Mengenai Saya

Foto saya
Hai sobat-sobat terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Selamat bergabung dalam Blog Catatan Khotbah Kristen, Catatan Kesaksian Harian dan Catatan Sekolah Minggu. Kami juga mengundang Saudara/i untuk tergabung dalam Facebook Diberkati N Memberkati (Sebuah forum untuk kita saling berbagi berkat, kesaksian, pengalaman dalam Tuhan Yesus, menguatkan & dikuatkan satu sama lain, semua untuk kemuliaan-NYA). Tuhan Yesus Memberkati dan Mengasihi Saudara/i :) Bagi Saudara/i yang rindu untuk menghubungi kami, baik untuk memberikan kesaksian/ memerlukan dukungan Doa, silahkan e-mail ke: diberkatinmemberkati@gmail.com - (Jesus Christ is my All in All... He is Real... He Loves Us So Much.... Yohanes 14 : 6, Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yohanes 3:16, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya (Tuhan Yesus Kristus) tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal).

Minggu, 10 Mei 2015

Mengapa Rencana Tuhan Meleset Dalam Hidup Seseorang? - Pdt. Aruna Wirjolukito


Nas Alkitab : 1 Samuel 13:1-23

Alkitab berkata bahwa Tuhan mengangkat orang, Tuhan sayang semua orang, Dia mati bagi kita, bila Tuhan ingin memakai orang untuk rencana Tuhan, maka Tuhan akan memilih orang. Tuhan sayang kepada manusia, Tuhan memanggil kita semua, tetapi mengapa terkadang rencana Tuhan meleset dalam kehidupan kita? Itu karena pikiran manusia yang selalu kalah. "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati." (Roma 12:1)

Mengapa rencana Tuhan meleset dalam hidup seseorang?

1. Tidak menjaga damai sejahtera. Belajarlah untuk memegang sejahtera kita, bila kita merasa apa yang kita lakukan tidak membuat damai, tinggalkan saja. Apa yang menjadi masalah kehidupan kita sehari-hari itu sama seperti Saul, "Tetapi orang-orang dursila berkata: "Masakan orang ini dapat menyelamatkan kita!" Mereka menghina dia dan tidak membawa persembahan kepadanya. Tetapi ia pura-pura tuli." 

2. Berusaha membuat sebuah laporan besar agar orang menganggap kita besar. Saul pernah mengalami ditolak orang, namun juga ia mengalami dipromosikan orang. Yonatan yang mengalahkan Filistin namun Saul bertindak seperti Saul yang telah memukul kalah kependudukan orang Filistin. Saul memulai dengan satu hal yang salah, maka akan berakhir dengan satu hal yang salah juga. "Yonatan memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin yang ada di Geba; dan hal itu terdengar oleh orang Filistin. Karena itu Saul meniup sangkakala di seluruh negeri, sebab pikirnya: "Biarlah orang Ibrani mendengarnya." Demikianlah seluruh orang Israel mendengar kabar, bahwa Saul telah memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin dan dengan demikian orang Israel dibenci oleh orang Filistin. Kemudian dikerahkanlah rakyat itu untuk mengikuti Saul ke Gilgal." (1 Samuel 13:3-4)

3. Menggunakan cara sendiri, tidak dapat membaca waktu Tuhan. "Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain. Apabila tanda-tanda ini terjadi kepadamu, lakukanlah apa saja yang didapat oleh tanganmu, sebab Allah menyertai engkau." (1 Samuel 10:6-7), "maka pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN; sebab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran." (1 Samuel 13:8-13). Saul tidak belajar bahwa TUHAN yang memberi, tugas kita hanya satu yaitu menyelesaikan tugas Tuhan di bumi. Bila saat ini kita tidak mengampuni orang, maka bisa saja kita menghalangi rencana Tuhan di dalam hidup dia atau kita sendiri, karena kita tidak mau mengampuni.

Saul menggunakan standardnya sendiri kepada Tuhan, hanya karena kesalahan satu ini semua janji Tuhan selesai dalam hidup Saul. Saul tidak menjaga damai sejahtera, saul memperbesar suatu hal untuk keuntungannya, Saul tidak menunggu waktu Tuhan, dimana Saul mempersembahkan korban yang bukan menjadi tugasnya.

"Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." (Amsal 10:22)

"The blessing of the LORD, it maketh rich, and he addeth no sorrow with it." (Proverb 10:22)

Dalam bahasa Inggrisnya, berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, dan dia tidak menambahkan penderitaan/kesusahan dari padanya. (Berkat dari Tuhan tidak akan membawa kita kepada kemurtadan).

Tuhan Yesus Memberkati. 

