Mengenai Saya

Foto saya
Hai sobat-sobat terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Selamat bergabung dalam Blog Catatan Khotbah Kristen, Catatan Kesaksian Harian dan Catatan Sekolah Minggu. Kami juga mengundang Saudara/i untuk tergabung dalam Facebook Diberkati N Memberkati (Sebuah forum untuk kita saling berbagi berkat, kesaksian, pengalaman dalam Tuhan Yesus, menguatkan & dikuatkan satu sama lain, semua untuk kemuliaan-NYA). Tuhan Yesus Memberkati dan Mengasihi Saudara/i :) Bagi Saudara/i yang rindu untuk menghubungi kami, baik untuk memberikan kesaksian/ memerlukan dukungan Doa, silahkan e-mail ke: diberkatinmemberkati@gmail.com - (Jesus Christ is my All in All... He is Real... He Loves Us So Much.... Yohanes 14 : 6, Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yohanes 3:16, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya (Tuhan Yesus Kristus) tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal).

Jumat, 19 Juli 2013

MEMANDANG TUHAN - Pdt. Victor Varaknimela



Memang tidak ada janji bahwa segalanya akan menjadi jalan yang mudah, tapi ada TUHAN YESUS yang mempermudah segala sesuatunya.

Nas Alkitab :
Mazmur 16:8-11, "Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa."



Kalau kita memandang kepada Tuhan, maka kita bisa lihat hal-hal indah yang Tuhan mau Ia lakukan dalam hidup kita.

Contoh orang yang memandang kepada Tuhan dalam hidupnya:

1. Elisa 

2 Raja 6:16-17, "Jawabnya: "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka." Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa."



Raja Aram tidak terima dengan Elisa yang selalu menjadi penolong bangsa Israel, suatu hari ia mengepung seluruh tempat tinggal Elisa.

Saat kita memandang Tuhan, bukan berarti tidak ada persoalan, tapi ELISA MENJADI TIDAK TAKUT MENGHADAPI PERSOALAN. 

Normalnya sebagai manusia kita takut dengan persoalan, yang tidak terduga, dimana kita tidak tahu jawabannya.

Mazmur 16 Ayat 8, "Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah." 

(bukan memandang kepada persoalan yang makin membuat goyah. Tuhan berada dekat dengan kita, tidak akan ada yang dapat menggoncangkan)



Coba letakkan benda yang kecil pas di depan mata kita, maka benda-benda lain yang besar pun jadi tidak kelihatan. Kalau Anda taruh persoalan di depan matamu, Tuhan yang besar pun bisa tidak terlihat. Maka pandanglah selalu kepada Tuhan.

"Saya memandang Yesus yang selalu menyertai saya senantiasa, entah waktu senang atau tidak senang, di tengah persoalan atau tidak ada persoalan, Tuhanlah jawabanku."

2. Abraham 

Kejadian 15:5-6,  "Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu. Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."



Sarah, Istri Abraham yang sudah lanjut usia, umur 90 tahun bisa mengandung anak sesuai yang Tuhan janjikan. Abraham berusia 100 tahun.

Tuhan bawa Abraham keluar, keluar dari tendanya (keterbatasanmu, dari kesanggupanmu), untuk melihat ke langit, melihat ke atas, bukan ke bawah. Pandang kepada Tuhan yang Maha Kuasa, Pencipta Langit dan Bumi.

Tuhan bisa hadir dalam hidup Saudara yang mengubahkan segala keadaan Saudara.

Bersama Tuhan :
Jangan berhenti, coba terus,
Jangan berhenti, maju terus,
Kegagalan pertama bukan akhir segalanya

"Saya memandang Yesus yang sanggup memberkati saya"

3. Murid-Murid Tuhan Yesus 

Matius 14:26-31, Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"



Mereka bukan lihat Tuhan, malah lihat hantu. Jangan dibalik Saudara. Orang kalau takut berteriak-teriak dan melihat hal yang salah.

Alkitab katakan, "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." (II Timotius : 1)



Orang yang takut tidak akan kemana-mana. Tidak buat apa-apa. Tidak maju.

Waktu Petrus memandang kepada Yesus, ia keluar dari kapal dan bisa berjalan di atas air, waktu itu angin dan ombak (persoalan) tidak berhenti, tetap Pandang Tuhan, engkau akan melihat Kemuliaan Tuhan yang Luar Biasa.

Waktu Petrus gentar dan tenggelam, ia berseru "Guru kasihanilah Aku" Tuhan kita penuh belas kasihan, langsung ia menolong.

