Mengenai Saya

Foto Saya
Hai sobat-sobat terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Selamat bergabung dalam Blog Catatan Khotbah Kristen, Catatan Kesaksian Harian dan Catatan Sekolah Minggu. Kami juga mengundang Saudara/i untuk tergabung dalam Facebook Diberkati N Memberkati (Sebuah forum untuk kita saling berbagi berkat, kesaksian, pengalaman dalam Tuhan Yesus, menguatkan & dikuatkan satu sama lain, semua untuk kemuliaan-NYA). Tuhan Yesus Memberkati dan Mengasihi Saudara/i :) Kami juga rindu bagi Saudara/i yang rindu untuk menghubungi kami, baik untuk memberikan kesaksian/ memerlukan dukungan Doa, dll, silahkan SMS ke Hotline: 081 222 40 2012 / e-mail: diberkatinmemberkati@gmail.com - (Jesus Christ is my All in All... He is Real... He Loves Us So Much.... Yohanes 14 : 6, Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yohanes 3:16, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya (Tuhan Yesus Kristus) tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal).

Rabu, 28 November 2012

Entering The Next Level - Khotbah Gembala, Pdt. Ir. Niko N.


Entering The Next Level! 


Saudara, waktu berjalan begitu cepat dimana sekarang sudah bulan November dan kita tahu sejak awal tahun Tuhan memberikan tema untuk tahun 2012 adalah: “Tahun 2012, tahun perkenanan Tuhan. Multiplikasi dan promosi terjadi karena perkenanan Tuhan. Mujizat masih ada!”

Tahun Ayin Gimel (5773 menurut kalender orang Yahudi) yang dimulai pada tgl 16 September 2012 sampai dengan 4 September 2013, Ayin berbicara tentang mata Tuhan dan mata kita. Mata Tuhan senantiasa tertuju kepada kita, Dia mau menuntun dan mengarahkan kita. Dia mau menasehati dan menegor kita. Itulah Tuhan kita! Karena itu saya katakan bahwa Tuhan Yesus baik! Sekarang tergantung kita, kalau saudara dan saya mau mengalami tuntunan dan arahan Tuhan; yang harus kita lakukan adalah: mata kita harus senantiasa tertuju kepada Dia!

Akhir-akhir ini tuntunan Tuhan yang kita terima melalui itu adalah bahwa kita sedang dibawa naik ke level yang lebih tinggi atau Entering The Next Level. Kalau kita mau mengikuti hal ini, maka kita akan dituntun bagaimana supaya naik ke level yang lebih tinggi dan kalau kita lakukan maka itulah yang disebut dengan: berkenan di hadapan Tuhan. Dan saya percaya perkenanan Tuhan turun atas Saudara berlimpah….limpah….limpah! Amin!

I. MENJADI SERUPA DENGAN GAMBAR YESUS

Mungkin ada yang bertanya, “Level itu maksimalnya dimana?” Apa target Tuhan buat saudara dan saya? Mungkin ada yang berkata, “Pak Niko setiap bulan berkata entering the next level atau naik ke level yang lebih tinggi, ini mau kemana?”

Roma 8:29–30, “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”

Percayakah Saudara bahwa kita ini adalah orang-orang pilihan? Amin! Lihatlah betapa berharganya Saudara dan saya di mata Tuhan. Kita telah dipilih sejak kita berada di dalam kandungan ibu kita. Alkitab juga berkata bahwa kita dipilih sejak sebelum dunia dijadikan (Efesus 1 : 4). Saudara yang berada di tempat ini bukanlah kebetulan. Mungkin ada yang baru bertobat 3 bulan, 5 bulan bahkan ada yang sudah 50 tahun dan Saudara berada di tempat ini, itu bukanlah kebetulan! Itu karena Saudara termasuk orang-orang pilihan. Amin!

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara….. 

Saudara, kita ini sudah ditentukan dan targetnya, yaitu supaya kita menjadi serupa dengan gambaran Yesus. Sekarang ini kita sedang dibawa ke sana, tetapi bagaimana caranya?

Ayat 30 dari Roma 8 tadi berkata, “...Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”

Saudara pasti mendengar panggilan-Nya, mungkin ada yang baru dipanggil 3 bulan dan sebagainya tetapi yang penting Saudara mendengar panggilan-Nya. Kemudian yang dipanggil-Nya itu dibenarkan dan itu bukan karena perbuatan baik kita, melainkan karena iman kita kepada Tuhan Yesus. Dan yang dibenarkan itu juga dimuliakan-Nya. Apakah Saudara mau dimuliakan? Amin! Apakah Saudara tahu arti dimuliakan? Dimuliakan itu artinya diproses habis! Apakah Saudara masih mau dimuliakan kalau artinya sama dengan diproses habis? Kadang-kadang ketika di ibadah dikatakan, “Mari kita beri kemuliaan!”, lalu semua bertepuk-tangan dengan sukacita. Tetapi sesungguhnya arti dimuliakan itu adalah ‘diproses habis-habisan’ sampai Saudara dan saya menjadi serupa dengan gambar-Nya.

II. MAKNA GIMEL SEBAGAI PRIBADI KE-3, YAITU ROH KUDUS

Efesus 4:11–13, “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,  13sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.”

Ada 5 jawatan, yaitu rasul, nabi, penginjil, gembala dan guru yang semuanya diberikan untuk memperlengkapi dan membantu orang-orang kudus agar ayat 13 itu terjadi. Tadi dikatakan bahwa dimuliakan artinya diproses habis atau dengan kata lain Saudara dipaksa untuk ke arah sana. Kita telah dituntun Tuhan secara luar biasa melalui Ayin Gimel (73) tadi. Jadi Ayin (70)-nya berbicara tentang mata Tuhan dan mata kita sedangkan Gimel yang adalah angka 3 dalam bahasa Ibrani bentuk hurufnya seperti unta. Bulan yang lalu saya telah berbicara tentang unta ini, tetapi kali ini tentang Gimel yang adalah angka 3. Dalam bahasa Ibrani;
• Aleph sama dengan angka 1,
• Beth sama dengan angka 2, dan
• Gimel adalah angka 3,
jadi ketiganya berbicara tentang Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Ayin Gimel sendiri berbicara tentang Allah Roh Kudus.

Bukankah pesan Tuhan yang Saudara sering dengar hari-hari ini adalah, “Roh Kudus sedang dicurahkan secara luar biasa!” Amin!  Ini adalah era kemuliaan dan yang Tuhan mau adalah hidup kita berkenan di hadapan Tuhan. Oleh sebab itu mari kita semua meresponinya. Kalau sekarang Tuhan berkata bahwa ini adalah era kemuliaan Tuhan dimana Roh Kudus sedang dicurahkan, marilah kita meresponinya.  

Bagaimana kita meresponinya?

1. Unity
Doa Tuhan Yesus, “Bapa, Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, …..” (Yoh 17:22–23)

Pada waktu Roh Kudus dicurahkan seperti ini mari kita responi dengan hidup unity. Unity ini dimulai pertama-tama antara kita dengan Tuhan. Tetapi setelah itu adalah unity di antara keluarga. Keluarga harus unity! Gereja-gereja harus unity! Denominasi-denominasi harus unity!
Saya adalah salah satu orang yang Tuhan angkat atau dipakai untuk menyatukan gereja-gereja termasuk yang di Indonesia. Saya tidak perduli ketika tentunya tidak semua orang suka kepada saya. Meskipun dijelekkan dan dihabisi, bagi saya itu tidak masalah, karena yang penting hati saya berkata, “Mari kita unity!”  

2. Semakin Dalam Dengan Roh Kudus

Pada waktu Roh Kudus dicurahkan seperti sekarang ini, ada pesan Tuhan melalui Yehezkiel 47. Yehezkiel 40 – 48 ini berbicara tentang penglihatan tentang pemulihan atau tentang zaman baru. Disitu Yehezkiel diberikan penglihatan yang luar biasa oleh Tuhan.