Khotbah Minggu, 3 Mei 2015
GBI Baranangsiang (3)




Rabu, 06 Mei 2015

Messenger Of God - Pdt. Aruna Wirjolukito


Yesaya 50:4, 
"Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, 
supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada 
orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku 
untuk mendengar seperti seorang murid."



Tuhan mengirimkan kita untuk menjadi messenger of God, penyampai pesan Tuhan. Ayub 1:1-12, Ayub adalah seorang yang saleh, namun ia memiliki celah yang membuat iblis masuk ke dalam hidupnya. Ini adalah celah-celah Ayub:
1. Ayub merasa dirinya bisa menyelamatkan / menebus seperti Tuhan.
2. Ayub merasa dirinya sekudus Tuhan.
3. Ayub mengenal Tuhan dari kata orang, bukan secara pribadi.
4. Ayub bergaul dengan orang-orang fasik.


Tuhan sudah melihat Ayub akan mengalami masalah. Tuhan mengirim 3 orang temannya untuk menjadikan mereka penyambung lidah Tuhan. Ayub 2:11, "Ketika ketiga sahabat Ayub mendengar kabar tentang segala malapetaka yang menimpa dia, maka datanglah mereka dari tempatnya masing-masing, yakni: Elifas, orang Teman, dan Bildad, orang Suah, serta Zofar, orang Naama. Mereka bersepakat mengucapkan belasungkawa kepadanya dan menghibur dia." Kesalahan yang dilakukan teman-teman Ayub : 

1. Elifas

Kata Elifas berarti Tuhan menerobos. Yeremia 49:7, "Mengenai Edom. Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Tidak adakah lagi kebijaksanaan di Teman? Sudah hilangkah pertimbangan dari orang-orang yang berakal budi, sudah busukkah kebijaksanaan mereka?" 

Elifas mengucapkan perkataan yang benar, namun ia menyampaikan berdasarkan logika manusia, ia menyampaikan tanpa kasih. Tuhan ingin Elifas menyampaikan pada Ayub bahwa Ayub jangan menjadi penyelamat, namun Elifas menyampaikannya tanpa kasih. Tuhan ingin Elifas menutupi celah Ayub, namun ia membuat Ayub sakit hati. 

Elifas adalah gambaran orang yang menggunakan logika tanpa kasih. Ada banyak orang yang bertindak seperti itu, menyampaikan kebenaran tanpa kasih dan cenderung menghakimi. Seringkali mereka menyampaikan sesuatu berdasarkan pengalaman tanpa hikmat dari Tuhan. 

2. Bildad

Bildad berarti paku tajam. Gambaran orang yang negative thinking (orang yang berpikiran negatif). Bildad tipe human tradition (mereka yang lebih memegang nilai-nilai tradisi manusia). Bildad yang seharusnya menutup celah Ayub justru memberi kebimbangan pada Ayub. Rendah hati berarti mudah diajar, kadang kita berpikir secara tradisi namun itu bukan yang Tuhan inginkan.

3. Zofar

Artinya peleter atau tukang bicara, ngobrol. Asal muasalnya adalah dari budak dimana ia mengukur semua dari balas jasa. Jika melakukan sesuatu maka Tuhan akan memberi sesuatu, kalau kita memberi 10, maka Tuhan harus membalaskan 100. Tuhan ingin mengingatkan Ayub yang mengenal Tuhan dari kata orang saja bukan dari pengalaman pribadi. 

Tiga orang ini dikirim untuk memulihkan Ayub, tapi sebaliknya justru menghancurkan Ayub. Berdasarkan pengalaman, tradisi dan ukuran jasa. Kekristenan tidak dapat mengukur jasa. Apa yang dapat kita nikmati saat ini bukan karena jasa kita, namun karunia dari Tuhan. 

Tuhan Yesus Memberkati.
Khotbah Minggu, 3 Mei 2015
GBI Baranangsiang (2)

Catatan khotbah by: Nehemia. 



Senin, 04 Mei 2015

4 Celah Kehidupan Ayub - Pdt. Aruna Wirjolukito


Nas Alkitab : Ayub 1:1-22


Ayub 1:1, "Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."

Ayub dikatakan dalam Alkitab sebagai seseorang yang mempunyai 4 karakteristik yang sangat disukai Allah, sangat kaya, memiliki 7 anak laki-laki dan 3 anak perempuan, 10 anak yang merupakan lambang kesempurnaan, Tuhan membuat pagar sekeliling kehidupan Ayub dan rumahnya serta segala yang dimilikinya, memberkati pekerjaannya dan apa yang dimilikinya makin bertambah. Iblis suatu hari berkomunikasi dengan Allah dan meminta izin untuk mencobai Ayub. 