"Saya memandang kepada Tuhan, karena Tuhan menolong saya"

Penutup:

Mari kita rindukan Penyertaan Tuhan dalam hidup kita dan senantiasalah memandang kepada Tuhan :
  • "Saya memandang Yesus yang selalu menyertai saya senantiasa, entah waktu senang atau tidak senang, di tengah persoalan atau tidak ada persoalan, Tuhanlah jawabanku."
  • "Saya memandang Yesus yang sanggup memberkati saya"
  • "Saya memandang kepada Tuhan, karena Tuhan menolong saya"

Memandang kepada Tuhan Yesus dengan cara :

  1. Percaya bahwa Yesus adalah Tuhan
  2. Berusahalah untuk selalu hidup dekat dengan Tuhan (Beribadah, Berdoa, Memuji Tuhan, Baca Alkitab)
  3. Rindukan Roh Tuhan mengalir memenuhi hidup Anda (aliran Air Hidup) 
  4. Izinkan Roh Tuhan bekerja - Allah Bapa, Tuhan Yesus Kristus (Penguasa Tunggal), Roh Kudus bekerja, engkau tidak lagi hidup menurut keinginanmu sendiri lagi. Tapi Tuhan yang bekerja dan berdaulat.

Matius 28:20B, "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."



Tuhan Yesus Memberkati

Minggu, 14 Juli 2013
GBI Tampak Siring

Selasa, 16 Juli 2013

MENIKMATI YANG MENJADI BAGIANKU - Pdt. Herman Santoso

Nas Alkitab : 
Amsal 30:7-9, "Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagiankuSupaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku."

Ayat 1, pasal ini ditulis oleh Agus bin Yake dari Masa. Dari tafsiran para ahli, ia adalah orang terpelajar yang mempelajari banyak hal dalam kehidupan. Pasal-ini adalah kesimpulan dari pembelajarannya.


Nasihat bijaksana ini diberikan untuk kita pelajari dan pahami.

Ia minta 2 hal kepada Tuhan, permintaan yang tidak mungkin ditolak oleh Tuhan, 

1. Jauhkanlah daripadaku KECURANGAN dan KEBOHONGAN = ia minta hidup JUJUR, BENAR, BERINTEGRITAS 

Ada 3 Alasan mengapa ia berdoa demikian:

A. Supaya ia bisa menikmati hidup dan hidup dalam ketenangan

Yesaya 32:17, "Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya."

B. Kebohongan dan kecurangan cepat atau lambat pasti terbongkar


Sepandai-pandainya anda menyimpan bangkai, cepat lambat pasti ketahuan.

Sebaliknya kebenaran itu tidak perlu dibela, suatu ketika kebenaran itu pasti muncul. Tuhan yang membela kita.

C. Iblis adalah Bapa segala dusta 

Yohanes 8:44, "Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta."

Sekalipun anda ngaku diri anda anak Tuhan, pelayan Tuhan, bahkan pendeta sekalipun, tapi kalau suka dusta, anda berarti anaknya iblis.


Matius 5:37, "Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat."

2. Jauhkanlah daripadaku kekayaan dan kemiskinan

Mengapa?

Amsal 30:9,  "Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku."
  • Mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
  • Pakai nama Tuhan untuk menipu dan Mencemarkan nama Tuhan
  • Orang kaya sering terjebak dengan kesombongan dan melupakan Tuhan

Hosea 13:6, "Ketika mereka makan rumput, maka mereka kenyang; setelah mereka kenyang, maka hati mereka meninggi; itulah sebabnya mereka melupakan Aku."
  • Orang kaya sangat sukar masuk Surga
Matius 19:23, "Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga."

Sadarilah keberadaan kita adalah berkat Tuhan semata.


Siapa yang ingin menjadi kaya?

1 Timotius 6:9-10, "Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka."



Apakah anak Tuhan tidak boleh menjadi kaya? Boleh. Abraham itu sangat kaya. Tapi ada acaranya.

Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku, jadi yang boleh kita nikmati, adalah yang menjadi JATAH (BAGIAN) kita.
  • Bagian Kita = Nikmati
  • Bagian Tuhan = Kembalikan
  • Bagian Orang lain = Jangan diambil, jangan ikut campur
Berkat yang menjadi bagianku:
  • Setiap orang memiliki Jatahnya masing-masing
  • pas
  • cocok
  • tidak menyusahkan
  • my daily bread
Bagiannya Tuhan harus dikembalikan kepada Tuhan (persepuluhan).

