kali bertobat dan lahir baru, tapi perubahan karakter membutuhkan proses.

Untuk menjadi kudus dan tak bercacat cela perlu proses. 

2 Petrus 3:11,
"Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup"
 
Bagaimana caranya hidup suci dan saleh? Meskipun kita masih sering salah, tapi yang diperhatikan Tuhan apakah kita mau nurut ngga, dalam nurut itu selangkah demi selangkah kita makin saleh dan suci, bersungguh-sungguh dengan Tuhan.


Menguji Diri Sebelum Mengambil Sakramen Perjamuan Kudus

1 Korintus 11:26-32
"Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang. Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti dan minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal. Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita. Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia."

Persiapkan diri dulu, uji diri, ampuni orang yang bersalah, maka kita akan alami sesuatu yang luar biasa. Kalau kita menguji diri kita maka hukuman tidak akan menimpa kita.

Waktu kita makan perjamuan, kita harus punya keyakinan ini bukan roti dan anggur biasa, tapi kita imani bahwa ini adalah tubuh dan darah Tuhan sendiri.

Sudah selesai, semua penyakit, kutuk dosa sudah selesai.

Waktu perjamuan kudus, kita sedang menikmati persekutuan dengan Tuhan. Untuk mempersatukan kita dengan Tuhan, dalam pikiran dan kehendak-Nya.


Tetap Setia dan Rajinlah Beribadah

Ibrani 10:25
"Janganlah menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, marilah kita semakin giat melakukannya menjelang hari kedatangan Tuhan yang mendekat."

Tidak cukup hanya beribadah 1 minggu sekali setiap hari Minggu. Ikutilah pertemuan-pertemuan Ibadah yang diadakan. Semakin memperkuat barisan dan mendekatkan diri kepada Tuhan menjelang kedatangan Tuhan agar semuanya diangkat.

Ibrani 10:26-27
"Sebab jika kita SENGAJA berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka."


Ada Bagian Tuhan, Ada Bagian Kita

Waktu awal seseorang bertobat, seringkali doa minta apa saja, langsung dijawab Tuhan, nangis sedikit langsung Tuhan tolong, seperti bayi yang baru lahir. Tapi seiring pertumbuhan rohani, dari bayi kita terus bertumbuh menjadi anak, hingga dewasa. Setelah mulai dewasa, ada hal-hal yang harus kita pelajari, tidak serba disediakan seperti bayi lagi. 

Ada bagian Tuhan, mujizat pertama gratis. Setelah diselamatkan, belajar kebenaran Firman Tuhan, maka tahu kebenaran.

Mujizat berikutnya, perlu bayar harga dengan ketaatan kita, perlu korban. 

Kalau ada Firman menegur, sadari bahwa "itu buat saya Tuhan, benar, ampuni saya." Jangan berpikir kita disindir, tapi kita dikasihi dengan ditegur.


Bagian Kita Adalah Taat

Kita harus meresponi, belajar, hidup dalam ketaatan. 

Saat kita makin melangkah taat, ada yang baru dibuka sama Tuhan, melangkah taat lagi, dibukakan lagi oleh Tuhan.


Hiduplah Untuk Kebenaran dan Ikuti Jejak Tuhan

1 Petrus 2:21-24
"Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh."


Mari Saling Melayani

Kita diampuni dan diselamatkan saja hanya karena kasih karunia Allah, maka bila kita bisa memberi itupun hanya karena kasih karunia Allah.

Ada bagian kita, ada bagian Tuhan.

Bagian kita =
Taat saja
Belajar
Terus belajar
Bangkit

Selama masih ada waktu, mari lakukan.
Selama masih bisa bernyanyi, melayani, berlutut, mari lakukan.
Selagi masih kuat, mari melakukan bersama dengan sepakat.

Tuhan Yesus Memberkati.

Khotbah Jumat, 30 Maret 2018
GBI Sumedang

Sabtu, 03 Maret 2018

Kuat dan Teguh Dalam Pengharapan - Ibu Debora



Nas Alkitab : Yosua 1:1-9
Perintah Tuhan Kepada Yosua Merebut Tanah Kanaan

Perintah untuk memimpin :
Ulangan 31:6
Pidato Pengangkatan Yosua

Tuhan ketika menyuruh seseorang, pasti orang itu diperlengkapi.

