Mengenai Saya

Foto saya
Hai sobat-sobat terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Selamat bergabung dalam Blog Catatan Khotbah Kristen, Catatan Kesaksian Harian dan Catatan Sekolah Minggu. Kami juga mengundang Saudara/i untuk tergabung dalam Facebook Diberkati N Memberkati (Sebuah forum untuk kita saling berbagi berkat, kesaksian, pengalaman dalam Tuhan Yesus, menguatkan & dikuatkan satu sama lain, semua untuk kemuliaan-NYA). Tuhan Yesus Memberkati dan Mengasihi Saudara/i :) Bagi Saudara/i yang rindu untuk menghubungi kami, baik untuk memberikan kesaksian/ memerlukan dukungan Doa, silahkan e-mail ke: diberkatinmemberkati@gmail.com - (Jesus Christ is my All in All... He is Real... He Loves Us So Much.... Yohanes 14 : 6, Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yohanes 3:16, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya (Tuhan Yesus Kristus) tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal).

Minggu, 23 Juni 2013

Rahasia Kapan Kita Harus Berhenti - Menikmati Kingdom Facility (Fasilitas Kerajaan Allah) - Pdt. Riza Solihin


(Rest Area - Tempat Peristirahatan)

Thema Bulan Ini : "Setia Sampai Akhir"

Thema Minggu Ini : "Kingdom Facility" (Fasilitas Kerajaan Allah)

Sia-sialah semua yang kita capai apabila di waktu-waktu terakhir kita jatuh dan gagal. Saya berdoa agar kita semua setia sampai akhir.

Setiap perjalanan selalu mengkonsumsi sesuatu. Namun, pada waktu kita berjalan "on the way" menuju garis akhir, ada fasilitas-fasilitas surgawi yang Tuhan sediakan untuk kita nikmati/ gunakan.

Sebuah ilustrasi, Pak Riza harus menghadapi perjalanan dari Modern Land Jakarta menuju Bandung Pk. 12.00 siang, dengan kondisi kemacetan yang telah terbayang. Setelah berlelah-lelah, akhirnya Pak Riza bebas dari kemacetan, lepas Bekasi dan menemukan sebuah Rest Area (Tempat Peristirahatan).

Kasih karunia bukan memperpendek tujuan, tapi kasih karunia adalah fasilitas yang Tuhan berikan untuk kita mencapai tujuan akhir. Dalam perjalanan Pak Riza setelah letih berhasil lolos dari Bekasi, ada Rest Area (Tempat Peristirahatan) dimana disana ia dapat makan dan minum menu kesukaannya dan beristirahat sejenak. Itulah fasilitas kasih karunia. Tidak memperpendek tujuan dari Jakarta ke Bandung sendiri, namun fasilitas itu menyegarkan kita kembali. 

Matius 4:25, 5:1, "Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan. Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya."

Berbondong-bondong, dalam Bahasa Inggris menggunakan kata Great Multitudes (ada jumlah multiplikasi yang begitu cepat). Kabar tentang Yesus cepat sekali tersebar karena mujizat-mujizat yang Ia lakukan.


Pada ayat ini ada kejanggalan, mengapa? Mari kita kenali bagaimana hati (detak jantung) Tuhan Yesus. Semakin tersebar kabar tentang Tuhan Yesus, malah di ayat ini dikatakan Tuhan Yesus naik ke atas bukit. Mengundurkan diri dari orang banyak tersebut dan mencari waktu khusus dengan Bapa di Surga.

Lukas 5:15-16, "Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa."

Yesus yang adalah Allah, Ia tidak akan pernah kehabisan energi, mujizat, kemuliaan, tapi Ia tahu KAPAN HARUS BERHENTI. Untuk menolak permintaan-permintaan manusia, berhenti sejenak dari kesibukan-kesibukan pelayanan. Ia menyediakan waktu khusus berduaan dengan Bapa di Surga.


Tuhan Yesus tahu suatu kali kelak Ia akan mengalami kesunyian dan kesendirian, orang yang saat ini memuji-mujiNya dan berkata Hosana, suatu kelak akan meninggalkanNya, puncak kesunyian pada waktu Tuhan Yesus di kayu salib dan berkata, "Eli, Eli, Lama Sabakhtani" (Allahku, Allahku, Mengapa Engkau Meninggalkan Aku)

Segala puja puji dunia akan sunyi, tapi REST AREA (tempat peristirahatan) dengan Allah Bapa itulah kekuatan kita.