Inilah mengapa orang kaya sukar masuk Surga, kalau anda penghasilan 2 juta, Persepuluhan berapa ? 200ribu. Tapi kalau penghasilan 20 Milyar? Persepuluhannya 2 Milyar, kembalikan tidak?

Suami Istri nikmati bagianmu, pasanganmu, jangan iri dengan milik orang lain. Humor: makan di kaki lima atau hotel bintang lima nanti pas keluarnya sama saja, yang penting selalu makan di pinggir jalan, jangan di tengah jalan, hati-hati tertabrak. Kalau jatah (gaji) per bulan masih kecil, nikmati kalau memang saat ini masih bagianmu, setialah.

Bagian / jatah kita bisa meningkat? Bisa
Bagian / jatah kita bisa habis? Bisa
Apa yang menentukan?

Amsal 28:20, Orang yang DAPAT DIPERCAYA (hidup jujur, benar, tidak ada kecurangan) mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat kaya, tidak akan luput dari hukuman.

Jadilah ORANG KEPERCAYAANNYA TUHAN :)

Tuhan Yesus Memberkati.

GBI Kalam Hidup, Bandung
Khotbah Minggu, 7 Juli 2013

Minggu, 23 Juni 2013

Rahasia Kapan Kita Harus Berhenti - Menikmati Kingdom Facility (Fasilitas Kerajaan Allah) - Pdt. Riza Solihin


(Rest Area - Tempat Peristirahatan)

Thema Bulan Ini : "Setia Sampai Akhir"

Thema Minggu Ini : "Kingdom Facility" (Fasilitas Kerajaan Allah)

Sia-sialah semua yang kita capai apabila di waktu-waktu terakhir kita jatuh dan gagal. Saya berdoa agar kita semua setia sampai akhir.

Setiap perjalanan selalu mengkonsumsi sesuatu. Namun, pada waktu kita berjalan "on the way" menuju garis akhir, ada fasilitas-fasilitas surgawi yang Tuhan sediakan untuk kita nikmati/ gunakan.

Sebuah ilustrasi, Pak Riza harus menghadapi perjalanan dari Modern Land Jakarta menuju Bandung Pk. 12.00 siang, dengan kondisi kemacetan yang telah terbayang. Setelah berlelah-lelah, akhirnya Pak Riza bebas dari kemacetan, lepas Bekasi dan menemukan sebuah Rest Area (Tempat Peristirahatan).

Kasih karunia bukan memperpendek tujuan, tapi kasih karunia adalah fasilitas yang Tuhan berikan untuk kita mencapai tujuan akhir. Dalam perjalanan Pak Riza setelah letih berhasil lolos dari Bekasi, ada Rest Area (Tempat Peristirahatan) dimana disana ia dapat makan dan minum menu kesukaannya dan beristirahat sejenak. Itulah fasilitas kasih karunia. Tidak memperpendek tujuan dari Jakarta ke Bandung sendiri, namun fasilitas itu menyegarkan kita kembali. 

Matius 4:25, 5:1, "Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan. Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya."

Berbondong-bondong, dalam Bahasa Inggris menggunakan kata Great Multitudes (ada jumlah multiplikasi yang begitu cepat). Kabar tentang Yesus cepat sekali tersebar karena mujizat-mujizat yang Ia lakukan.


Pada ayat ini ada kejanggalan, mengapa? Mari kita kenali bagaimana hati (detak jantung) Tuhan Yesus. Semakin tersebar kabar tentang Tuhan Yesus, malah di ayat ini dikatakan Tuhan Yesus naik ke atas bukit. Mengundurkan diri dari orang banyak tersebut dan mencari waktu khusus dengan Bapa di Surga.

Lukas 5:15-16, "Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa."

Yesus yang adalah Allah, Ia tidak akan pernah kehabisan energi, mujizat, kemuliaan, tapi Ia tahu KAPAN HARUS BERHENTI. Untuk menolak permintaan-permintaan manusia, berhenti sejenak dari kesibukan-kesibukan pelayanan. Ia menyediakan waktu khusus berduaan dengan Bapa di Surga.


Tuhan Yesus tahu suatu kali kelak Ia akan mengalami kesunyian dan kesendirian, orang yang saat ini memuji-mujiNya dan berkata Hosana, suatu kelak akan meninggalkanNya, puncak kesunyian pada waktu Tuhan Yesus di kayu salib dan berkata, "Eli, Eli, Lama Sabakhtani" (Allahku, Allahku, Mengapa Engkau Meninggalkan Aku)

Segala puja puji dunia akan sunyi, tapi REST AREA (tempat peristirahatan) dengan Allah Bapa itulah kekuatan kita.