Perintah untuk memimpin ini juga berlaku bagi kita. Setiap orang memiliki pengaruh. Sebelum memimpin orang lain, pimpinlah dirimu sendiri. Kita hidup saling mempengaruhi. Setiap kita bertanggung jawab atas hidup dan pengaruh apa yang kita bawa.

Merupakan peristiwa istimewa pembukaan Kitab Yosua, karena :
1. Satu generasi sudah mati di padang gurun
2. Sebagai mata-mata pernah menginjak tanah Kanaan - 40 tahun sebelumnya.

Yosua & 11 pengintai = 2 vs 10

3. Memorial moment yang mendebarkan, karena :
- Jangan sampai ada penundaan lagi
- Jangan sampai ada pemusnahan kembali, inilah saat Kanaan menjadi milik generasi penerus.

Start perjalanan pertama - 3 hari 
Menyeberang Sungai Yordan (ayat 10-11)

* Cukupkah pengalaman masa lalu menyeberang Laut Teberau (Kolsom) bersama Musa?

Laut sama Sungai kan beda, Laut jelas lebih besar. Sungai Yordan adalah sungai terendah di antara sunga-sungai yang lain, sehingga air dari sungai lain mengalir (bermuara) ke Sungai Yordan, deras dan kotor airnya.

* Beda pemimpin - beda cara yang digunakan

Beda juga cara Tuhan untuk menyelamatkan.

* More and more.  Pengalaman iman yang sudah dilalui akan menantang kita mengalami yang lebih lagi

Pelajarannya adalah setiap pengalaman iman itu berharga, tidak cukup berhenti pada pengalaman kemarin, berkat kemarin.

Tantangan besar vs Iman Besar

Siapakah "mereka" yang ditulis dalam Pidato Musa?

Ulangan 31:6, ..."Jangan gemetar karena mereka..." -- 31 Raja yang harus dikalahkan

Tuhan pun berpesan kepada kita :

* Kanaan = impian, cita-cita yang Tuhan janjikan, yang belum direbut / belum menjadi hak kita

Ilustrasi orang yang naik kapal pesiar berbekal susu dan keju, tidak menikmati semua makanan di kapal pesiar yang sudah tersedia dan sudah ia bayar. 
Ini konyol. Ia harus menikmati Kanaannya, bukan hanya melihat dan membiarkan hanya orang lain yang menikmati.

Tiga perintah menjadi kuat dan teguh :

1. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh

Ayat 6, 7, 9 = apa artinya dengan sungguh-sungguh?

- kuat, dan berani melangkah, tidak sekedar wacana

- artinya menjalani hidup yang bukan main (luar biasa)
- sebagai pelaku sejarah kehidupan makan hidup kita tidak akan : main-main, cuma ikut main, atau dipermainkan (korban permainan)

Hidup kita tidak bisa semau sendiri, suka-suka gua, hidup kita berpengaruh satu dengan yang lain.

Kuatkan dan teguhkan hatimu, diulang 4x, artinya :
* Sebuah hati perlu diarahkan dan dikerahkan kepada Tuhan dengan sepenuh hati, karena ada keyakinan yang mutlak
* Jika tidak sungguh-sungguh, akan tawar hati

2. Bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hambaKu Musa. Janganlah lupa memperkatakan  dan merenungkan Firman Tuhan siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati.

Baca dengan berbicara lebih membuat roh kita menyala. Belajar memperkatakan Firman. 

3. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri: supaya engkau beruntung kemanapun engkau pergi.

Tiga pelajaran berharga :

1. Itu pasti, kalau Tuhan sudah berjanji, pasti Tuhan memperlengkapi, tidak akan dibiarkan sendiri, dijamin akan disertai Tuhan

Ayat 9, Tuhan Allahmu menyertai engkau kemanapun engkau pergi

- Allah Omni Present, Aku Selalu Hadir
- Tuhan mau dan mampu hadir menyertai kita secara pribadi / berjemaat
- Selama kita percaya sungguh-sungguh 100% maka tak sedetikpun mata Tuhan berpaling dari kita. Karena penyerahan hidup kepada Tuhan adalah dengan percaya dan bertindak benar.