Pada pasal 47, Yehezkiel sedang dibawa oleh ‘seseorang’ ke Bait Allah; dimana ada pintunya yang menghadap ke timur, lalu dari ambang pintu itu keluar air. ‘Orang’ itu memegang semacam tali untuk mengukur:

• Awalnya dia mengukur air itu mulai dari kluarnya air sampai 1000 hasta ke depan. Setelah itu dia menyuruh Yehezkiel untuk masuk ke dalam air itu. Ketika Yehezkiel masuk ternyata di sana airnya masih sepergelangan kaki dalamnya.
• Arus air itu memang deras dan orang itu kembali mengukur 1000 hasta lagi ke depan kemudian kembali menyuruh Yehezkiel masuk ke dalamnya. Ternyata airnya sekarang sudah selutut dalamnya.
• Lalu diukur kembali 1000 hasta ke depan, dan Yehezkiel kembali disuruh masuk ke dalamnya. Di sana airnya sudah mencapai sepinggang.
• Belum selesai sampai di sana, diukur lagi 1000 hasta ke depan, jadi jumlah panjang yang diukur sudah 4000 hasta dan ternyata di sana airnya sudah membuat Yehezkiel tenggelam dan dia tidak lagi bisa berjalan melainkan harus berenang.
Maknanya penglihatan ini adalah tentang level atau kedalaman kita dengan Roh Kudus:
  • Level Sepergelangan Kaki
Pertama-tama saya percaya ketika kita bertobat dan percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan Roh Kudus ada di dalam Saudara, mungkin kedalaman Saudara dengan Roh Kudus itu masih sepergelangan kaki. Di level ini masih enak dimana Saudara masih bisa berjalan kemana-mana. Walaupun arusnya deras, Saudara tetap masih bisa bebas bergerak kemana saja.  Ini adalah ‘periode’ yang paling menyenangkan! Beberapa puluh tahun yang lalu ketika saya masih di full-gospel (FGBMFI), ada banyak sekali cerita kesaksian-kesaksian yang luar biasa dari orang-orang yang baru bertobat. Apa saja yang dia kerjakan selalu berhasil dan mereka senangnya bukan main. Lagu yang paling senang dinyanyikan ketika itu saya masih ingat, yaitu lagu “Aku diberkati….yang penting aku diberkati…., dst”.  Mengapa? Memang semua diberkati dan‘dimanja’ oleh Tuhan.  Tetapi kita tidak bisa selamanya berada dilevel nitu. Waktu terus bergerak maju dan sampailah kita ke level berikutnya.
  • Level Selutut
Di level ini mulai dirasakan agak berat karena arusnya deras, tetapi dia masih bisa berjalan bebas dan masih bernyanyi,“Aku diberkati….yang penting aku diberkati…”.  Dari sini masih akan terus bergerak ke depan karena memang sejak semula telah ditentukan untuk menjadi serupa dengan gambar-Nya sehingga harus masuk lebih dalam lagi. Lalu sampailah di level selanjutnya. 
  • Level Sepinggang
Di level ini mulai terasa berat sekali ketika mau berjalan bebas apalagi melawan arus karena memang arusnya deras. Saudara, disini banyak yang berusaha dengan memakai cara-cara yang lama, namun demikian banyak yang mengalami kerugian sehingga nyanyinya mulai berubah. Kalau tadi, “Aku diberkati…..”, sekarang menjadi, “Aku banyak rugi!...dulu diberkati!.” Ini karena banyak yang kurang mengerti. Di level yang dulu juga memiliki Roh Kudus tetapi masih bisa berjalan seenaknya atau sesukanya sendiri. Tetapi ketika mulai di level sepinggang ini dia baru mulai merasakan kesusahan. “Ko’ susah ya? Tadi saya mau berbuat ini, tapi sepertinya ada yang menahan…?.” Saya melihat waktu itu banyak yang keluar dari ‘sungai’ itu dan saya berdoa supaya tidak murtad ketika mereka keluar dari proses tersebut.  Namun saya mau beritahu Saudara bahwa saya banyak melihat ketika mereka keluar dari proses itu, justru mereka tambah ‘babak-belur.’ Itulah yang terjadi!
Mungkin sekarang Saudara ada yang sedang mengalami hal seperti itu dan Saudara tidak mengerti, mengapa ketika dulu baru bertobat diberkati luar biasa;  tetapi ketika semakin sungguh-sungguh malah jadi semakin susah. Kenapa? Karena memakai cara yang lama dan memakai pikirannya sendiri dan tidak memakai pikiran-Nya Kristus! Padahal arus itu adalah Roh Kudus yang sedang mengarahkan kita. Makanya saya sering berkata, “Banyak masuk menara doa” dan banyak bertanya kepada Tuhan. Tetapi proses itu belum selesai karena akan berlanjut ke level selanjutnya, yaitu sampai tenggelam sepenuhnya, namun di level ini saja sudah banyak yang mulai keluar karena tidak tahan diproses. 
  • Level Tenggelam
Ketika ditambah 1000 hasta lagi, maka kedalaman air membuat kita tenggelam dan hilang dari permukaan. Di sini sudah tidak bisa berjalan lagi, hanya bisa berenang. Kalau arus yang deras itu misalnya datang dari kiri sana, apakah kita akan berenang ke sisi kiri dan melawan arus? Tentu tidak! Saya katakan itu adalah orang bodoh yang berenang melawan arus. Yang benar kita harus berenang mengikuti alirannya dan itu artinya tidak sama dengan apa yang Saudara pikirkan. Pikiran kita tidak sama dengan pikiran Kristus. Itu kadang-kadang yang menyebabkan mengapa orang dibawa semakin tinggi justru semakin ‘struggle’ atau mengalami satu pergumulan yang berat, termasuk saya. Selama 4 bulan terakhir ini saya banyak mengalami seperti apa yang mungkin Saudara dengar. Misalnya, “Kenapa Pak Niko tiba-tiba sakit….?”, dsb. Saya sudah dicek oleh dokter secara menyeluruh dan tidak ditemukan satu penyakit pun, saya sehat wal’afiat. Tapi sepertinya sakit, mengapa? Karena memang maunya Tuhan untuk mendekatkan saya pada-Nya.

Saya mau bercerita kepada Saudara dan saya tidak malu untuk mengatakannya. Pada waktu saya diproses dimana sekarang boleh saya katakan bahwa saya sudah mencapai di atas 80% di level tenggelam dan mengerti apa yang Tuhan mau. Dulu yang tahu hanya istri saya, tetapi sekarng Saudara juga boleh tahu juga. Pada waktu diproses saya sempat berkata,“Tuhan, saya tidak kuat…..saya tidak kuat, Tuhan. Angkat saya, Tuhan….angkat saya! Saya sudah tidak kuat!” Tahukah Saudara apa yang Tuhan Yesus katakan kepada saya? Tuhan Yesus berkata, “Niko, itu bukan hanya kamu, tetapi Aku juga pernah merasakan seperti itu. Kamu ingat waktu Aku di Taman Getsemani? Aku berkata, “Hati-Ku sedih, seperti mau mati rasanya.” Apakah Saudara juga pernah merasakan hal yang sama, yaitu sedih seperti mau mati rasanya? Mengapa Tuhan Yesus seperti itu? Karena Dia merasakan ditinggalkan oleh Bapa. Belum lagi pada waktu Tuhan Yesus berada di atas kayu salib, Tuhan Yesus berteriak, “Eli, Eli, lama sabakhtani?” yang artinya, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Saya juga merasakan yang seperti itu dan setelah saya membaca di Alkitab, ternyata semua Jenderal-Nya Tuhan juga mengalami hal yang sama. Kalau dinamakan “Jenderal,” maka semua orang berpikir bahwa dia adalah orang yang gagah perkasa dengan pelayanan yang serba luar biasa. Itu tidak demikian! Karena semua Jenderal-Nya Tuhan akan mengalami apa yang juga Tuhan Yesus alami.

Dalam 2 Korintus 11:23–29, kita melihat apa yang Rasul Paulus alami:
Apakah mereka pelayan Kristus? - aku berkata seperti orang gila - aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat. Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita?”

Kalau Saudara mendengar semua itu apakah Saudara masih mau terus? Amin! Apakah sebaliknya justru Saudara mau keluar? Saya sudah mengalaminya dan saya mau beritahu Saudara bahwa sepertinya ditinggalkan Tuhan, tetapi sesungguhnya Tuhan tidak pernah meninggalkan. Bukankah Dia sudah berjanji bahwa pencobaan yang kita alami adalah pencobaan-pencobaan biasa yang tidak akan melebihi kekuatan kita. Kalau engkau sedang dicobai, justru Dia akan memberikan jalan keluar kepada kita supaya kita bisa mengatasi pencobaan itu (1 Kor 10:13).

3. Jalani Proses Tuhan Sampai Selesai

Yehezkiel 47:6, lalu ia berkata kepadaku: “Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?” Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai.”

Tadinya  mereka  ada di dalam sungai dari kedalaman sepergelangan kaki sampai dengan tenggelam, sekarang Yehezkiel disuruh keluar dari  sungai  itu dan kembali ke pintunya Bait Allah dengan berjalan kaki. Dan pada waktu berjalan kaki itu yang dilihat adalah seperti tertulis dalam ayat 7 dan 12 sebagai berikut: “Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana. Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat.”