Tuhan Yesus waktu di dunia, Ia 100% Allah dan 100% manusia. Saat Ia menjadi manusia, Ia pun bisa "galau", saat itulah ingatlah selalu tersedia REST AREA, peristirahatan dengan Bapa di Surga.

Ga perlu tunggu pulang ke Rumah Bapa untuk beristirahat, karena selama tugas kita belum selesai, kita punya Fasilitas Surgawi, Tempat Peristirahatan dengan Bapa di Surga.

Di Rest Area tersedia semua yang kita perlukan, perlindungan yang sempurna dari Tuhan. 

Kesaksian Pak Risa dan Istri yang memiliki kebiasaan untuk masuk Rest Area Tuhan setiap jam 3-4 pagi. Suatu hari Istri Pak Risa duluan masuk, 1/2 2 sudah memuji menyembah Tuhan dengan merdu. Pak Riza pun bangun dan 1/2 3 masuk menyembah Tuhan, anaknya Kesya belum pulang ke Asrama karena ada acara perpisahan dengan rekan seruangannya yang akan kembali ke Korea. 1/2 3 Pak Risa telp dan Kesya baru saja bilang ia sedang ada di rumah warga, 1 rekan di mobilnya meninggal seketika karena kecelakaan. Kesya tidak luka tergores sedikitpun. Ia dalam perlindungan yang sempurna dari Tuhan Yesus.

Mazmur 91:1-16 (BACA)

Ayat 1-2, "Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai."



Waktu kita di Rest Area, semua yang kita butuhkan itu ada, perlindungan yang sempurna.


Bersyukurlah kalau di suatu titik anda diperhadapkan dengan perasaan sendirian, masuklah ke Rest Area, tempat rahasia, berduaan dengan Bapa di Surga.

Saat kita merasa lonely dan kita bisa alone dengan Bapa, hasilnya wow!

Saat kejenuhan muncul, jangan ada yang mengambil keputusan untuk kembali ke Rumah Bapa, disini tersedia Rest Area dari Bapa di surga. Memang kehidupan ini mengkonsumsi banyak energi, tapi jalani sampai setia di garis akhir.

Kejadian 2:2-3, "Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu."

Allah saja yang tidak terbatas tahu kapan harus berhenti. Bagaimana dengan kita? Orang Kristen banyak yang tidak tahu kapan harus berhenti.

Saat anda berhenti, itu bukan kemunduran, tapi konsolidasi untuk anda bisa meraih yang ada di depan anda. Rest area bukan kemunduran, liburan istirahat bukan pemborosan, tapi investasi.

Kejadian 2:3, pada waktu perhentian itu, Allah menguduskan.

Orang dagang banyak yang dagang habis-habisan mendekati Lebaran rame omset, hari Minggu tetap buka toko, hati-hati, bagaimana Quality Life kehidupan rohanimu. Jangan lewatkan waktu-waktu perhentianmu dengan Bapa di Surga setiap hari.

Teman Pak Risa yang begitu mengasihi Tuhan, tapi minggu tetap buka toko, anggapannya Minggu lagi rame-ramenya. Pak Risa sudah mendeteksi adanya kejenuhan pada Istri dan anak-anaknya. Diminta tutup tidak mau, suatu hari Pak Risa ajak ia ke Israel, perjalanan singkat merasakan bagaimana Sabat disana. Pulang dari sana Suaminya memutuskan untuk tutup toko Minggu, Istri Anak bersukacita. Dan ajaibnya ketika kita berhenti, Tuhan menguduskan, omzet toko malah meningkat, Sabtu dan Senin menjadi lebih rame.

Lagu Penutup:
Satu hal yang kurindu
Berdiam di dalam rumahMu
Satu hal yang kupinta
Menikmati baitMu Tuhan

Lebih baik satu hari dipelataranMu
Dari pada s’ribu hari di tempat lain
memujiMu menyembahMu
Kau Allah yang hidup
Dan menikmati s’mua kemurahanMu.

Ayat Penutup:
1 Petrus 4 : 7, "Jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa."

Ayatnya tidak bilang: Berdoalah supaya kamu jadi tenang, tetapi kita yang harus menjadi tenang supaya dapat berdoa. Biarlah kita ketagihan untuk berada di Rest Area (Tempat Peristirahatan), Secret Place (Tempat Rahasia), Menikmati Secret Time (Waktu rahasia berduaan dengan Bapa di Surga). 