2. Jaminan penyertaan kuasa Tuhan menyertai kita

- Sadari Roh Kudus sudah diinvestasikan dalam hidup kita, jaminan kuasa Tuhan menyertai kita
- Kuasa-Nya mampu menerobos segala yang tidak mungkin menjadi mungkin

Setiap kita diperlengkapi Roh Kudus untuk berani menyatakan kuasa-Nya. Jangan tidak diberdayakan.

Sadari ada kuasa dalam hidupku, perkatakan. Kita berani karena ada Tuhan yang memperlengkapi kita.

3. Jaminan Tuhan memberikan Berkat-Nya kepada kita

Kuasa Roh Kudus mampu menerobos segala situasi dan kondisi.

- Tanah yang diinjak akan menjadi milik kita, meskipun baru.
- Sadari dan nikmati hal-hal yang terhilang dan harus kita rebut kembali sebagai generasi penerus.

Tuhan Engkaulah sandaranku. Kirimkan orang-orang yang diutus Tuhan menolong kita.

Be Strong and Courages
* Percaya dengan segenap hati dengan memperkatakan Firman Tuhan siang dan malam. Karena tanpa memperkatakan kita tidak bisa segenap hati 
* Jadilah berani hidup, jangan berani mati

Lagu:
Bukan dengan kekuatanku
Ku dapat jalani hidupku
Tanpa TUHAN yang di sampingku
Ku tak mampu sendiri

Engkau lah kuatku
Yang menopangku

Kupandang Wajah-MU dan berseru
Pertolonganku datang dari-MU
Peganglah tanganku jangan lepaskan
Kaulah harapan dalam hidupku

Tuhan Yesus Memberkati.

Khotbah Minggu, 25 Februari 2018
GBI Sumedang

Sabtu, 06 Januari 2018

API TUHAN DI DALAM ORANG PILIHAN TUHAN - Pdt. Timotius Sudjono


Pdt. Timotius Sudjono

GOD'S FIRE INSIDE GOD'S CHOSEN ONE
(API TUHAN DI DALAM ORANG PILIHAN TUHAN)

Imamat 6:12-13
"Api yang di atas mezbah itu harus dijaga supaya terus menyala, jangan dibiarkan padam. Tiap-tiap pagi imam harus menaruh kayu di atas mezbah, mengatur korban bakaran di atasnya dan membakar segala lemak korban keselamatan di sana. Harus dijaga supaya api tetap menyala di ats mezbah, jangan dibiarkan padam."

Karena sangat penting :
* jangan dibiarkan padam
* janganlah dibiarkan padam
Api di atas mezbah, harus dijaga (perlu daya upaya), harus menaruh kayu di atas mezbah (ada bahan bakarnya)

Untuk kita ayat ini tertuju.

Tuhan taruh Roh-Nya di dalam kita

Api menyala perlu 2 faktor:
1. Udara / oksigen
2. Bahan bakar
Bila dihilangkan salah satu maka pasti padam

1 Korintus 6:19
"Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?"

Kalau tidak ada Api Tuhan, tidak ada gairah, tidak ada kuasa. 
Yang membedakan kita dengan orang di luar Tuhan adalah Api Tuhan, Anugerah Tuhan dalam kita.

When? Kapan?

Pagi ini kita bisa beribadah, inipun Anugerah Tuhan yang luar biasa.

Mazmur 5:4
"TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu"

Kapan waktu terbaik sepanjang hari? = Pagi hari
Waktu untuk menyembah Tuhan dan membawa persembahan pujian bagi Tuhan.

Tugas siapa dan bagaimana caranya?

Imam harus:
1. Menaruh kayu di atas mezbah
2. Mengatur korban bakaran di atasnya
3. Membakar segala lemak korban keselamatan di sana.

Harus dijaga oleh Imam setiap pagi, dengan berkorban.

Siapakah imam?

1 Petrus 2:9a,
"Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri"

Jadi, kita semua adalah imam yang rajani

Roma 12:1
"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati."

Tugas dan tanggung jawab imam:
Mempersembahkan korban dan membawa umat mendekat kepada Tuhan

Matius 24:40-42
"Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang."