Jadi kalau kita baca dan renungkan ayat 7 dan 12 itu, maka ketika keluar dari sungai dengan kedalaman sampai tenggelam atau jarak 4000 hasta tadi, maka Saudara akan melihat apa yang kita baca tadi. Tetapi kalau Saudara keluar sebelum jarak 4000 hasta karena tidak tahan dengan proses padahal masih tersisa jarak 1000 hasta lagi atau kedalaman baru sepergelangan kaki, apakah Saudara akan melihat jenis-jenis pohon seperti yang di 4000 hasta tadi? Tentu tidak!

Berkat di 1000 hasta memang ada atau pohon yang di sana juga ada, tetapi mungkin masih yang kecil-kecil, tetapi tidak seperti yang 4000 hasta jaraknya. Sebaliknya kalau Saudara hanya sampai di jarak 2000 hasta dan Saudara keluar, apakah Saudara akan melihat pohon-pohon yang di belakangnya? Tentu tidak! Ini semua berbicara tentang berkat! Saudara hanya bisa melihat berkat yang ada di depan ini saja. Mungkin di situ Saudara sudah berkata bahwa berkat yang di 1000 atau 2000 hasta itu luar biasa, tetapi Saudara tidak bisa melihat berkat yang ada dibelakangnya.

Sekarang yang jarak 3000 hasta, apakah bisa melihat berkat yng 1000 hasta dibelakang? Tidak bisa melihat! Saudara mungkin akan berkata, “Luar biasa ya berkat yang 3000 hasta….luar biasa ya!”, itu pun kalau Saudara keluar dengan baik-baik, sebab kalau Saudara keluar tidak dengan baik-baik justru bisa ‘babak-belur’. Saudara mungkin sudah merasa cukup puas dengan berkat  di  3000  hasta,  padahal  Tuhan  sudah  menyiapkan berkat di 4000 hasta di mana pohon-pohon di sana daunnya pun menjadi obat!

Mungkin ada yang membutuhkan kesembuhan dan mujizat hari-hari ini. Mungkin ada yang membutuhkan kesembuhan dalam bidang fisik, mental, jiwa, ekonomi, dan sebagainya. Semua sudah Tuhan siapkan di tempatnya yaitu di tempat yang dalam bersama Roh Kudus. Begitu Saudara terus berjalan dalam proses, maka semuanya sudah lengkap Tuhan sediakan. Tetapi kalau Saudara hanya sampai 1000 hasta dan belum lengkap prosesnya maka Saudara belum melihat apa-apa, padahal Tuhan siapkan berkat yang seutuhnya buat Saudara. Haleluya!

Kadang-kadang orang melihat berkat itu hanya berupa materi atau uang, padahal itu terlalu kecil bila disamakan demikian. Kalau Tuhan sudah menyiapkan berkat seutuhnya, itu benar-benar berkat secara lahir dan batin. Kadang-kadang kita cuma puas dengan berkat yang ada di 1000 hasta saja, tetapi itu tidak bisa karena Saudara sudah dipilih sejak semula dimana Saudara akan dipaksa untuk sampai selesai ke sana. Daripada ‘babak-belur’ dan kalau memang merasa tidak kuat, lebih baik  berkata  seperti  saya  saja, “Tuhan, saya tidak kuat Tuhan!”, namun jangan sampai keterusan berkata supaya diangkat saja seperti yang saya katakan. Tapi katakan saja kepada Tuhan kalau memang tidak kuat, karena Tuhan akan membelai kita dan menghibur kita serta berkata, “Sudahlah, pencobaan yang kamu alami adalah pencobaan biasa yang tidak akan melebihi kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai, Aku akan memberikan jalan keluar supaya kamu sanggup menahannya.” Amin!

III. ROH KUDUS MEMBAWA KEHIDUPAN, BUKAN KEMATIAN

 Yehezkiel 47:8–11, Ia berkata kepadaku: “Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar, sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup. Maka penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, sangat banyak. Tetapi rawa-rawanya dan paya-payanya tidak menjadi tawar, itu menjadi tempat mengambil garam.”

Air  kehidupan  yang  keluar  dari  ambang  Bait Allah itu berbicara tentang Roh Kudus dan Roh Kudus selalu memberikan kehidupan. Firman Tuhan berkata bahwa, “...sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas, maka padang gurun yang gersang akan menjadi kebun buah-buahan….”(Yesaya 32:15).

Saudara yang dikasihi Tuhan, selalu ada kehidupan di dalam Roh Kudus. Ketika ada Roh Kudus, maka:
• dalam bisnis Saudara ada kehidupan,
• dalam keluarga ada kehidupan,
• dalam hubungan sehari-hari, dengan teman-teman Saudara juga ada kehidupan.

Jadi kalau ada hubungan dengan orang lain yang membawa kematian, itu perlu dipertanyakan kemana Roh Kudus yang di dalam Saudara itu? Sebab Tuhan sudah berjanji bahwa kalau Roh Kudus ada di dalam kita dengan berlimpah-limpah, maka itu akan membawa kehidupan dalam setiap aspek kehidupan kita.

Dikatakan  dalam  ayat  tadi  bahwa  air  itu mengalir ke air yang asin yang tidak ada kehidupan di dalamnya, tetapi begitu air yang asin itu menjadi tawar maka ikan-ikan akan berkeriapan. Ikan-ikan yang tadinya tidak bisa hidup di sana akhirnya jadi bisa hidup.

Dan yang luar biasa didalam Yehezkiel 47:11 dikatakan, “….Tetapi rawa-rawanya dan paya-payanya tidak menjadi tawar, itu menjadi tempat mengambil garam.”

Jadi  sudah  dipilih  oleh  Tuhan,  kalau  air  yang kira-kira untuk memberikan berkat berupa ikan, maka airnya menjadi tawar. Tetapi kalau Tuhan mau memberkati orang itu ‘berjualan’ garam, airnya akan  tetap asin! Inilah yang hari-hari ini disebut dengan mujizat yang kreatif, yaitu dari yang tidak ada menjadi ada.
Saudara  yang  dikasihi  Tuhan,  kita  semua  sedang  dibawa  untuk  ‘entering  the  next level.’  Ada 2 alasan mengapa Tuhan membawa kita naik level, yaitu 
  • Sebab penuaian 1 milyar jiwa tidak mungkin terjadi sebelum kita dibawa ‘entering the next level.’
  • Sebab Tuhan Yesus akan segera datang untuk kali yang kedua dan kita harus didapati dalam keadaan tidak bercacat dan tidak bercela.
Karena itu saya ingin bertanya sekali lagi, apakah Saudara siap untuk masuk ke level yang lebih tinggi lagi? Tuhan akan paksa kita untuk naik ke level yang lebih tinggi. Dan saya berdoa agar tidak seorang pun yang merasa dipaksa,  tetapi biarlah  Saudara  berkata, “Tuhan, sekarang saya mengerti dan saya akan ikuti. Apa pun resikonya, saya harus bayar harga!” Tidak  ada  yang  tidak  bayar harga atau gratis. Gratis itu hanya pada waktu Saudara diselamatkan, yaitu ketika Saudara percaya dan mempunyai iman kepada Tuhan Yesus, tetapi setelah itu semuanya harus bayar harga. Amin!
Ingatlah, jangan melarikan diri dari ‘proses’ seperti tadi. Kalau Saudara keluar, Saudara akan  ‘babak-belur.’  Walaupun  Saudara   keluar, bukankah suatu hari pasti masuk kembali karena belum selesai prosesnya untuk menjadi serupa dengan gambar-Nya? Asalkan Saudara tidak  menjadi  murtad  dan  saya  berdoa  supaya jangan ada yang menjadi murtad. Ketika Saudara masuk kembali dalam proses, ikuti saja alirannya meskipun nampaknya susah. Saya berdoa agar setiap Saudara yang sedang naik level, semuanya dinyatakan lulus ‘Summa Cum Laude.’  Amin!

Khotbah Pdt. DR. Ir. Niko NjotorahardjoMinggu – 4 November 2012 di Senayan.Khotbah selengkapnya dapat Anda dengar di kaset khotbah yang tersedia di counter kaset.

Selasa, 27 November 2012

Menghormati TUHAN (Sub Judul : Ketika Kita Melihat Orang Yang Tidak Mengikut TUHAN seakan Lebih Berhasil) - Pdt. Daniel Arif

Nats Alkitab : Maleakhi 3:13-18


"Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?" Kamu berkata: "Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam? Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allah pun, mereka luput juga." 


Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya." Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia. Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya."


Isi :

Allah bisa membedakan :
* Mana yang benar dan salah
* Mana orang yang beribadah kepada Allah dan yang tidak
* Mana orang benar dan mana orang fasik

Jangan terkecoh dengan fenomena yang sementara, seakan-akan orang yang tidak beribadah kepada Allah lebih sukses. 