Lagu:
You are my hiding place (Kau lah tempat persembunyianku)
You always fill my heart (Kau selalu memenuhi hatiku)
With songs of deliverance (Dengan lagu yang memerdekakan)
Whenever I am afraid (Kapanku ku takut)
I will trust in You (Ku kan selalu percaya padaMu)

I will trust in You (Ku percaya padaMu)
Let the weak say (Biarlah yang lemah berkata)
I am strong (Aku kuat)
In the strength of the Lord (Dalam kekuatan Tuhan)
I will trust in You (Ku percaya padaMu)
Tuhan Yesus Memberkati.

Khotbah Minggu, 23 Juni 2013
GBI Barangsiang (Sukawarna), Bandung

Selasa, 18 Juni 2013

Kasih Allah Tanpa Syarat, Berkat Allah Bersyarat (4 Langkah Naik Level) - Pdt. Minarto Jonathan


Nas Alkitab : 

Yesaya 27:6, "Pada hari-hari yang akan datang, Yakub akan berakar, Israel akan berkembang dan bertunas dan memenuhi muka bumi dengan hasilnya."

TUHAN tidak menginginkan kita selalu dalam posisi yang sama, Tuhan merindukan kita setiap hari mengalami PENINGKATAN LEVEL, BERTUMBUH & BERBUAH.

The next level tidak akan terjadi tanpa PERUBAHAN ROHANI. Waktu kita naik 1 level dalam alam rohani, baru kita naik 1 level dalam alam jasmani.

Berkat dan Syarat. Ulangan 28:13-14,  "TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya."

Kasih Allah itu TANPA SYARAT, tapi Berkat Allah itu ADA SYARAT 

---> Berkat turun APABILA kita menjadi PELAKU FIRMAN YANG SETIA.

Apakah konsep "Kehidupan seperti RODA KEHIDUPAN kadang di atas kadang di bawah" itu sesuai dengan konsep Alkitab? TIDAK.

(Orang bilang ada kalanya bisnis bagus, ada kalanya kurang bagus, ada kalanya sehat, ada kalanya sakit)

Alkitab katakan engkau akan tetap naik dan tidak turun.

Konsep perumpamaan kita pergi dari kota ke Puncak, meskipun di Puncak ada jalan naik turun tapi posisi kita tetap sudah berada di Puncak, tetap naik dan tidak turun.

Pengkhotbah 3:1, "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya."

Apa yang harus dilakukan untuk Entering The Next Level:

1. Jangan iri dengan orang fasik

Amsal 24:16, "Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana."

Amsal 24:19-20, "Jangan menjadi marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri kepada orang fasik. Karena tidak ada masa depan bagi penjahat, pelita orang fasik akan padam."

Jangan pernah "menjual" Nama Yesus demi jabatan, iming-iming apapun yang sedang kita inginkan.

Next Level itu tidak otomatis. 

Orang yang selalu mengejar karir untuk tetap menanjak naik, banyak kehilangan waktu dengan keluarga, istri dan anak-anaknya. Justru di saat penurunan, saatnya untuk kita memulihkan (recharge) diri, instropeksi apa yang menjadi penyebab gagal dan memperbaikinya.

2. Jadilah orang yang Setia dalam proses yang ada

Ulangan 28:13-14, "TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya."

Hanya orang yang setia yang bisa menerima Janji Tuhan.

Saat ini bukan saatnya orang hanya memikirkan mengumpulkan harta di bumi. Tapi pikirkan setiap kita cepat atau lambat akan pulang. Apakah kalau kita dipanggil Tuhan hari ini kita masuk Surga? Dan kalau masuk Surga, seperti apa rumah kita di Surga? Setiap kita menginjil, jadi saksi, berbuat baik, kita sedang mengirimkan bahan bangunan ke Surga untuk rumah kita.

Kalau kita saat ini masih berdoa untuk Papa, Mama, Kakek, Nenek, Saudara Kandung kita, siapapun, yang belum menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, tetaplah setia doakan. Percaya satu orang diselamatkan, seisi rumah diselamatkan. Kalau bukan Roh Kudus yang menjamah seseorang, mau diinjili ratusan kali bahkan sampai oleh Pak Niko sekalipun setiap hari, tidak akan bertobat. Tetap berdoa dan lihat suatu hari Roh Kudus bekerja. 