Tanggung jawab setiap orang untuk mendekat kepada Tuhan (masing-masing, tidak bisa gandengan atau dibawa suami / istri)

1 Korintus 15:58
"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."

1 Tesalonika 5:19
janganlah padamkan Roh

Mau ngga kita sungguh-sungguh, bayar harga sama Tuhan? Tanggung jawab masing-masing. Tuhan sudah sediakan sumber dayanya.

Tuhan sudah tanamkan fitur-fitur yang luar biasa di kita, tinggal keputusannya di kita, kita mau pakai ngga? Kita manfaatkan ngga? Seperti sebuah ponsel pintar yang sudah ditanamkan berbagai fitur (gps, internet, video call, dll)

Ferdinand Foch:
"The most powerful force on earth is the human soul on fire"

Roma 12:11
"Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan."

Setia pada perkara kecil, karena Tuhan sudah tetapkan perkara-perkara besar dalam kita.

Urutan:
1. Melayani Tuhan
2. Melayani keluarga
3. Melayani pekerjaan (yang Tuhan percayakan / studi)
4. Melayani pekerjaan Tuhan

Kesimpulan :

Sadari bahwa :
KITA ADALAH BAIT TUHAN
KITA ADALAH IMAM

Tiap-tiap pagi tugas kita adalah
MEMPERSEMBAHKAN KORBAN BAGI TUHAN

Jangan sampai Roh Tuhan di dalam kita jadi padam

Jangan memadamkan roh. 

Tetap menyala selama-lamanya. Keep on fire.

Tuhan Yesus Memberkati.

Wanita yang Hebat


Amsal 29:18
"Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang bepegang pada hukum."

Berpegang pada hukum (pada pimpinan pemimpin)

Di dalam rumah tangga, pemimpin Istri adalah Suami. 

Suami kita akan jadi orang besar, orang kecil atau orang kecil tergantung dari sejauh mana Istrinya menopang.

Kejadian 2:18, 21-23
* Wanita, Penolong yang sepadan dengan dia (Suami)
* Wanita dibuat dari tulang, kuat
* Wanita Pendoa Syafaat untuk Suaminya

2 Raja-Raja 4:1-7
* di dalam kesulitan, janda ini mencari Tuhan, melalui Elisa (di dalam Tuhan pasti ada jalan) 
* ia tidak tergantung penuh pada Suaminya, ada yang lebih dari Suaminya dalam hidupnya, yaitu Tuhan, pengharapannya.

Perhatikan perkataan Istri, agar tidak mengutuki atau berkata negatif terhadap Suami.

Memaafkan Suami. Jangan biarkan ada sakit hati terus menerus sehingga apa yang selama ini telah didoakan menjadi sia-sia.

Istri-istri miliki KEHIDUPAN DOA YANG KUAT DENGAN TUHAN, terus berdoa tanpa bosan. Tuhan menguji kesetiaan kita dalam berdoa.

Banyak orang yang tidak bisa maju karena trauma masa lalu terus membayangi kehidupannya. Tuhan sudah ngomong tapi ia terus tidak berani melangkah.

Maleakhi 3:17-18
"Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seorang yang menyayangi anaknya yang melayani dia. Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya."

Doa sama Tuhan dengan rinduuuuu sekali, sampai benar-benar dapatin Tuhan, ga akan melepaskan Tuhan, jangan cepat-cepat amin berdoanya. Kembangkan kerinduan dengan Tuhan itu terusss... 

Belajar mandiri, bergantung sepenuhnya pada Tuhan.

Tuhan Yesus Memberkati.

Khotbah WBI

Jumat, 15 Desember 2017

PENGAMPUNAN - Pdt. Abraham Swala


Roh Kudus luar biasa, makanya Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari roh-roh apapun yang ada di dalam dunia ini.

Hidup yang sesungguhnya adalah saat kita bersatu dengan Tuhan (dengan pikiran Tuhan, isi hati Tuhan, kehendak Tuhan)

Baca Nas Alkitab: Matius 18:1-35

Ayat 35,
"Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."

Ayat 24, "Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta."