Daud memahami, "Ya aku tahu sekarang orang fasik gemuk untuk sementara, seperti ternak untuk dibantai"

Semua Ibadah kita kepada Allah tidak akan ada yang sia-sia, semua tercatat, Aku, Tuhan tetap melihat setiap ketaatan yang kamu lakukan, Tuhan bisa membedakannya.

Biarlah ayat ini menjadi motivasi yang mendorong kita untuk tetap beribadah kepada Allah. 

Mari belajar dari 2 keluarga ini : 

1. Keluarga Abinadab (1 Samuel 7:1-2)

"Lalu orang-orang Kiryat-Yearim datang, mereka mengangkut tabut TUHAN itu dan membawanya ke dalam rumah Abinadab yang di atas bukit. Dan Eleazar, anaknya, mereka kuduskan untuk menjaga tabut TUHAN itu. Sejak saat tabut itu tinggal di Kiryat-Yearim berlalulah waktu yang cukup lama, yakni dua puluh tahun, dan seluruh kaum Israel mengeluh kepada TUHAN."


Mereka menganggap "Tabut Allah = Kehadiran Allah" sebagai hal yang biasa, sama seperti benda yang lainnya.

Kalau hidup kita menganggap Ibadah adalah hal yang biasa, Pujian Penyembahan hal biasa, tidak memperlakukan dan memperhatikan khusus, dan tidak menaruh hormat khusus, maka puluhan tahun kita beribadah pun akan tetap sama.

(2 Samuel 6, Bukti bahwa keluarga Abinadab memperlakukan Tabut Allah dengan seenaknya, Usa, anak Abinadab, menjamah tabut Allah padahal hanya Imam yang boleh melakukannya).

Maka Tuhan marah, ketika Hadirat Tuhan disepelekan, dianggap biasa, Usa seketika juga mati disitu. Di dalam Hadirat Tuhan bisa ada penghukuman Tuhan. 

Padahal, Ibadah yang Benar, Berdoa, Penyembahan yang Benar,  akan membawa pemisahan antara orang benar dan orang fasik. Baru ada pembedaan antara kita.

2. Keluarga Obed Edom (2 Samuel 6:11-12)


"Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya. Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: "TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu." Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita."


Hanya tiga bulan Tabut Allah ditaruh di rumah Obed Edom, dan sesuatu terjadi, Tuhan memberkati keluarga mereka. Pasti bukan berkat yang biasa, karena kabar itu sampai ke telinga Raja Daud. Jadi, orang-orang pasti membicarakannya.

Apa yang dilakukan keluarga Obed Edom, yang tidak dilakukan keluarga Abinadab? 

(1 Tawarikh 15, BACA), Obed Edom tadinya tinggal di Kirad Yearim, ia tinggalkan tempat nyamannya dimana ia sudah diberkati luar biasa, ia ikut ke Yerusalem dan ia menjadi Penunggu Kemah Allah, dimana Tabut Allah ada di dalamnya. Sebagai bukti bahwa ia sangat RINDU AKAN HADIRAT TUHAN.

Apakah kita punya respon yang sama seperti Obed Edom? Apakah ada kehausan dan kerinduan kepada Hadirat Tuhan?

Rindukanlah selalu, ciptakanlah (undanglah) Hadirat Tuhan dimanapun kita berada karena itulah kekuatan dan sumber segalanya bagi kita.

Maka, dimanapun, Berdoalah, Memuji dan Menyembah Tuhan dengan sungguh-sungguh, sehingga Hadirat Allah itu turun. Kejarlah....

Jangan hatimu ga perduli ketika sedang kering, ga merasakah Hadirat Tuhan tapi tidak melakukan apa-apa, Kejarlah....

Doamu harus lebih sungguh-sungguh, jangan asal berdoa

Ibadahmu harus lebih sungguh-sungguh, jangan Ibadah asal-asalan

Praise and Worship (Pujian Penyembahan) mu harus lebih sungguh-sungguh, sehingga engkau merasakan Hadirat Tuhan.


(1 Tawarikh 26:4-8)


"Obed-Edom mempunyai anak-anak, yakni Semaya, anak sulung, Yozabad, anak yang kedua, Yoah, anak yang ketiga, Sakhar, anak yang keempat, Netaneel, anak yang kelima,Amiel, anak yang keenam, Isakhar, anak yang ketujuh dan Peuletai, anak yang kedelapan, sebab Allah telah memberkati dia. Bagi Semaya, anak Obed-Edom itu, lahir anak-anak. Mereka memegang pemerintahan di antara puak mereka, sebab mereka itu adalah pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa. Anak-anak Semaya ialah Otni, Refael, Obed dan Elzabad serta saudara-saudaranya, yakni Elihu dan Semakhya, orang-orang gagah perkasa. Mereka sekalian adalah dari keturunan Obed-Edom, yakni mereka sendiri, anak-anak mereka dan saudara-saudara mereka, masing-masing orang yang gagah perkasa, cakap untuk pekerjaan itu, enam puluh dua orang jumlahnya dari Obed-Edom."


Anak Cucunya Obed Edom memegang Pemerintahan, memegang wilayah kekuasaan yang besar (great dominient), sebab mereka ini adalah Pahlawan-Pahlawan yang gagah perkasa (Orang-orang penting di masyarakat), orang-orang yang cakap dalam pekerjaan (sukses).

Dari Obed Edom yang Menghormati Hadirat Tuhan, Berkat turun hingga anak cucunya.

Tuhan Yesus Memberkati.

Khotbah, Minggu, 18 November 2012
GBI Tampak Siring, Jakarta.

KESAKSIAN KETIKA TUHAN YESUS MEMBAWA ROH DARI LAURA WANMA (LALA) USIA 12 TAHUN


KESAKSIAN KETIKA TUHAN YESUS MEMBAWA ROH DARI LAURA WANMA (LALA) USIA 12 TAHUN

“Diawali kerinduan yang dalam untuk bertemu TUHAN YESUS sejak sekolah di Taman Kanak-kanak hingga usia yang ke 12 Tahun baru TUHAN membawa Rohnya bertemu TUHAN 

YESUS.

Apa yang ia lihat dengar dan saksikan itu yang dituliskan, tidak ada di tambah, dan tidak ada yang dikurangi.

“Berdoalah dan minta Pimpinan ROH KUDUS sebelum membaca kesaksian ini.”


• TUHAN YESUS MEMBAWA SAYA KE SURGA

Tanggal 17 Maret, Jam 07.00 Malam
Lawatan TUHAN pada hari pertama pada LALA, dalam penyembahan dan puji-pujian tangan saya terangkat dengan sendirinya, dan saya bicara : mama, tangan saya tidak bisa turun makin terangkat terus tangannya. Dan saya melihat begitu banyak malaikat ada di dalam kamar tiba-tiba sebuah cahaya yang sangat terang di dalam kamar, dalam terang ada suara TUHAN sendiri berbicara pada saya. (TUHAN bilang kepada aku; akan terjadi kematian pada Keluarga terdekat Ku, dan setelah itu TUHAN berbicara padaku: “aku harus pergi dan katakan pada saudara dekatku, bahwa dia harus berbalik pada-KU, karena AKU masih punya KEMURAHAN pada saudaramu, karena kehidupannya sudah jauh dari AKU). (Kakakmu punya masalah dan beban yang berat dalam keluarga.)

Tanggal 18 Maret, Jam 07.00 Malam
Pada hari ke-2 (TUHAN berbicara padaku,: … aku akan lulus ujian sekolah dengan nilai yang bagus )

Tanggal 20 Maret, Jam 08.30 Malam
Sementara saya dengan mama saya kembali dalam penyembahan, tiba-tiba malaikat datang dan membawa roh saya, saya dan malaikat terus terbang ke uncen atas, dan setelah kami sesampai di uncen atas kami berhenti dan berdiri di suatu batu. Dan malaikat menunjukan kepada saya ada beberapa kota yang saya lihat, Nabire, Serui, Biak, Manokwari. Malaikat berbicara kepada saya : TUHAN menyuruh anda bahwa saya harus pergi berpijak di kota-kota tersebut untuk menyampaikan pesan TUHAN, semua harus bertobat karena SUDAH TIDAK ADA WAKTU LAGI, TUHAN SUDAH AKAN SEGERA DATANG, dan saya bertanya kepada Malaikat : siapakah Engkau, dan dia menjawab (aku Gabriel) Malaikat TUHAN. Setelah itu Malaikat mengantar roh saya kembali ke dalam tubuh saya.