Tuhan Yesus waktu di dunia, Ia 100% Allah dan 100% manusia. Saat Ia menjadi manusia, Ia pun bisa "galau", saat itulah ingatlah selalu tersedia REST AREA, peristirahatan dengan Bapa di Surga.

Ga perlu tunggu pulang ke Rumah Bapa untuk beristirahat, karena selama tugas kita belum selesai, kita punya Fasilitas Surgawi, Tempat Peristirahatan dengan Bapa di Surga.

Di Rest Area tersedia semua yang kita perlukan, perlindungan yang sempurna dari Tuhan. 

Kesaksian Pak Risa dan Istri yang memiliki kebiasaan untuk masuk Rest Area Tuhan setiap jam 3-4 pagi. Suatu hari Istri Pak Risa duluan masuk, 1/2 2 sudah memuji menyembah Tuhan dengan merdu. Pak Riza pun bangun dan 1/2 3 masuk menyembah Tuhan, anaknya Kesya belum pulang ke Asrama karena ada acara perpisahan dengan rekan seruangannya yang akan kembali ke Korea. 1/2 3 Pak Risa telp dan Kesya baru saja bilang ia sedang ada di rumah warga, 1 rekan di mobilnya meninggal seketika karena kecelakaan. Kesya tidak luka tergores sedikitpun. Ia dalam perlindungan yang sempurna dari Tuhan Yesus.

Mazmur 91:1-16 (BACA)

Ayat 1-2, "Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai."



Waktu kita di Rest Area, semua yang kita butuhkan itu ada, perlindungan yang sempurna.


Bersyukurlah kalau di suatu titik anda diperhadapkan dengan perasaan sendirian, masuklah ke Rest Area, tempat rahasia, berduaan dengan Bapa di Surga.

Saat kita merasa lonely dan kita bisa alone dengan Bapa, hasilnya wow!

Saat kejenuhan muncul, jangan ada yang mengambil keputusan untuk kembali ke Rumah Bapa, disini tersedia Rest Area dari Bapa di surga. Memang kehidupan ini mengkonsumsi banyak energi, tapi jalani sampai setia di garis akhir.

Kejadian 2:2-3, "Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu."

Allah saja yang tidak terbatas tahu kapan harus berhenti. Bagaimana dengan kita? Orang Kristen banyak yang tidak tahu kapan harus berhenti.

Saat anda berhenti, itu bukan kemunduran, tapi konsolidasi untuk anda bisa meraih yang ada di depan anda. Rest area bukan kemunduran, liburan istirahat bukan pemborosan, tapi investasi.

Kejadian 2:3, pada waktu perhentian itu, Allah menguduskan.

Orang dagang banyak yang dagang habis-habisan mendekati Lebaran rame omset, hari Minggu tetap buka toko, hati-hati, bagaimana Quality Life kehidupan rohanimu. Jangan lewatkan waktu-waktu perhentianmu dengan Bapa di Surga setiap hari.

Teman Pak Risa yang begitu mengasihi Tuhan, tapi minggu tetap buka toko, anggapannya Minggu lagi rame-ramenya. Pak Risa sudah mendeteksi adanya kejenuhan pada Istri dan anak-anaknya. Diminta tutup tidak mau, suatu hari Pak Risa ajak ia ke Israel, perjalanan singkat merasakan bagaimana Sabat disana. Pulang dari sana Suaminya memutuskan untuk tutup toko Minggu, Istri Anak bersukacita. Dan ajaibnya ketika kita berhenti, Tuhan menguduskan, omzet toko malah meningkat, Sabtu dan Senin menjadi lebih rame.

Lagu Penutup:
Satu hal yang kurindu
Berdiam di dalam rumahMu
Satu hal yang kupinta
Menikmati baitMu Tuhan

Lebih baik satu hari dipelataranMu
Dari pada s’ribu hari di tempat lain
memujiMu menyembahMu
Kau Allah yang hidup
Dan menikmati s’mua kemurahanMu.

Ayat Penutup:
1 Petrus 4 : 7, "Jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa."

Ayatnya tidak bilang: Berdoalah supaya kamu jadi tenang, tetapi kita yang harus menjadi tenang supaya dapat berdoa. Biarlah kita ketagihan untuk berada di Rest Area (Tempat Peristirahatan), Secret Place (Tempat Rahasia), Menikmati Secret Time (Waktu rahasia berduaan dengan Bapa di Surga). 