Dalam kehidupan Ayub ada 4 hal yang akan dibahas hari ini dimana Allah ingin agar Ayub mengalami pemulihan, keempat hal ini menjadi celah dalam kehidupan Ayub, yaitu :


1. Ayub merasa dirinya bisa menyelamatkan / menebus sama seperti Tuhan, ia bertindak sebagai penyelamat bagi anak-anaknya, playing God, mau jadi pahlawan kesiangan, pengatur segala sesuatu, padahal setiap orang bertanggung jawab secara pribadi di hadapan Tuhan, baik pasangan kita, orangtua, gembala, tidak bisa mewakilkan kita di hadapan Tuhan. 

Ayub 1:4-5, "Anak-anaknya yang lelaki biasa mengadakan pesta di rumah mereka masing-masing menurut giliran dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk makan dan minum bersama-sama mereka. Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa."

2. Ayub merasa dirinya benar di hadapan Tuhan dan dirinya sekudus Tuhan sendiri. 

Ayub 33:9, "Aku bersih, aku tidak melakukan pelanggaran, aku suci, aku tidak ada kesalahan." 

Hal ini mengundang masalah dalam hidupnya, mending ketika kita berdoa kita Doa dengan jujur, libatkan Tuhan dalam segala sesuatu (ciri orang lemah lembut rendah hati ketika ditegur instropeksi diri sendiri dan tidak menunjuk firman Tuhan hanya untuk orang lain selain dirinya)

3. Mengenal / tahu / percaya Tuhan hanya dari kata orang bukan pengalaman pribadi

Ayub 42:5-6, "Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

4. Meskipun Ayub saleh, jujur, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, tapi komunitas perkumpulannya itu orang-orang fasik. Hati-hati pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik, awalnya datang, berdiri lihat, duduk, akhirnya nyemplung.


Mazmur 1:1-6

(1) Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik,
yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
(2) tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
(3) Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
(4) Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
(5) Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;
(6) sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.


Keempat celah ini yang Tuhan mau tutup dalam hidup Ayub, ia dihajar dari keluarga, ekonomi dan fisik dalam waktu bersamaan. Tapi pada akhirnya, Ayub mengenal Tuhan secara pribadi dan Tuhan menggantikan semuanya itu dua kali lipat dari segala kepunyaannya dulu (Ayub 42:10)


Tuhan Yesus Memberkati.

Khotbah Minggu, 3 Mei 2015 (1)
GBI Baranangsiang

Senin, 27 April 2015

Kehidupan Seorang Penyembah - Pdt. Welyar Kauntu


Yesaya 43:6-7, 

"Aku akan berkata kepada utara: Berikanlah! dan kepada selatan: Janganlah tahan-tahan! Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi, semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga kujadikan!"

Ayat ini berbicara tentang mengapa Tuhan menciptakan kita, yang sudah ditebus dengan Darah Yesus, kita diciptakan dengan kemuliaan Tuhan, untuk membawa kemuliaan Tuhan

I Petrus 2:9, "Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib"

Kitalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, kita ada untuk memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia (untuk memproklamasikan puji-pujian bagi Allah kita dalam terjemahan bahasa Inggrisnya)

Kita diciptakan untuk menyembah Allah. Kita segambar dan serupa dengan Allah untuk menyembah Dia.

Lagu:
Dan kuingin mengenalMu Tuhan lebih dalam dari semua yang kukenal
Tiada kasih yang melebihiMu, ku ada untuk menjadi penyembahMu

Yohanes 4:23-24, "Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar anak menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Ia menggunakan kata Bapa untuk menunjukkan siapa Allah kita. Persyaratan mutlak dalam penyembahan adalah saudara anak-anak Bapa. 

Dalam hal doa pujian penyembahan hubungan kita adalah anak dan Bapa, hubungan kasih, ada relationship. Tanpa kasih tidak ada penyembahan, hanya ada nyanyian. 

Dalam hal penginjilan, tugas yang harus kita lakukan hubungan kita dengan Tuhan adalah Tuan dan hamba.

Seorang penyembah adalah orang yang merindukan hadirat Tuhan setiap saat lebih dari kerinduan yang lain.

Worship, Proskuneo (kedekatan seperti dengan anjing peliharaan yang begitu sayang kepada tuannya)

Lagu:
Kusembah Kau dalam Roh dan Kebenaran
(2x)
Tak Seorangpun Juga Seperti Kau Yesus

Ada kuasa dalam pujian penyembahan. Ketika Tuhan hadir, setiap roh jahat itu lari. Penyembahan yang benar, dimana roh, jiwa tubuh hati pikiran kita semuanya mengasihi Tuhan, beres dari segala ganjalan, hati kita kudus.