Kesaksian : Doa Pak Minarto untuk Mamanya yang adalah dukun paranormal, "Tuhan jangan panggil Mama sebelum menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Menjelang akhir hidup Mamanya, di rumah sakit, sesak nafas, Pak Minarto hanya berdoa bahasa roh, tanpa ngomong Firman apapun, Tuhan jamah, Mamahnya bisa tiba-tiba minta minum jus dan bisa segar, langsung ngobrol ini saatnya Mamah terima Tuhan Yesus, Mamahnya mau. Ia bertobat dan satu bulan kemudian dipanggil Tuhan.

3. Jaga Kekudusan 

Kejadian 39, Yusuf dan Istri Potifar

Tiga godaan untuk naik level : Harta, Tahta, Wanita

Harta, seringkali membuat kita terlena oleh Berkat, padahal Harta tidak menjamin Kebahagiaan.

Tahta. Bahkan di Gerejapun banyak yang mengejar jabatan. Padahal, kalau kita melayani sekecil apapun pelayanannya dengan yang melayani di mimbar, kalau kita dengan segenap hati melakukannya, upahnya itu sama di mata Tuhan.

Wanita. Kekudusan itu tidak bisa diciptakan, menjaga Kekudusan adalah Keputusan. Waktu kita berinteraksi dengan orang yang tidak kudus, disitulah Standard Kekudusan kita terlihat.

4. Mendekat kepada Allah (Bergaul karib dengan Tuhan)

Yakobus 4:8, "Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu."

Yohanes 15:7, "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya."

Keintiman adalah STANDARD MUTLAK untuk kita bisa Naik Level.

Tuhan ga ingin KEINTIMAN SESAAT, hanya datang Ibadah menikmati Hadirat Tuhan 2 jam inilah Keintiman Sesaat.

Tamu datang ke rumah 2 jam, ngobrol begitu banyak hal dan sangat intim (dekat). Tapi begitu pulang, keintiman itu juga selesai.

Tuhan ga ingin sebagai Tamu, tapi Ia ingin keintiman 24 jam, dalam melakukan aktivitas kita, kita bisa tetap intim dengan Tuhan dari hati kita. Setiap keputusan kita pun akan diberkati dipimpin Tuhan.

Intim dengan Tuhan seperti kita berada di atas Menara (Gedung) yang Tinggi. Orang yang tinggal di level yang tinggi, melihat sudut pandang horizontal begitu luas, setiap keputusan berasal dari Roh Kudus dan tidak akan salah.

Makanya orang yang mengambil keputusan saat di "bawah" sering salah. Naiklah ke Menara Doa. Berhasil bersama Tuhan.


Tuhan Yesus Memberkati

Khotbah Minggu, 16 Juni 2013
GBI Tampak Siring

Sabtu, 15 Juni 2013

KESETIAAN - Pdm. Yahya Tjahaja

Dalam hubungan dengan TUHAN, kehidupan rumah tangga, bisnis, pekerjaan, dll, kesetiaan sangatlah diperlukan.

Kesetiaan adalah salah satu dari Buah Roh. 

Amsal 20:6, "Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?"

Definisi Kesetiaan:
  • Berpegang teguh pada janji, pendirian.
  • Patuh, taat.
  • Bagaimanapun berat tugas yang harus dijalankan.
Kesetiaan menurut Alkitab:
  • Dalam Perjanjian Lama:
Emunah 
(kokoh, tidak tergoyahkan, tidak berubah)
(steady, trully, truth, fairly)

Dikatakan dalam Alkitab, Allah kita adalah Allah yang setia, tidak pernah berubah, kasih setia-Nya sampai ke awan-awan.
  • Dalam Perjanjian Baru:
Pistos
(Dapat / layak dipercaya, taat, orang percaya)
(Trustworthy, believe, sure, true)

Janji Tuhan bagi orang yang Setia:
  • Ulangan 28:1, "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.
  • Ulangan 28:13-14, "TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya."
AMIN !!! Syaratnya: "kaulakukan dengan setia"

Ciri-ciri orang yang setia:

1. Tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri (KONSISTEN)

Jangan bilang flexible ke kanan bisa, ke kiri bisa. Kita jangan menyimpang ke kanan dan ke kiri, tapi harus tetap lurus mengikuti apa mau Tuhan.

Ulangan 5:32-33, "Maka lakukanlah semuanya itu dengan setia, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri. Segenap jalan, yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, haruslah kamu jalani, supaya kamu hidup, dan baik keadaanmu serta lanjut umurmu di negeri yang akan kamu duduki."

Tetap di jalan Tuhan, tidak cari jalan lain untuk mendapatkan pertolongan dalam hidup ini.

2. Bertahan sampai akhir (PERSISTENT)

Wahyu 2:10 B, "Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. 