Tanggal 21 Maret, Jam 06.00 Sore
Perjalanan LALA dari Abe menuju Entrop, sesampainya ditanjakan otonom Kotaraja masih didalam taxi angkutan Malaikat datang, menjemput saya, dan kami terbang diatas Kota Jayapura kata malaikat kepada saya : coba engkau lihat kebawah, dan saya pun melihat banyak sekali orang yang berdiri dan orang yang sama mereka memakai baju hitam menutup dari kepala sampai ke kaki. Dan mata mereka berwarna hitam dan ada api di dalam bola mata mereka, saya melihat mereka berada di mana-mana, di rumah sakit, pinggir jalan, tengah jalan, pasar, depan rumah-rumah penduduk, dimana saja mereka ada. Di tangan mereka memegang garpu yang besar, saya bertanya kepada malaikat, siapakah mereka,,? “dan malaikat menjawab mereka adalah malaikat maut”, sementara kami masih berada diatas Entrop, saya melihat ada sekolompok anak muda yang sementara miras di pinggir jalan, saya pun sedih sekali karena maut ada berdiri disekelilingi mereka.

Sesudah itu Malaikat berkata kepada saya, “ Lala, kalau ada sesuatu yang akan terjadi dengan dirimu dan kamu merasa kurang nyaman, sebut 2 (dua) nama yaitu : Darah YESUS KRISTUS dan Dalam Nama TUHAN YESUS karena nama ini Penuh Kuasa.

Malaikat membawa saya kami terus terbang melewati awan. Saya melihat bumi yang begitu kecil di bawah. Kami pun terbang terus dan melewati terowongan yang sempit dan gelap, saya sangat takut dan Malaikat memeluk saya, saya melihat ada cahaya yang terang dan itulah Surga, saya dan Malaikat sampai di pintu gerbang itu, ada 2 (dua) Malaikat yang berjaga didepan pintu gerbang itu, saya melihat pintu gerbang itu di hiasi dengan mutiara dan kristal, pintu gerbang itu terbuka sendiri, dan setelah itu kami berdua berjalan dalam taman.

Ada suatu pintu yang terbuka dan saya melihat kedalamnya meja panjang yang sudah tersusun dengan rapi dan itu seperti akan mengadakan pesta perjamuan kudus dan di situ juga ada setiap Malaikat yang berdiri di belakang kursi-kursi, dan di tangan mereka memegang sangkala atau trompet, dan itu pun juga akan siap ditiup, setelah dari situ saya terus berjalan lagi di dalam Surga, saya melihat dalam taman ada banyak sekali berbagai macam pohon-pohon dan berbagai macam buah, saya melihat ada bunga-bunga yang sangat indah, Malaikat Gabriel datang kepada saya, dan Ia katakan kepada saya “waktumu sudah habis” dan engkau harus kembali, dan saya pun berbicara kepada malaikat ,, ( saya senang disini dan saya tidak mau kembali karna saya merasa di sini sangat damai, dan tiba-tiba ada suara yang keluar dari Tahta Yang Penuh Kemulian / Cahaya itu, dan suara mengatakan kepada saya, (Lala engkau harus pulang) dan Malaikat Gabriel mengantar saya kembali.

Saya melihat dari atas taksi berwarna merah yang saya tumpangi sedang berjalan melewati Pemda 1 menuju terminal Entrop. Dan Malaikat mengantar saya masuk kembali ke dalam Tubuh saya dan saya terbangun dan mengatakan “HALLELUYAH”.

Semua penumpang kaget dan melihat saya, mereka bertanya “adik, apakah kamu baik-baik saja..?” saya pun terkejut karena saya sedang bersandar di bahu seorang penumpang dan ia sedang mengoles minyak di hidung saya karena ia berpikir kalau saya sedang pingsan. Saya pun menghentikan taksi yang saya tumpangi karena sudah sampai di tempat tujuan.

Jam 11 Malam saya sementara tidur Malaikat datang membawa saya, kepada TUHAN kami masuk dalam pintu gerbang Surga, saya melihat ada seseorang yang berdiri dan berjubah putih yang sangat panjang dan Dia membuka tangan-Nya saya mendekat dan Dia menggendongku, dan saya tahu bahwa itu adalah TUHAN YESUS, kami berdua berjalan dalam Surga dan itu pun begitu indah surga itu segala macam bunga-bunga, yang saya belum pernah lihat dibumi, semua itu ada di sana hati saya merasa damai di tempat itu, pohon yang rindang penuh dengan buah-buahan, dan juga ada sungai yang mengalir sangat jernih, TUHAN YESUS bilang pada saya Lala ? coba engkau masukan kaki kedalam air itu dan saya pun memasukan kaki ke dalam air tersebut. TUHAN berbicara lagi kepada saya, engkau bisa minum air itu, (dan saya pun minum, saya merasa damai sekali di hati) dan TUHAN YESUS bicara lagi kepada saya dan kau bisa masukan kepala mu kedalam air itu, dan engkau bisa bernapas, dan apa yang TUHAN YESUS katakan itu semua benar, banyak ikan - ikan yang datang berkumpul di sekelilingi saya, saya tanya TUHAN YESUS, ( kalo di dunia itu saya tidak bisa tangkap ikan, ikan itu akan lari, TUHAN YESUS bilang sama Lala, ikan disini bisa berbicara pada Lala, dan setelah itu saya dengan TUHAN YESUS terus berjalan saya tanya TUHAN, TUHAN bagaimana TUHAN bisa melihat ke dunia dosa yang manusia lakukan, dunia ini terlalu besar bagaimana TUHAN YESUS melihat itu, TUHAN YESUS bilang ikut aku akan Ku tunjukan kepada engkau, saya dengan TUHAN YESUS terus berjalan, dan TUHAN YESUS tunjukan kepada saya, ada sebuah meja kaca yang besar dan saya melihat dunia itu terlalu kecil.

Saya juga bisa melihat dosa apa saja yang manusia lakukan, saya kaget dan melihat sesuatu yang saya kenal, saya katakan kepada TUHAN YESUS. TUHAN ? ( saya bisa lihat ke bawa, saya dengan mama sedang terbaring di tempat tidur. Saya bilang TUHAN, TUHAN YESUS ini saya dengan mama yang tidur.) TUHAN YESUS jawab YA AKU TAHU, ada seorang Malaikat yang berdiri didalam kamar kamu, saya dengan TUHAN YESUS berjalan lagi, saya melihat ada suatu ruangan dan ada dua Malaikat berdiri di atas meja itu ada buku besar, saya bertanya kepada TUHAN, TUHAN ? ini buku apa ? TUHAN YESUS jawab “ ini adalah buku kehidupan”, saya bertanya lagi apakah saya boleh lihat buku ini, TUHAN YESUS pun jawab” ya boleh”, dan dua Malaikat siap buka lembaran perlembaran, lembaran pertama saya melihat nama-nama ada satu marga yang saya kenal, saya melihat lagi dan Marga, bahwa itu saudara saya dan saya bilang kepada TUHAN YESUS, ”TUHAN ini saudara saya” lalu TUHAN YESUS jawab,” ya saya kenal Kehidupannya. Sekarang dia ada disini dan sementara sedang memuji TUHAN”. Malaikat membuka lembaran yang berikut saya mengenal orang yang sama lagi nama dan marganya saya katakan kepada TUHAN YESUS, ‘’ini Om saya’’ TUHAN YESUS bilang , “ya dia juga ada disini” saya terus memeluk TUHAN YESUS dan menangis, saya dan TUHAN YESUS terus berjalan di dalam taman saya melihat ada dua orang yang datang kepada saya, yang satunya laki-laki yang berumur 18 atau 19 tahun dan yang kecil berumur 2 tahun, anak kecil berlari dan memeluk saya tetapi saya merasa dia tembus, karena kami bersama-sama roh, kalau laki-laki yang berumur 18/19 tahun dia mirip sekali dengan ibu saya seperti kembar, dan saya tahu ibu saya pernah cerita ada kakak saya yang laki-laki sudah meninggal pada waktu masih bayi, dan saya tahu itu adalah kakak saya, sesudah itu mereka berdua kembali ke dalam ruangan mereka masing-masing.

Kemudian saya melihat ada satu bunga yang indah sekali, saya minta pada TUHAN YESUS, “TUHAN apakah saya bisa memetik bunga ini..? saya berikan kepada ibu saya, ibu saya suka sekali pada bunga’’ TUHAN YESUS katakan ‘’belum saatnya kau mengambil bunga dan buah-buah dari tempat ini’’ dan setelah itu saya dengan TUHAN YESUS masih terus berjalan, dan saya melihat ada satu rumah yang pintunya terbuka, saya tanya TUHAN YESUS apakah saya boleh masuk kedalam rumah ini, TUHAN YESUS bilang “silahkan.” Saya sampai ke depan pintu rumah itu, saya tidak bisa masuk karena lantai rumah terbuat dari emas. Saya bilang kepada TUHAN YESUS “wahh TUHAN... lantai ini sangat indah, di dunia emas sangat mahal” ,lalu TUHAN YESUS tersenyum dan berkata “ ini rumah mu, ada beberapa rumah yang sama”. Saya bertanya, “TUHAN, apakah rumah yang disebelah yang boleh masuk?” lalu TUHAN YESUS berkata “rumah-rumah yang pintunya masih tertutup, itu milik orang lain.’’ Lalu TUHAN YESUS berkata lagi, “ikutlah Aku.’’