Lagu:
Di hadiratMu aku puas (spirit of contenment)
Di hadiratMu aku bebas
Di hadiratMu ada t'rang kehidupanku
Pernyataan kuasa kekuatanMu

Kita kadang ga tahu ke arah mana kita harus jalan, waktu kita di hadirat Tuhan, tiba-tiba kita bisa melihat terang Tuhan yang menyinari, ada jalan keluar yang seperti begitu mudah, benang kusut itu terurai.

Lagu:
HadiratMu HadiratMu
Membawa Kesembuhan bagiku

Di Hadirat Tuhan ada hal-hal pemulihan yang terjadi di luar dari yang dapat kita pikirkan

Hadirat Tuhan adalah Tempat yang Paling Aman, Mazmur 91, ayat 1-2 adalah rahasianya, syarat intinya, ayat berikutnya adalah janji perlindungan Tuhan.

Mazmur 91:1-2, "Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai."

Di Hadirat Tuhan kita akan diubahkan semakin mirip dengan Tuhan. Kalau kita bergaul intim sama Bapa, pasti lihatlah apa yang Bapa suka kita juga akan suka, apa yang Bapa benci, dosa, kita juga akan membencinya, apa yang Bapa rindukan belas kasihanNya kita juga akan miliki hati yang sama.

Lagu:

Bagaikan bejana siap dibentuk
Demikian hidupku di tanganMu
Dengan urapan kuasa RohMu
Ku dibaharui selalu
Jadikanku alat dalam rumahMu
Inilah hidupku di tanganMu
Bentuklah s'turut kehendakMu
Pakailah sesuai rencanaMu
Ku mau s'pertiMu Yesus
Disempurnakan s'lalu
Dalam setiap jalanku
Memuliakan namaMu

Tuhan Yesus Memberkati.

Khotbah Minggu, 19 April 2015
GBI Baranangsiang, Bandung

Hidup Orang Benar - Pdt. Lukgimin Aziz (Medan)


Orang benar adalah mereka yang : 

1. Hidup oleh Iman

Roma 1:17, "Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."

Hidup oleh Iman (bukan oleh perasaan, perasaan bergantung kepada situasi)

Yang supranatural (dari Surga) yang mengendalikan yang natural (di bumi)

"Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga." (Matius 6:10)

"Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat." (Ibrani 11:3) 

Ilustrasi: suatu hari seekor keledai milik petani jatuh ke dalam sumur. Petani tersebut mencari cara bagaimana untuk menyelamatkan keledai tersebut. Lalu ia mulai berpikir, saya sudah tidak mau lagi keledai yang sudah tua itu, lagipula sumurnya juga sudah kering dan lebih baik ditutup. Maka petani itu memanggil teman-temannya yang lain, mereka datang membawa sekop dan bersama-sama melemparkan tanah-tanah ke dalam sumur itu. Keledai itu sangat sedih, ia semakin lama semakin tertimbun. Namun, tiba-tiba, keledai itu mengguncangkan tanah yang menimpa badannya dan naik satu langkah ke atas. Terus menerus seperti itu, hingga petani itu kaget karena tiba-tiba keledainya keluar dari dalam sumur. Tanah telah memenuhi seluruh sumur tersebut. Pelajaran : Shake it off (guncangkanlah) and take up (dan naiklah). Jangan pernah menyerah atau hanya berdiam diri, dari setiap masalah jadikan loncatan untuk naik 1 level lebih tinggi di dalam Tuhan.

2. Hidup untuk memberi

Kejadian 12:1-3, "Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

Panggilan hidup kita diberkati oleh Tuhan dan kita akan menjadi berkat.

Hidup bukan untuk mengambil tapi untuk menjadi berkat, dapat dipercaya mendapat banyak berkat

Henry P. Crowell (pengusaha quacker oats) ia sakit dan minta sama Tuhan kalau ia disembuhkan, ia akan melayani Tuhan. Ia kemudian memutuskan untuk menjadi pengusaha, doanya dijawab, ia sembuh dan ia mendirikan perusahaan yang menyatakan kemuliaan Tuhan. Ia membayar perpuluhan, bahkan hingga 70% dan ia hidup berkelimpahan dari 30% nya. Hingga hari ini namanya tetap diingat.

Mother Theresa : if you give what you do not need, it isn't giving (kalau kamu memberikan apa yang sudah tidak kamu perlukan, itu bukanlah memberi)

Midas Touch (buku Donald J. Trump dan Robert T. Kiyosaki), tentang orang yang memiliki tangan emas, semua yang ia sentuh berubah menjadi emas, kekayaan berlimpah dimilikinya, namun, ketika ia mau makan, bahkan makanannyapun menjadi emas, ia akhirnya meminta untuk dikembalikan menjadi manusia biasa lagi, dan dapat menikmati kembali kehidupannya. Kekayaan bukan segalanya, hidup menjadi berkat dan berbagilah yang seharusnya.  Kita hidup untuk menjadi berkat.