Ketaatan sebagian (hanya menuruti sebagian Firman Tuhan) merupakan ketidaktaatan.

Ketaatan yang ditunda juga merupakan ketidaktaatan (pelanggaran, ketidaksetiaan)

Contoh ketidaksetiaan dalam Alkitab:
* Raja Saul (tidak memusnahkan seluruh ternak seperti diperintahkan dan memilih menyimpan yang baik dengan alasan untuk dipersembahkan kepada Tuhan)
* Simon Petrus (ia tidak setia dan takut mengakui Tuhan Yesus)
* Yudas Iskariot (kesetiaan Tuhan dihargai dengan 30 keping perak)

Contoh kesetiaan dalam Alkitab:
* Sadrakh, Mesakh, Abednego (sekalipun dimasuki dapur api tetap setia)
* Daniel (sekalipun dimasuki ke gua singa tetap setia tidak menyembah berhala)
* Rasul Paulus (dipenjara, disiksa, didera hampir mati berapa kali tapi ia tetap setia kepada Tuhan hingga garis akhir kehidupannya)

Apa akibat kalau kita tidak setia?

Ulangan 32:20, "Ia berfirman: Aku hendak menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, dan melihat bagaimana kesudahan mereka, sebab mereka itu suatu angkatan yang bengkok, anak-anak yang tidak mempunyai kesetiaan."

"anak-anak yang tidak mempunyai kesetiaan"

Ilustrasi : Manusia dan Buku Kehidupan 
(Halaman depan adalah saat kita lahir, halaman belakang saat dipanggil Tuhan, ada yang bukunya tipis (hari-hari hidupnya sedikit), ada yang bukunya tebal (Tuhan mempercayakan umur panjang)

Yang terpenting bagaimana kita mengisi buku kita, bukan tebal tipisnya, ada buku yang tipis tapi menarik, ada yang tebal tapi tidak menarik. 

Adakah kesetiaan dalam buku kehidupan kita? Tuhan Yesus Kristus adalah teladan hidup kita.

Tuhan Yesus Memberkati.

Senin, 03 Juni 2013

MEMBANGUN MASA DEPAN - Pdm. Hendri Sutedja


Building Your Future (Membangun Masa Depan Anda)

Mungkin banyak dari kita yang mengalami putus asa, lelah dengan segala yang dialami. Mari kita baca 2 bagian Alkitab berikut:

Amsal 23:18, "Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang."



Yeremia 29:11, "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."


Masa depan tidak datang begitu saja, ada banyak Gereja Tuhan kehilangan masa depannya.

Anda yang ada di usia senja, dewasa, remaja, anak-anak, perhatikan Masa depan perlu dibangun dari saat ini.

3 hal yang harus diperhatikan untuk membangun masa depan, yaitu :

1. Bangun relasi, bangun keahlian


Pengkhotbah 10:10, "Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat."


Apa yang sudah Tuhan kasih, sekecil apapun, PERTAJAM. 

Bangun dedikasi, pengabdian, kerajinan. Tuhan akan memberi HIKMAT untuk kita berhasil.

Tuhan tetapkan kita jadi kepala dan bukan ekor, menjadi di atas rata-rata.

Dunia semakin cerdik dan pandai, tapi kita punya Hikmat yang berasal dari ROH TUHAN.

Yohanes 14:26, "tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu."


Roh Kudus yang akan mengajarkan segala sesuatu kepada kita. Ia GURU yang akan mengajarkan keahlian kepada kita dan memberi hikmat marifat.


Nuh sanggup membangun Bahtera dimana sebelumnya belum pernah ada contoh Bahtera, dari mana bisa? ROH TUHAN.

Yusuf narapidana di penjara, tapi ia berdoa meminta Hikmat Roh Kudus, ia menjadi pemimpin Mesir dan menyelesaikan masalah kelaparan dunia pada waktu itu.

Akui Eksistensi TUHAN, jangan sombong, hidup KUDUS. Banyak masuk HADIRAT TUHAN. Waktu saya Doa, Tuhan bicara, ingatkan sesuatu, kasih sesuatu.

Roh Kudus saya bodoh, ga mampu, gimana Tuhan, beri hikmat, aku datang kepadaMu, Engkau memberi Hikmat, Mimpi, Petunjuk yang luar biasa.