1 talenta = 6.000 dinar
1 dinar = upah kerja 1 hari
Upah kerja 1 hari = ± UMR Rp. 100.000
= 1 talenta = Rp. 600 juta
= 10.000 talenta = Rp. 6 triliun
1 tahun kerja tidak full 365 hari, potong sabtu minggu dan hari libur nasional dan cuti bersama menjadi 300 hari / tahun (x Rp. 100.000), maka berapa lama harus membayar hutangnya?
= ± 200.000 tahun (seumur hidupnya ia berhutang kepada Raja)

Lalu hamba itu diampuni dan bertemu orang lain yang berhutang kepadanya 100 dinar (Rp. 10 juta), ia tidak mengampuni temannya, ia menangkap dan mencekik temannya itu (ayat 28), maka Raja marah dan berbuat demikian juga kepada hamba itu.

Demikian juga dosa-dosa kita kepada Tuhan, Tuhan mengampuni, maka kitapun harus mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita.

Tuhan mengampuni tidak melihat besar kecilnya dosa
Yesaya 1:18, "Marilah, baiklah kita berperkara! firman TUHAN Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba."

Cara Tuhan mengampuni:
* sedosa-dosanya kita, Tuhan membuka peluang untuk kita diampuni, oleh karena itu minta ampunlah sama Tuhan. Keterbukaan adalah awal pemulihan. Dibanding nyimpen dosa, ga nyaman, datang aja sama Tuhan, minta ampun, bertobat dan beres. Manusia bisa menipu manusia lain, tapi tidak bisa menipu Tuhan, maka jangan simpan dosa.
* Tuhan mengampuni dan melupakan

Ibrani 8:12, "Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka."

Ibrani 10:17, "dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka."

I Yohanes 1:9
"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."

Pengen tahu apakah Roh Allah ada di dalam anda atau tidak? Saat berbuat dosa, kalau ga nyaman, maka ada Roh Allah di dalam anda. Roh Kudus mengingatkan, Maha Tahu dan menuntun.

Sama Tuhan itu minta ampun sungguh-sungguh diampuni, hanya iblis yang suka mengintimidasi dan mengutak-ngatik dosa. Jangan minta ampun terus-terusan untuk hal yang kita sudah minta ampun, sehingga meragukan apakah Tuhan sudah ampuni atau belum. Contoh: seorang pencuri mengakui perbuatannya, ia diampuni, pergi, lalu setiap 30 menit balik lagi dan minta ampun lagi berkali-kali sampai 5x, ini mengesalkan dan berarti ia tidak percaya sudah diampuni.

Belajar mengampuni itu melupakan.

Mengampuni itu nyaman.

Nyimpen dendam itu ga enak, yang melakukan dosa sudah happy2, tapi yang mendendam terus ga tenang.

Hati-hati dengan iblis selalu mengingat dosa-dosa anda, jangan sampai anda jadi mundur dari Tuhan, tetap beribadah dan dekat sama Tuhan.

Tinggalkan dosa, minta ampun dan Tuhan mengampuni dan melupakan.

Lepaskan pengampunan, di dalam pengampunan ada mujizat, kelepasan. Melalui pengampunan Tuhan akan bekerja lebih heran lagi.

Tuhan Yesus Memberkati.

GBI Tampak Siring

Kerjakan keselamatanmu - SIAP SEDIA


Kerjakan keselamatanmu
Menjadi Orang yang selamat sempurna

Matius 26:41
"Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.

Orang yang berjaga-jaga akan selalu dikontrol, jiwa dan pikirannya akan selalu disaring, waktu kita mendekat pada Tuhan, kita dikuduskan, sehingga apa yang tidak sesuai (cita-cita, harapan) kita yang tidak sesuai diingatkan sama Tuhan, yang ini jangan, yang ini ga boleh, jadi waktu kita berjaga-jaga kita akan selalu berdoa, dan kita akan diberikan kepekaan oleh Tuhan. Ingat Doa Bapa Kami. Dikuduskan nama-Mu, kita akan dikuduskan Tuhan.

Gaya hidup Prajurit Kristus
Suka berdoa, siang dan malam

"Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

Ayo dekatkan diri kita pada Tuhan, usahakan, jangan sampai lalai.

Berdoa-berdoa, tidak ada yang lalai.

Gereja harus berbuah
Kita punya kesempatan untuk terlibat di hari-hari akhir ini. Tuhan mau berperkara dengan kita masing-masing, untuk menjadi orang Kristen yang dewasa.