3. Hidup di dalam Kasih

Filipi 1:9, "Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian"

Saat ini banyak orang yang hidup dalam kekecewaan, kepahitan dan kegetiran. 

1 Korintus 13:13, "Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih."

Banyak orang yang hadir (ada eksistensinya) tapi tidak membawa/memiliki esensi (isi yang berdampak jadi berkat). Contoh orang yang bekerja hadir di kantor (eksis) namun tidak memberi dampak kemajuan bagi kantor itu karena bekerja dengan bermalas-malasan

Yohanes 2:10, "dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."

Kehadiran Tuhan Yesus seperti pada Perkawinan di Kana, meskipun kehadiranNya tidak diketahui orang (eksistensinya) tapi esensinya bisa dirasakan orang lain (saat mereka merasakan anggur yang terbaik)

Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan.

Lagu
S'mua baik, S'mua baik apa yang t'lah Kau perbuat di dalam hidupku
S'mua baik, sungguh teramat baik, Kau jadikan hidupku berarti

Bedakan legacy dan dynasty
Legacy: warisan rohani masa depan bagi anak cucu kita, seperti Abraham kepada Ishak, Ishak kepada Yakub, Yakub kepada Yusuf (Mat 1:1 kita bisa melihat daftar silsilah dimana semua disebutkan dengan cermat) saat ini banyak kita yang bahkan sudah tidak ingat siapa nama kakek nenek dari kakek nenek kita (baru generasi ke 3 / 4 sudah dilupakan)
Dynasty : warisan perusahaan, kekaisaran yang bisa dilihat

Mari kita bangun Legacy, warisan rohani, didik anak-anak untuk sungguh-sungguh sama Tuhan.

Being rich is not how much you have, but how much you give (menjadi kaya bukanlah seberapa banyak yang anda miliki, tapi seberapa banyak yang anda berikan)

Tuhan Yesus Memberkati. 

Khotbah Minggu, 26 April 2015
GBI Baranangsiang, Bandung

Selasa, 14 April 2015

Makna Paskah - Pdt. Kiky Harjadi


Paskah berbicara tentang kasih Tuhan Yesus yang luar biasa.

Yohanes 3:16, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."

1 Korintus 15:3-9, 
"(3) Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,(4)bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; (5) bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. (6) Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. (7) Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. (8) Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya. (9) Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. 

Kristus telah mati bagi dosa-dosa kita
Dikuburkan dan bangkit pada hari ketiga
Menampakkan diri kepada para murid dan kepada lebih dari 500 orang
Yesus menampakkan diri supaya mereka yakin bahwa IA BENAR-BENAR HIDUP.

Maut tidak berkuasa atas Tuhan Yesus, maka Ia menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa di Surga. 

Baca : Matius 28, Dusta Mahkamah Agama

Camkan baik-baik makna Paskah, jangan hanya sekedar tahu Tuhan Yesus bangkit tapi tidak punya sesuatu apapun di hatimu.

Lagu:
S'bab Dia hidup ada hari esok
S'bab Yesus hidup, ku tak gentar
Kar'na ku tau Dia pegang hari esok
Hidup jadi berarti s'bab Yesus hidup

Itu sebabnya buat apa kita kuatir dan takut? Kita punya Allah yang hidup.

Ada 3 kematian:
1. Kematian rohani, yaitu manusia terpisah dengan Allah
2. Kematian jasmani, yaitu terpisahnya roh manusia dari tubuh
3. Kematian kekal, yaitu kematian selamanya di NERAKA

Neraka adalah tempat yang gelap, terdapat ratapan dan kertak giigi
Neraka tempat penyiksaan yang menakutkan dan mengerikan
Di Neraka ulat-ulat tidak mati dan apinya tidak padam.


Bacalah buku-buku kesaksian tentang surga dan neraka
(Neraka-Mark K. Baxter, Hell and Heaven 1000 to 1 by Reverend Park, Yong Gyu, Heaven is so Real / Surga itu Nyata by Choo Thomas)

Kita akan merasakan betapa besar kasih Tuhan bagi kita dan mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar.

Tuhan Yesus telah mati bagi dosa-dosa kita, bahkan matinya sangat tidak manusiawi.

Di Taman Getsemani Dia mengalami ketakutan yang luar biasa, peluhnya seperti titik-titik darah, dikhianati oleh Yudas namun tidak membalas, orang-orang berkata Salibkan Dia.

Lagu:
Tak terukur kasih-Mu Yesus
Kau t'lah mati gantikan diriku
Kau curahkan darah-Mu
'Tuk tebus dosaku
Layaklah Kau Tuhan
Dipuji dan disembah
Dengan segenap hatiku
Layaklah Kau Tuhan
Dipuji dan disembah
Dengan se'gnap jiwa ragaku


Kenapa Tuhan Yesus harus mengalami sesuatu yang menyakitkan / harus disalib?