• TUHAN YESUS MEMBAWA SAYA KE NERAKA


TUHAN YESUS menggendong saya dan kami berdua pun terbang lalu masuk kedalam satu terowongan yang lebar. Saya dan TUHAN YESUS masih tetap berjalan dan saya mencium bau yang sangat busuk kemudian Saya merasa panas. Jauh ke depan Saya melihat ada setan yang berkaki tiga dan dia memegang trisula (tongkat garpu) lalu dia melihat TUHAN YESUS dan dia pun sujud menyembah. Saya dan TUHAN YESUS berjalan terus ke suatu tempat lalu TUHAN YESUS mengijinkan saya melihat sumur yang penuh dengan manusia yang sedang disiksa oleh iblis. iblis menyiksa mereka hingga daging di tubuh mereka terlepas tapi mereka tidak bisa mati.

Kami pun berjalan lagi kemudian saya melihat satu meja yang ada buku diatasnya dan ada tertulis Perzinahan. Saya melihat orang di dalam kolam api dalam keadaan telanjang. Mereka melihat TUHAN YESUS dan memanggil “ BAPA...BAPA...” tapi TUHAN YESUS tidak melihat mereka. Saya masih berjalan dengan TUHAN YESUS dan kami melihat ada satu hamba TUHAN. Lalu saya bertanya kepada TUHAN YESUS, “ TUHAN, kenapa ada hamba TUHAN dalam neraka ?” TUHAN YESUS bilang “ Aku juga memakai dia, tetapi dia tidak pernah menyampaikan pesan Ku”. Kemudian dia melihat TUHAN YESUS dan berteriak “ BAPA...BAPA... tolong keluarkan saya 1 menit saja dari tempat ini, saya mau bertobat.”

Lalu TUHAN YESUS berkata kepada Hamba TUHAN itu, “sudah terlambat, sekarang Aku memakai hamba-Ku ini” sambil menunjuk ke arah saya. Dan kami pun berjalan lalu saya melihat orang-orang yang disiksa, dan TUHAN YESUS berkata kepada saya, “inilah orang-orang yang tidak setia dengan Perpuluhan. Dan saya melihat lagi banyak sekali anak-anak muda yang menari diatas paku sesuai dengan irama musik. Kalau irama Rock mereka harus melompat lebih cepat dan tidak boleh berhenti sedetik pun. Jikalau ada yang berhenti, iblis akan datang dan menyiksa mereka. Kemudian saya bertanya kepada TUHAN YESUS, “TUHAN, berapa hari yang lalu Malaikat Gabriel selalu datang dan menjemput saya. Kenapa bukan Malaikat Gabriel yang membawa saya ke neraka..? lalu TUHAN YESUS menjawab, “Malaikat tidak bisa datang ke tempat ini, karena dia akan jatuh.”

Lalu kami kembali lagi ke SURGA dan melewati jalan yang lebar tadi. Sampai di Surga TUHAN YESUS berkata kepada saya, “Lala, apa yang kau lihat tadi, harus kau sampaikan kepada umat Ku. Dan TUHAN YESUS menggendong saya dan berkata,” Lala kau harus memngambil bagian didalam-Ku, kau harus di baptis tanggal 25 Maret. Dan katakan kepada hamba-Ku Ronald AKU percayakan dia untuk menulis bukumu.” lalu TUHAN YESUS menatap Malaikat Gabriel, Malaikat Gabriel pun sujud dibawah kaki TUHAN YESUS. Lalu TUHAN YESUS berkata kepada Malaikat Gabriel, “ antar anak-Ku kembali”. Dan Malaikat Gabriel menggendong saya lalu kami berjalan ke pintu gerbang dan melihat ada satu malaikat yang datang dan berbicara kepada Malaikat Gabriel dengan menggunakan bahasa yang tidak saya mengerti tetapi Malaikat Gabriel menunjuk kepada saya dan Ia menatap ke Tahta ALLAH dan begitu juga Michael berbalik ikut melihat ke Tahta ALLAH dan TUHAN YESUS sementara melihat ke arah kami bertiga, Michael pun tunduk dan mempersilahkan kami berdua untuk melanjutkan perjalanan.

Dalam perjalanan kembali, Malaikat Gabriel bertanya kepada saya, “bicara apa dengan BAPA..?” lalu saya menjawab, ”banyak hal yang TUHAN YESUS sampaikan buat saya’’. Dan saya bertanya kembali kepada Malaikat, “apa tugas mu di surga..?” Malaikat itu menjawab, “saya pengawal TUHAN YESUS, apa yang TUHAN YESUS perintahkan, saya lakukan semuanya”.

Begitu mendekati rumah kami, kami berjalan dan melihat begitu banyaknya maut yang sedang berjaga-jaga di samping kiri-kanan jalan. Setelah tiba di rumah kami, saya melihat satu malaikat maut yang sedang berdiri di pagar depan rumah. Dan di depan pintu rumah kami ada satu Malaikat TUHAN yang sedang berjaga. Malaikat maut itu sangat gelisah sekali karena ia ingin masuk kedalam rumah tetapi tidak bisa karena ada Malaikat TUHAN yang menjaga rumah kami. Setelah itu malaikat maut berjalan ke belakang rumah dan ia mencoba untuk masuk kedalam tetapi tidak bisa juga karena ada 2 Malaikat TUHAN yang berjaga di pintu belakang rumah kami. Tidak puas dengan itu, malaikat maut mencoba masuk yang kedua kalinya tetapi ia terlempar, jatuh dan hilang seperti debu yang di tiup angin. Malaikat Gabriel pun mengantar saya kembali ke kamar tidur dan Roh saya masuk kembali dalam tubuh saya pada pukul 06.00 tepat. Saya pun kembali melakukan aktifitas sehari-hari sebagai anak sekolah.

KAMIS, 22 Maret, Pukul 19.00Pada saat kami beribadah di rumah salah satu anggota jemaat kami, pada saat itu Malaikat Gabriel datang dan menjemput saya dan membawa saya kepada TUHAN YESUS. Lalu TUHAN YESUS tunjukan kepada saya kota yang saya harus pergi dan menyampaikan pesan kepada jemaat di suatu Gereja Katolik di Wamena.

JUMAT, 23 Maret, Pukul 09.00
Malaikat datang menjemput saya dan membawa saya kepada TUHAN. TUHAN YESUS sampaikan pesan khusus buat Jemaat BARACHIEL di Kampung Harapan, kata-Nya “ sampaikan kepada jemaat, tidak boleh terlambat untuk beribadah. Siapa yang selalu datang terlambat dia juga tidak akan ambil bagian dalam Kerajaan Surga. Setiap ibadah berlangsung tidak boleh seorang pun yang berada di luar gereja, pesan juga kepada ibu-ibu dan anaknya yang masih di gendong semua harus duduk di dalam gereja dan mendengar FIRMAN TUHAN. Jangan ada seorang anak yang tinggal di dalam panti maupun pastori, semua harus mengambil bagian didalam gereja walaupun bangku-bangku penuh, duduk dilantai pun tidak jadi masalah. Semua harus menghargai Firman-Ku”.

Pada siang hari di waktu yang sama selesai doa dan puasa, saya menyampaikan pesan TUHAN YESUS kepada guru-guru sekolah minggu. Perjalanan pulang dari gereja ke rumah, dalam taksi Malaikat membawa saya kepada TUHAN dan TUHAN YESUS mengatakan kepada saya, “terima kasih Lala, kau telah sampaikan pesan-Ku kepada guru-guru sekolah minggu” TUHAN YESUS berkata lagi kepada saya ‘’ hari minggu kau harus menyampaikan lagi pesan-KU kepada jemaat. Tetapi jangan hanya jemaat dan keluarga saja yang kau sampaikan. Sampaikan juga kepada agama yang lain; Buddha, Islam, Hindu dll karena mereka juga mesti selamat. Sampaikan kepada mereka secepatnya karena aku akan membawa engkau keluar, ke kota yang lain.”