Selain itu, bangun juga RELASI.
* Bangun etika kesopanan kita
* Perbaiki hubungan yang rusak
* Bangun lagi gairah untuk menghormati menghargai orang lain (menganggap seseorang bernilai, berbobot, bukan karena ia orang besar, semua orang dihargai)
* Sambut orang lain, menarik, bersahabat

Pengalaman ketika Bp. Hendri mendatangi sebuah showroom untuk menjual mobil. Pegawai mengantar Pak Hendri menemui Bosnya, dari jauh Bos itu telah tersenyum ramah dan menyambut. Pemilik showroom memberikan penawaran harga setelah memeriksa kondisi mobil Pak Hendri. Tapi harga yang ditawarkan ternyata terlalu rendah dalam benak Pak Hendri. Lalu satu pernyataan yang tak pernah dilupakan Pak Hendri sampai saat ini, "Pak, saya tidak masalah Bpk jadi jual mobil kepada saya atau tidak hari ini, tapi yang penting saya bisa kenal Bp hari ini." Wah saya sangat merasa dihargai. Lalu pemilik showroom mengajak masuk, duduk ngobrol-ngobrol lalu ia memanggil salah seorang office boy nya dan berkata tanpa memarahi, "Kalau ada tamu saya kasih teh botol".  Akhirnya karena sudah merasa akrab cocok (ada relasi hubungan yang terbangun), Bp. Hendri jadi jual mobilnya kepada pemilih showroom tersebut.


2. Bangun KARAKTER


MASA DEPAN = GRACE / FAVOR (ANUGERAH PERKENANAN)


Rahasia bagaimana menarik Perkenanan dari Bapa di Surga :
* Wajahmu wajah menarik Berkat (Sukakan Hati Tuhan)

Favor datang ketika kita memiliki Karakter Ilahi, 

Matius 25:21, "Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu."

"dalam kebahagian tuanmu" = standard kebahagiaannya Tuhan. Yang belum pernah saudara pikirkan dan bayangkan.


Ilustrasi: seorang pembantu dari desa yang belum pernah diajak ke restoran mewah, ia disambut, dilayani, ditanya mau makan apa, sudah makan ditanya lagi anda puas, ia sampai tidak dapat berkata-kata karena semua itu tidak pernah ia alami atau terlintas di benaknya.

Salah satu karakter terpenting: KESETIAAN

Orang pikir Setia itu tidak berbuat apa-apa, asal tidak kemana-mana. Tapi tidak, Setia itu kita memberikan nilai lebih, sekecil apapun pekerjaannya, ia lakukan dengan semangat untuk memberi yang terbaik. Dimata Tuhan itu setia. 

Yang terakhir, yang paling fundamental, 

3. DIMANAKAH ANDA MEMBANGUN SEMUANYA ITU?

BANGUNLAH FONDASI ILAHI

Kisah Rasul 4:11-12, "Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan -- yaitu kamu sendiri --, namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Fondasi kita dalam Tuhan Yesus tidak akan bergeser,

* Yesus Kristus harus selalu menjadi alasan, motivasi, di tempat PERTAMA dalam hidup kita.
* Serahkan, percayakan semuanya kepada Yesus Kristus

Yesaya 9:5-6, "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini."

Allah yang Perkasa (El Gibor, Pahlawanmu) akan menyatakan pribadinya pada waktu umat-Nya berperang, hampir kalah, putus asa, ketika engkau berteriak YESUS, Ia akan datang menolong dan menyelamatkanmu.


Setiap hari dalam hidup kita adalah peperangan rohani. Ketika engkau merasa hampir kalah, serahkan datang sama Tuhan Yesus, Ia kemenangan kita. Ia tidak pernah terlambat menterjemahkan air matamu "SOS" Tuhan selamatkan hidup, jiwa, keluarga, bisnis apapun masalahmu.

Kapal Titanic tenggelam karena menara terlambat menterjemahkan signal SOS yang dikirim untuk meminta bantuan.

Lagu:

AKU PERCAYA
Sari Simorangkir

TIADA YANG SEPERTI ENGKAU
BEGITU MENGASIHIKU
KAU TUHAN SANGGUP MENJAWAB
SEMUA SERU DOAKU


TIADA YANG SEPERTI ENGKAU
BEGITU MENGASIHIKU
KAU TUHAN SANGGUP MELAWAT
SELURUH KEHIDUPANKU

REFF:
AKU PERCAYA, TUHANKU AJAIB
KAU TURUN TANGAN MEMULIHKANKU
AKU PERCAYA, TUHANKU DAHSYAT
KAU TURUN TANGAN MEMBERKATIKU
(KAU TURUN TANGAN MENYEMBUHKANKU)

Tuhan Yesus Memberkati. 

Minggu, 2 Juni 2013 
GBI Baranangsiang (Sukawarna) - Bandung