Ibrani 9:22, "Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan." 

Yesaya 53:4-5, "Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh."


Pada hari yang ketiga Tuhan Yesus Bangkit, maka:
1. Pemberitaan Firman Tuhan tidak sia-sia
2. Kepercayaan kita tidak sia-sia,  kita akan mendapatkan hidup yang kekal selama-lamanya
3. Orang mati dalam Tuhan akan dibangkitkan
4. Kita menjadi orang-orang yang paling beruntung di dunia ini
5. Mujizat kesembuhan masih ada dan pasti terjadi

Sekarang Tuhan Yesus ada di Sorga, 
Kisah Para Rasul 3:21, "Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.


Hanya orang-orang yang siap dan menang akan masuk ke dalam Surga (ikut Pengangkatan)

Pastikan nama kita tercatat dalam Kitab Kehidupan.

Waktu seseorang bertobat, dosanya diampuni, ia menjadi ciptaan baru yang dibersihkan dan dibenarkan, dan namanya tercantum di dalam Kitab Kehidupan.

Kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, kalau kita berbuat seperti yang diperintahkan-Nya, kemurahan Tuhan turun atas kita, tapi bila tidak taat, maka kekerasan-Nya Tuhan akan dinyatakan.

Wahyu 3:2, "Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku."

Kalau Tuhan mau panggil kita hari ini, siapkah? Maka kita harus bersungguh-sungguh agar kita bisa ketemu Tuhan dan menikmati Kerajaan Allah.

1. Cek apakah anda lagi dalam posisi Cinta Tuhan mula-mula atau tidak? Suam-suam kuku atau tidak?

2. Punyakah kita gairah untuk membaca Firman Tuhan setiap hari? Adakah orang jatuh Cinta yang membaca surat dari pasangannya hanya depan tengah dan belakangnya saja? 

3. Bagaimana hubungan kita dengan orang lain? Apakah anda menyimpan kebencian, kekecewaan kepada orang lain? 1 Yoh 3:5, orang yang tidak sehat secara rohani tidak bisa mengampuni

Dimata Tuhan siapapun juga yang membenci saudaranya adalah pembunuh

4. Apakah kita merasa jijik terhadap dosa kesalahan yang kita perbuat? Kalau masih menyukai, berarti masih bergelut dalam dosa. Orang yang sungguh-sungguh bertobat, sudah sehat rohani pasti jijik terhadap dosa.

Tuhan Yesus Memberkati. 

Khotbah Minggu, 12 April 2015
GBI Baranangsiang.

Kamis, 02 April 2015

Lebih Besar (Bigger) 2015 - Ps. Kevin Loo (City Harvest Church)



Nas Alkitab : 2 Raja-Raja 6:1-7 (Nabi Elisa)

2015 Lebih Besar dalam hal yang baik: Iman, Kesetiaan, Pengharapan dan Pengandalan diri kita kepada TUHAN YESUS

2 Raja 6:1 adalah era baru dalam kehidupan Elisa, ia tidak bersama Gehazi lagi bujangnya, kita pun akan memasuki era baru dalam hidup kita, kita harus mengerti bagaimana membawa diri kita dalam musim baru itu agar hidup kita dapat terus menyukakan hati Tuhan

Setiap kita ingin menjadi lebih besar, terus bertumbuh dan semakin meningkat dalam Tuhan, tapi.......kalau anda selalu melakukan hal yang sama dan berharap hasilnya lebih besar ??? Itu tidak bisa.

Bila anda ingin mengurangi berat badan tapi tetap makan terus tanpa olahraga anda semakin besar, anda berdoa agar Tuhan menghilangkan semua lemak dalam makanan anda, tapi anda terus makan, lalu bilang Tuhan ga jawab doa anda?? Itu tidak sesuai. 

Ganti cara tidur anda, cara makan, cara anda bereaksi terhadap situasi tertentu, ganti cara anda memperlakukan orang lain, cara berpikir anda, ubah, mempunyai impian itu bagus tapi kebiasaan lebih berpengaruh.

Mulailah mengubah hal-hal kecil dalam hidup saudara.

Bergaullah dan bukalah dirimu / rumahmu untuk orang lain, saudara seiman, untuk kita bisa menggembalakan orang lain, berbagi cerita, berbaur, dan kita akan lebih berbahagia, dan melihat masalah kita tidak sebesar yang kita selalu pikirkan,

Berdoa dan kemukakanlah rencana dan visimu kepada Tuhan pertama kali, Tuhan pimpinlah bawalah saya kepada "Sungai Yordan", Tuhan menetapkan langkah kita.