Pukul 19.00


Malaikat datang membawa saya kepada TUHAN, dan TUHAN YESUS berbicara kepada saya, “Lala,cepat...cepat...cepat... berlari dan sampaikan kepada semua umat, waktu-KU sudah tidak ada lagi”. Dan TUHAN YESUS tunjukan pada saya, waktu /jam surga. Saya melihat jarum jam yang pendek tepat pada 1 angka dan jarum panjang sudah mendekati jarum pendek. Saya tidak bisa melihat angka di jam itu. TUHAN YESUS berkata kepada saya, “ Lala cepat berlari dan sampaikan pesan-KU kepada umat-KU. waktu-KU tinggal sedikit’’. Dan TUHAN YESUS berkata kepada saya lagi , “Lala, tidak ada satu malaikat pun yang pernah melihat waktu surga. Aku mengijinkan engkau untuk melihat waktu surga supaya engkau menyampaikan apa yang kau lihat kepada umat-KU.”

Pukul 20.30
Malaikat datang menjemput saya dan membawa saya kembali kepada TUHAN dan TUHAN YESUS tunjukan kembali waktu/jam surga yang tinggal sedikit tidak lama lagi. TUHAN YESUS katakan kepada saya, “sampaikan kepada teman-teman sekolah mu, guru-guru mu, tetangga-tetangga mu dan siapapun yang kau ketemu. Katakan kepada mereka, bertobat dan berbalik kepada-KU.”

SABTU 24 Maret, Pukul 13.00
Saya, bersama ibu dan tante. kami berada dikeluarga wilson sentani, tepat pukul 13.00 am, sementara tante saya lagi berdoa untuk keluarga Wilson, dan saya lagi berbaring di kamar, melihat malaikat sudah datang, saya bisa melihat malaikat datang karena roh saya sudah keluar dari tubuh saya dan duduk diatas tempat tidur. Saya memanggil Malaikat untuk masuk ke kamar tetapi malaikat itu tetap berdiri saja, dan saya memanggil sekali lagi pada malaikat itu. Malaikat tunjuk kepada tante saya yang sementara berdoa, saya memanggil malaikat itu sekali lagi, malaikat itu bilang pada saya “saya tidak bisa berjalan masuk kekamar”, (dia menunjukan jarinya kepada tante saya) “karena hamba ini sedang lagi berbicara dengan BAPA, jadi saya harus menunggu sampai selesainya berdoa atau amin”, trus malaikat masuk kekamar dan membawa saya kepada TUHAN YESUS. Setelah sampai di surga TUHAN YESUS sampaikan kepada saya, untuk menyempaikan. pada pukul 12.00 pm. saya mulai rasa badan saya berat dan ingin tidur, karena malaikat mau datang jemput saya, tetapi mama terus menyuruh saya siapkan pakaian saya untuk besok pagi ibadah. Begitu saya tertidur malaikat datang membawaKu kepada TUHAN. Dan TUHAN YESUS mulai berbicara kepada saya. “(Lala) katakan kepada mamamu jangan menahan engkau, kalau badan sudah terasa berat biarkan engkau tidur, karena AKU mau sampaikan sesuatu yang besar”.

Teguran kedua buat saya. TUHAN YESUS katakan “Lala mengapa engkau lupa apa yang Aku sampaikan kepada mu, harus semua nya kau ingat semua pesanku”, saya katakan kepada TUHAN YESUS, “(TUHAN saya minta ampun)”, jawab TUHAN YESUS “AKU akan kembalikan semua pada waktu engkau bersaksi.

MINGGU, 25 Maret Pagi,
Kemurahaan TUHAN YESUS, saya bisa berdiri dan bersaksi menyampaikan pesan TUHAN YESUS kepda jemaat barachiel. Setelah saya selasai bersaksi, saya mengambil bagian mati dan bangkit bersama YESUS KRISTUS ( Baptisan Air ). Selesai ibadah , kami dipanggil untuk mengikuti rapat majelis, yang dibahas dalam rapat siang itu tentang KKR, saya juga ikut dalam rapat itu, dan saya melihat malaikat itu datang lagi tuk menjemput saya , dan membawaKu kepada TUHAN, TUHAN YESUS katakan kepdaKu “katakan kepada Hamba-hamba-KU , lakukan saja KKR itu, AKU akan turun campur tangan. Pada pukul 04.00 sore, saya masih ada dirumah pastori, saya dibawa dari malaikat kepada TUHAN. TUHAN YESUS tunjukan kepadaKu, sesuatu lubang yang besar dan dalam, gelap sekali. Saya melihat ada banyak orang tertarik kedalam lubang itu, mereka coba untuk menahan, tetapi tidak bisa juga tetap mereka terjatuh dalam lubang itu.

26 Maret Jam 02.00 Subuh
Malaikat datang dan membawaKu kepada TUHAN, TUHAN YESUS katakan “AKU akan memakai engkau sampai AKU datang Kembali, Tugas dan tanggung jawab yang AKU berikan kepada engkau tidak selesai sampai disini AKU akan memakai engkau sampai AKU datang kembali”. Pada pukul 06.00 sore sama seperti biasa malaikat menjemput saya kepada TUHAN, TUHAN YESUS tunjukan lagi Lubang yang besar dan gelap. TUHAN YESUS bicara kepadaKu, ”Lubang yang kau Lihat ini, orang yang tidak setia kepada AKU, mereka akan masuk kedalam Lubang ini 3 setengah Tahun masa penganiyayaan pada orang yang setia selalu kepada AKU, AKU akan pindahkan mereka ke suatu tempat yang sudah Aku siapkan, jauh dari mata Ular.

pada pukul 08.00 malam malaikat menjemput dan membawa saya kepada TUHAN, TUHAN YESUS katakan kepada saya, “lala jangan suka melawan MAMAMU, jangan melawan hukumKU yang KE-5.

Ketika saya mendengar itu saya pun meresa bersalah dan menangis. Saya juga melihat TUHAN YESUS menangis saya pun tunduk dan sedih skali, melihat air mata TUHAN YESUS yang terus menetes. TUHAN YESUS katakan kepada saya “Lala jangan menangis, AKU mau kau dengar-dengaran pada hukumKU yang ke-5. ( hormati ke-2 orang tua mu, supaya kau panjang umur dan engkau diberkati. Aku mau memakai engkau dengan dahsyat dan heran. TUHAN YESUS katakan kepadaKU, hapus semua lagu-lagu dunia semua dalam HandphoneMU. Dan bicara terus kepada saya, kau harus lebih tenang di sekolahmu, bagaimana aku mau menyampaikan sesuatu yang padaMU. Kalau kau tidak diamkan dirimu. Saya pun jawab “TUHAN YESUS saya tidak bisa tenang karena teman selalu datang mengganggu serta mengajak saya untuk bermain, TUHAN YESUS bagaimana kalau saya tidak usah sekolah sudah saya di rumah saja. Tidak kau harus tetap sekolah.

SELASA, 27 Maret 10.30 siang
Sementara saya ada ujian disekolah, (malaikat menjemput saya membawaKU kepada TUHAN, TUHAN YESUS bilang kepadaKU “ SUDAH TIDAK ADA WAKTU LAGI, cepat Engkau harus sampaikan kepada umat AKU”.

Pada pukul 07.00 pm, malam penyembahan seperti biasa malaikat membawa-KU kepada TUHAN YESUS. Saya melihat TUHAN YESUS berdiri didepan pintu gerbang dan menunggu saya, setelah saya sampai, TUHAN YESUS bilang ? “(Engkau harus cepat pergi kekota wamena, katakan kepada umat AKU, sampaikan pesan AKU, BERTOBAT Waktu-KU sudah habis.harus ke kota Wamena. TUHAN YESUS katakan dengan muka-NYA yang begitu sedih, Dengan wajah yang tertunduk da menangis, setiap tetesan air mata TUHAN YESUS, jatuh dia atas meja kaca yang besar yang biasa TUHAN YESUS melihat dari surga setiap perbuatan Manusia, saya Pun bertanya kepada TUHAN YESUS ? “ kenapa TUHAN YESUS menangis, TUHAN YESUS tidak menjawab pertanyaan-KU, tetapi Air mata TUHAN YESUS terus Terjatuh diatas kaca dan saya usap air mata TUHAN YESUS dengan jubah putih yang saya kenakan. Selama saya berada didalam kerajaan surga, aku memakai jubah putih yang belum pernah aku memakai Jubah tersebut.

Setelah itu TUHAN YESUS berbicara kepada saya dalam keadaan menangis, “Lala katakan cepat kepada anak-anak-KU, berbalik cepat kepada-KU waktu sudah Habis”.

TUHAN YESUS katakan lagi, “AKU mau tak ada seorangpun yang Terhilang, AKU mau mereka semua duduk di pangkuan-KU.”

TUHAN YESUS Memberkati.


(Sumber : http://m.facebook.com/photo.php?fbid=540259092670221&id=100000584049141&set=a.136898203006314.23502.100000584049141&refid=48)

Kamis, 22 November 2012

Kembalilah ke Jalan-Ku, Anak-Ku - Pdt. Yahya


Thema Bulan Ini: Segambar dan Serupa dengan TUHAN

Kehormatan dan Kemuliaan

Roma 8:29-30, "Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya."