Wahyu 6
Wahyu 16:4
Wahyu 8:6-7

Naga = suatu kumpulan / kelompok / pasukan antiKris / sistem binatang dalam Wahyu

Anak = suatu kumpulan = Gereja, Anak muda Cinta mati dengan Tuhan

Perempuan = jemaat yang berjuang diangkat (rapture)

1 Korintus 15:50-53
"Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa. Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan manti semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati."

Tuhan Yesus Memberkati.




DASAR YANG KOKOH - Pdm. Tirta Sunarya


2 Timotius 3:1-9
Keadaan manusia pada akhir zaman
(1) Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. (2) Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, (3) tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, (4)suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. (5) Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! (6) Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu, (7) yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran. (8) Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji. (9) Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan merekapun akan nyata bagi semua orang.

"Masa yang sukar" = kalepos, dalam bahasa aslinya, ada iblis yang berusaha gencar untuk menjatuhkan manusia, karena waktunya sudah singkat.

Ayat 5, Mereka beribadah, tapi apa mereka benar-benar mengalami jamahan Roh Kudus? Ibadah bukan sekedar formalitas dan rutinitas.

Kenapa tidak ada perubahan dalam hidupnya? Karena tidak mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus.

Ayat 6-9, orang yang hidup di dalam dosa, sudah nyaman dalam dosa, akan sangat sulit mengalami kuasa jamahan Tuhan.

Banyak yang lebih suka "pembenaran" daripada "kebenaran", kalau Firman Tuhan cocok buat saya baru saya lakukan, contoh: boleh ga Pak bercerai? Kan begini begini...mencari pembenaran...bagaimana ia sampai mendapatkan apa yang ia inginkan.

Ketika ada tantangan dan godaan, mereka langsung meninggalkan Tuhan, mencari jalan yang lain, akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji.

Biarlah kita selalu percaya sama Tuhan dalam apapun.

2 Timotius 3:10-12
Iman bertumbuh dalam penganiayaan dan dalam pembacaan Kitab Suci
"Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya. Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya"

Suka atau tidak suka, siap tidak siap, persiapkan hati untuk selalu menang dalam masalah apapun, untuk selalu berjalan dan berdiri di atas Kebenaran Firman Tuhan.

Jangan takut, Tuhan beserta kita, Tuhan yang akan selalu melindungi kita, menuntun kita kepada janji-Nya.

Wahyu 22:10-12
"Lalu ia berkata kepadaku: "Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab waktunya sudah dekat. Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat, barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!" Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya."

Biarlah kita menjadi orang-orang yang setia sampai akhir, menang.

Iman bertumbuh dalam penganiayaan dan pembacaan kitab suci. 
2 Timotius 3:15-17

Bagaimana caranya supaya ga malas baca Alkitab?

Ubah pola pikir kita.
Waktu kita pikir doa ga doa sama aja, baca Alkitab ga baca sama aja, memuji Tuhan atau ga sama aja, maka tidak akan terjadi apa-apa.

Ubah pola pikir kita.
Firman Tuhan adalah Firman Allah yang hidup, ngerti ga ngerti tetap baca, dan perkatakan, akan timbul Iman, akan ada kekuatan Tuhan untuk melakukannya.

Dasar yang tak terlihat yang menentukan bangunan diatasnya yang indah sekuat apa, orang selalu melihat bangunannya dulu, tidak ada yang mau melihat dasarnya, padahal dasarnya itu yang sangat menentukan.

Demikian waktu kita terus lakukan Firman, bangun karakter kita dalam Tuhan, meski orang ga liat, tapi kita terus membangun dasar yang kokoh.

Tuhan Yesus Memberkati.

"Kunci untuk membuka pintu sebesar apapun kunci itu pasti kecil (adakah yang punya kunci sebesar pintunya? Tidak ada). Tapi tanpa kunci yang kecil itu, pintu sebesar apapun akan sulit dibuka."

Banyak orang selalu mau menonjol, tanpa mau memperhatikan sesuatu yang Tuhan sudah taruh dalam hidupnya, yang kelihatannya kecil. Padahal hal kecil itulah kunci yang akan membuka pintu yang besar dalam hidup kita.

Tetap setia, lakukan perubahan-perubahan sekecil apapun, di tangan Tuhan itu tidak akan kecil, karena mengandung benih yang menghasilkan pohon yang besar.

Tuhan Yesus Memberkati.

GBI Harris - Bandung