Kalau saudara selalu datang kepada Tuhan hanya ketika ada masalah, Tuhan akan stress, tapi berbagilah segala perasaan percakapan anda dengan Tuhan.

1. Bawalah semua rencana baru anda kepada Tuhan
2. Libatkan Tuhan dalam perencanaan, pelaksanaan (jangan hanya bawa ke Tuhan waktu sudah terjadi masalah)
3. Bukalah ruang hatimu untuk Tuhan
4. Ayat 4, kalau kita mau berkembang, maka harus ada 1 kapasitas di dalam kita yang mau untuk BEKERJA, kalau mau capai impian besar, kamu harus siap kerja extra untuk capai itu

Bukan berarti kalau Aku memberimu visi kamu tinggal tutup mata dan waktu buka mata semua sudah terjadi, kamu harus bekerja, mengusahakannya

Ayat 4, kita harus menebang pohon - pohon itu, tidak bisa suruh malaikat untuk melakukannya bagi kita, ketika kita bekerja itulah karakter kita dibentuk oleh Tuhan, apakah kita komplain, mengeluh, menyerah?

5. Ayat 5, ada masalah yang mencapai pencapaian visi, sulit dimengerti, Tuhan yang memberi visi, mereka bawa kepada Tuhan, melibatkan Tuhan, sudah bekerja, lalu mengapa kapaknya jatuh ke dalam air? Mengapa Tuhan izinkan ini terjadi? 

Kita suka berkata, kalau ini visi dan rencana Tuhan, maka harus bebas dari semua masalah, tapi ternyata tidak selalu begitu. Satu-satunya alat (kapak yang diandalkan, sangat penting) yang mereka pakai jatuh ke dalam air, apa yang harus dilakukan saat itu?

Ayat 5, mereka tidak menjauh atau lari dari Tuhan, mereka berlari ke arah Tuhan, berseru memanggil Tuhan, Seberapa sulitpun masalah mu, tidak ada hal yang lebih berdaya guna selain menangis mencari Tuhan

Ayat 6:6, jawaban Elisa mengherankan saya, apakah ga salah caranya gitu? Bukan berenang dan cari kapaknya, tapi betul-betul terjadi Mujizat. Sebagai pemimpin, anda harus selalu dekat dengan Tuhan agar bisa mendapatkan arahan yang tepat dari Tuhan 

Anda tidak akan pernah mendapatkan solusi yang tetap di luar dari Hadirat Tuhan.

Ayat 7: ketika Tuhan memberikan solusi buat saudara, Tuhan memberikan mujizat bagi saudara, siapa yang harus mengambil solusi itu? Apakah Tuhan ? Atau anda? Alkitab menegaskannya, Tuhan sudah memberikan solusinya, Anda harus mengambil bagian saudara, lakukan.

Kalau anda mau mengalami kehidupan yang meningkat, pelajari lagi 2 Raja-Raja 6 ini .

Tuhan tidak bisa memaksakannya untuk saudara, anda harus mengambil solusi itu. 

Mau hidup yang lebih besar? Berjalanlah bersama Tuhan.

Tuhan Yesus Memberkati.

Khotbah Minggu, 22 Maret 2015
GBI Baranangsiang

7 Pesan Profetik Mujizat dalam Tahun Pelipatgandaan Mujizat - Ps. Tommy Smith



7 Pesan Profetik Mujizat dalam Tahun Pelipatgandaan Mujizat :

1. Mujizat 5 Roti 2 Ikan

Matius 14:13-21.

Unik, terjadi 4x dalam Alkitab, orang sering berkata ga cukup untuk kami, 5000 orang laki-laki lapar, masa hanya dari 5 roti 2 ikan semua bisa makan sampai kenyang, bahkan sisanya lebih 12 bakul / lebih dari pokoknya.

Pesan Profetik:
"2015 Jangan kaget, Tuhan Yesus mau kasih mujizat unik yang tidak masuk akal" Tuhan mau memberkati kita asal kita menanam. Masalahnya kalau tidak menanam tidak akan menerima.

Pengkhotbah 1 perintahkan kita menanam maka pasti menuai, selama melihat suasana, awan, kendala-kendala yang dipikirkan, maka tidak jadi menanam. Padahal kita harus menanam pada waktu pagi, siang, petang karena kita tidak tahu pada waktu mana yang subur. Tuhan bisa pakai, mungkin kita punya ga banyak, Tuhan akan pakai apa yang kita miliki dan memenuhi kebutuhan kita dengan cara yang unik dan ajaib. Amin Amin Amin.

2. Matius 17:24-27 tentang membayar pajak

Tuhan Yesus membuat mujizat untuk murid-muridNya membayar pajak, dari mulut ikan ada uang logam yang sepertinya tidak pernah terpikirkan. 