Kejadian 1:26, "Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."


Bisakah seseorang hidup berkenan kepada Tuhan? 

(Roma 7:19 ditulis oleh Rasul Paulus), seringkali kita tidak menghendaki untuk melakukan yang tidak berkenan, tetapi malah itu yang kita lakukan. Itulah kelemahan kita, tapi kalau kita bisa berkenan kepada Tuhan itu adalah anugerah dan kekuatan dari Tuhan.

Raja Daud juga pernah jatuh ke dalam dosa dengan Batsyeba, tapi Daud dikatakan oleh Tuhan bahwa ia adalah orang yang dikenan Tuhan (Kis 13:22, 2 Taw 16:9A)

Henokh juga adalah contoh orang yang dikenan Tuhan (Ibrani 11:5) "Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah."

Begitu juga dengan Elia (1 Raja-Raja 19:3-4), Elia tidak mengalami kematian namun diangkat oleh Tuhan ke sorga.

Berkenan tidak dapat dipisahkan atau tidak terlepas dari : Melakukan kehendak Bapa.

Tuhan kita adalah Tuhan yang penuh kasih, Ia tidak datang dengan penghukuman dan penghakiman, 1 Raja 19:15, Tuhan meminta kita kembali kepada jalan Tuhan.

Elia mendapat Kehormatan dan Kemuliaan (2 Raja-raja 2, Elia Terangkat ke Sorga)

Kalau kita sedang tawar hati, Renungkanlah kembali kerinduan Tuhan, "kembalilah ke jalan-Ku", maka Tuhan akan menyediakan kehormatan dan kemuliaan.

Tuhan Yesus Memberkati

Khotbah, Minggu 18 November 2012
GBI Barangsiang (Sukawarna) - Bandung

Kamis, 15 November 2012

Brosur : Pray for The Peace of Jerusalem (Mari Kita Berdoa untuk Kesejahteraan Yerusalem)


KOTA KUDUS YERUSALEM - Pdt. Bambang Yonan (dari Medan)



KOTA KUDUS YERUSALEM

Mazmur 122:6-7
“Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa. Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!"


        Dalam Mazmur 122:6-7 terdapat kata “Sentosa” dalam ayat ke 6 dan ayat ke 7, berkat rohani yang berlimpah, Tuhan akan memberikan perlindungan, kelimpahan, dalam ayat ke-7, Tuhan mempercayakan berkat materi yang berlimpah-limpah. Dalam sejarah Alkitab ada 2 tokoh yang sangat mencintai kota Yerusalem :

1.     Tokoh pertama adalah Daud, dalam Mazmur 137:5-6, “Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku! Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, jika aku tidak jadikan Yerusalem puncak sukacitaku!”

Daud disebut A Mighty Warrior, ia tidak pernah meninggalkan medan pertempuran, seorang pejuang yang luar biasa, tangannya ialah tangan yang perkasa dan mahir dalam memainkan senjata. Daud berkata bila ia melupakan Yerusalem, biarlah ia kehilangan kekuatannya. 

Daud disebut juga A Worshipper, setiap hari 7 kali ia menghadap Tuhan memuji menyembah Tuhan. Daud berkata bila ia melupakan Yerusalem, biarlah lidahnya melekat pada langit-langit mulutnya, ia kehilangan kesukaannya untuk memuji dan menyembah Tuhan.

Daud adalah anak muda yang miskin, tapi sekalipun begitu, hatinya melekat pada Yerusalem. Alkitab mencatat anak muda yang miskin dan tidak ada apa-apanya ini diangkat oleh Tuhan menjadi Raja dan diberkati dengan berkat yang berlimpah-limpah.

2.     Tokoh ke 2 adalah Daniel, dalam Daniel 6:3, “membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan.”  Dan Daniel 6:11, “Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.”  

Daniel adalah seorang yang memiliki "The Excellent Spirit", roh yang luar biasa yang melebihi semua orang-orang yang ada di Babel, di negeri asing.(Daniel 6:10-11), Ia tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa ia lakukan sejak masih muda (belasan tahun), hingga ia menulis ayat ini Daniel telah berumur 80 tahunan. Daniel selalu berdoa dan memuji Tuhan kearah kota Yerusalem, dan Daniel selalu menjadi penasehat oleh raja.

Tangkap baik, sejak mengerti hal ini, Pdt. Bambang Yonan tidak pernah absen setiap tahun pergi ke Yerusalem 1-3 kali, bukan untuk jalan-jalan, tapi untuk sujut menyembah kepada Tuhan di Kota Kudus Yerusalem. Dan setiap kali pulang dari sana selalu ada berkat pelipatgandaan dari Tuhan.

Mengapa kita harus datang ke kota Yerusalem? Janji Tuhan untuk mengirimkan "Hujan" kepada setiap orang yang sujud menyembah kepada Tuhan di Yerusalem.

Dalam Zakharia 14:16-17, “Maka semua orang yang tinggal dari segala bangsa yang telah menyerang Yerusalem, akan datang tahun demi tahun untuk sujud menyembah kepada Raja, TUHAN semesta alam, dan untuk merayakan hari raya Pondok Daun. Tetapi bila mereka dari kaum-kaum di bumi tidak datang ke Yerusalem untuk sujud menyembah kepada Raja, TUHAN semesta alam, maka kepada mereka tidak akan turun hujan.”  Ulangan 16:16, “Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa”  Ulangan 11:14, “maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu,”  

Anda harus tahu cara mengumpulkan berkat-berkat Tuhan. Pada waktu hujan turun, gereja akan mengumpulkan gandum. Apakah itu gandum?(Matius 13:38, “ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.”) Gandum itu adalah anak-anak yang percaya kepada Tuhan.

Lagu:
Pray for Peace of Jerusalem (3x)
Jerusalem shall live in Peace
Shallom (6x)
Jerusalem shall live in Peace


Setiap pagi bangun mezbah Doa dan selalu doakan kesejahteraan dan damai sejahtera Yerusalem.

Alkitab mencatat ada 3 kali hari raya di Yerusalem dalam setahun, yaitu :

1.     Hari raya roti tak beragi (awal bulan Maret, awal bulan April), dalam Keluaran 23:19-20, ” Yang terbaik dari buah bungaran hasil tanahmu haruslah kaubawa ke dalam rumah TUHAN, Allahmu. Janganlah kaumasak anak kambing dalam susu induknya. Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan.”  Dirayakan 7 hari terus menerus, rakyat Yerusalem akan mengeluarkan ragi dan membakarnya, ragi diartikan sebagai dosa.

2.     Hari raya Buah Sulung, Keluaran 23:22-23 “Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya, dan melakukan segala yang Kufirmankan, maka Aku akan memusuhi musuhmu, dan melawan lawanmu. Sebab malaikat-Ku akan berjalan di depanmu dan membawa engkau kepada orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Kanaan, orang Hewi dan orang Yebus, dan Aku akan melenyapkan mereka.”

Tuhan berjanji untuk membawa kita masuk ke dalam ladang berkat, dan malaikat akan menuntun kita sampai kita sampai di tempat yang Tuhan janjikan. Malaikat adalah roh yang diutus untuk melayani umat Tuhan.

Tuhan akan memberikan petunjuk dan pewahyuan perihal apa yang harus kita lakukan. Yeremia 2:3, ” Ketika itu Israel kudus bagi TUHAN, sebagai buah bungaran dari hasil tanah-Nya. Semua orang yang memakannya menjadi bersalah, malapetaka menimpa mereka, demikianlah firman TUHAN.”. Dalam hari raya ini Tuhan menguduskan kita sebagai umat-Nya. Dan barangsiapa yang mengutuk kita, ia akan terkutuk, karena Tuhan sendiri yang telah menguduskan kita.

Mazmur 84:6-8, ”Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah! Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.”  

Ayat dalam Mazmur 84:6-8 adalah Mazmur Ziarah, lembah baka adalah lembah air mata, atau disebut juga lembah kegagalan. Namun mereka yang berniat melakukan ziarah dan berjalan bersama Tuhan, walaupun melewati lembah baka namun Tuhan akan mengubahnya menjadi berkat.

3.     Hari Raya Pondok Daun, yang berbicara soal hujan penuaian gandum untuk mengumpulkan berkat-berkat Tuhan. Sekitar bulan Oktober setiap tahunnya.

Kalau anda tidak bisa pergi ke Yerusalem, berdoalah bagi kesejahteraan Yerusalem. Berdoalah atas damai dan kesejahteraan Yerusalem dan berkat itu menjadi milik Anda.

Tuhan Yesus Memberkati. (Lind & Yd)                                                           
GBI Sukawarna - Bandung
Khotbah Minggu, 11 November 2012