Pesan Profetik:
Tuhan akan kirim kepada kita uang yang diperlukan, mungkin Tuhan akan pakai cara yang unik dan luar biasa, bukan seperti yang kita pikirkan, cara Tuhan unik dan berbeda dari manusia

Tuhan akan bertindak dengan ajaib luar biasa supaya kita benar-benar tahu itu Tuhan yang melakukannya bagi kita dan Ia layak menerima segala peninggian kita

3. Tuhan Yesus dan murid-murid naik perahu lalu ada badai hebat

Matius 4:39, "Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali."

Pesan Profetik:
"Badai atau suasana yang membuat kita merasa terancam tidak dapat melukai kita karena perlindungan Tuhan"

Tuhan mau memberikan perlindungan kepada kita. Miliki hati yang bersyukur

4. Tuhan Yesus berjalan di atas air

Matius 14:22-33

Kalau kita melihat suasana di sekitar kita, atau melihat diri kita, tenggelam kita, tapi kalau kita tetap memandang kepada Tuhan Yesus kita selamat

Pesan Profetik:
Tuhan akan memberikan kepada kita (semua orang yang memandang kepadaNya) kuasa untuk berjalan di atas luka dan duka, bahkan di atas semua hal yang berusaha menjatuhkan kita, kita akan berjalan ketika orang lain tenggelam, Tuhan menyertai kita

5. Tuhan Yesus berkuasa atas Roh Jahat

Matius 9:25

Kuasa gelap mengikat banyak orang, hati-hati, supaya kita ga banyak dapat berkat dari Tuhan, Fellowship dengan Tuhan, kuasa gelap melakukan kekerasan bagi banyak orang

Pesan Profetik:
Tuhan akan memberikan kuasa kepada kita atas setiap kekuatan jahat yang melawan kita dan kuasa untuk menghardik pemerintahan roh jahat yang berusaha menghambat memblokir berkat Allah dari kita supaya kita ga dapat, Tuhan memberikan kita kuasa untuk mengatasi segala-galanya

Kesaksian Michelle di China yang menghancurkan patung kristal dewa, Kita menyembah Allah yang hidup, tidak patung, dan saat itu Surga Terbuka

6. Mujizat atas orang buta

Matius 9:27-31

Kadang-kadang ada proses yang tidak kita sukai.

Pesan Profetik:
Tuhan menghendaki membuka mata kita supaya melihat berkat dan manfaat yang Tuhan sediakan untuk kita, hal-hal yang mata tidak pernah lihat, yang telinga tidak pernah dengar dan yang tidak pernah timbul dalam hati kita sebab kita percaya dan taat kepada kepemimpinan Roh Kudus

Kadang-kadang dalam proses kita mengalami sesuatu yang tidak kita sukai, hal-hal yang pahit, tidak baik, dan kita melihatnya masih kurang jelas, tapi akhir dari proses kita akan melihat apa yang Tuhan lakukan dalam proses itu, Tuhan mau kita melihat manfaat dari proses yang Tuhan kerjakan

Roma 8:28, dalam proses yang sangat jelek, sepertinya sangat tidak baik, ada pembentukan dari Tuhan, Tuhan sendiri bisa melihat Anak-Nya di atas Bukit Golgota, Ia tahu dan lebih lagi merasakan penderitaan kita, Ia proses kita karena kita taat dan percaya sama Tuhan

7. Seorang perempuan yang sakit pendarahan 12 tahun

Matius 9:20-22, asal kujamah saja jubahNya aku akan sembuh, itu iman yang luar biasa ! Ia sudah pergi ke banyak dokter, uangnya banyak keluar, bukan sembuh tapi malah lebih sakit. 

Saya mau agar Bapa Ibu juga punya iman yang besar seperti itu, ga perlu ditumpang tangan, asal bisa jamah jubah Tuhan Yesus pasti sembuh. 

Pesan Profetik:
Tuhan berkata, Don't give up (jangan putus asa) masih ada mujizat kesembuhan, tidak perduli apa saja yang saudara sudah lewati, tetap percaya, jangan putus asa, tidak perduli berapa lama anda sudah tunggu, tetap percaya, mujizatmu masih ada, ulurkan tanganmu dan menerimanya dari Tuhan, don't give up, mujizat Tuhan masih ada bagi kita semua yang mau percaya akan Tuhan.

Jangan sampai kita menjadi malu, menjadi merasa terlalu berpendidikan, sehingga kita tidak mau menggunakan karunia bahasa Roh yang Tuhan berikan bawa kita, waktu kita berdoa Bahasa Roh, pesan-pesan profetik baru, kelepasan semua Tuhan berikan.

Tuhan Yesus Memberkati.


Khotbah Minggu, 29 Maret 2015

GBI Tampak Siring, Jakarta