Lagu:
You are my hiding place (Kau lah tempat persembunyianku)
You always fill my heart (Kau selalu memenuhi hatiku)
With songs of deliverance (Dengan lagu yang memerdekakan)
Whenever I am afraid (Kapanku ku takut)
I will trust in You (Ku kan selalu percaya padaMu)

I will trust in You (Ku percaya padaMu)
Let the weak say (Biarlah yang lemah berkata)
I am strong (Aku kuat)
In the strength of the Lord (Dalam kekuatan Tuhan)
I will trust in You (Ku percaya padaMu)
Tuhan Yesus Memberkati.

Khotbah Minggu, 23 Juni 2013
GBI Barangsiang (Sukawarna), Bandung

Selasa, 18 Juni 2013

Kasih Allah Tanpa Syarat, Berkat Allah Bersyarat (4 Langkah Naik Level) - Pdt. Minarto Jonathan


Nas Alkitab : 

Yesaya 27:6, "Pada hari-hari yang akan datang, Yakub akan berakar, Israel akan berkembang dan bertunas dan memenuhi muka bumi dengan hasilnya."

TUHAN tidak menginginkan kita selalu dalam posisi yang sama, Tuhan merindukan kita setiap hari mengalami PENINGKATAN LEVEL, BERTUMBUH & BERBUAH.

The next level tidak akan terjadi tanpa PERUBAHAN ROHANI. Waktu kita naik 1 level dalam alam rohani, baru kita naik 1 level dalam alam jasmani.

Berkat dan Syarat. Ulangan 28:13-14,  "TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya."

Kasih Allah itu TANPA SYARAT, tapi Berkat Allah itu ADA SYARAT 

---> Berkat turun APABILA kita menjadi PELAKU FIRMAN YANG SETIA.

Apakah konsep "Kehidupan seperti RODA KEHIDUPAN kadang di atas kadang di bawah" itu sesuai dengan konsep Alkitab? TIDAK.

(Orang bilang ada kalanya bisnis bagus, ada kalanya kurang bagus, ada kalanya sehat, ada kalanya sakit)

Alkitab katakan engkau akan tetap naik dan tidak turun.

Konsep perumpamaan kita pergi dari kota ke Puncak, meskipun di Puncak ada jalan naik turun tapi posisi kita tetap sudah berada di Puncak, tetap naik dan tidak turun.

Pengkhotbah 3:1, "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya."

Apa yang harus dilakukan untuk Entering The Next Level:

1. Jangan iri dengan orang fasik

Amsal 24:16, "Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana."

Amsal 24:19-20, "Jangan menjadi marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri kepada orang fasik. Karena tidak ada masa depan bagi penjahat, pelita orang fasik akan padam."

Jangan pernah "menjual" Nama Yesus demi jabatan, iming-iming apapun yang sedang kita inginkan.

Next Level itu tidak otomatis. 

Orang yang selalu mengejar karir untuk tetap menanjak naik, banyak kehilangan waktu dengan keluarga, istri dan anak-anaknya. Justru di saat penurunan, saatnya untuk kita memulihkan (recharge) diri, instropeksi apa yang menjadi penyebab gagal dan memperbaikinya.

2. Jadilah orang yang Setia dalam proses yang ada

Ulangan 28:13-14, "TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya."

Hanya orang yang setia yang bisa menerima Janji Tuhan.

Saat ini bukan saatnya orang hanya memikirkan mengumpulkan harta di bumi. Tapi pikirkan setiap kita cepat atau lambat akan pulang. Apakah kalau kita dipanggil Tuhan hari ini kita masuk Surga? Dan kalau masuk Surga, seperti apa rumah kita di Surga? Setiap kita menginjil, jadi saksi, berbuat baik, kita sedang mengirimkan bahan bangunan ke Surga untuk rumah kita.

Kalau kita saat ini masih berdoa untuk Papa, Mama, Kakek, Nenek, Saudara Kandung kita, siapapun, yang belum menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, tetaplah setia doakan. Percaya satu orang diselamatkan, seisi rumah diselamatkan. Kalau bukan Roh Kudus yang menjamah seseorang, mau diinjili ratusan kali bahkan sampai oleh Pak Niko sekalipun setiap hari, tidak akan bertobat. Tetap berdoa dan lihat suatu hari Roh Kudus bekerja. 

Kesaksian : Doa Pak Minarto untuk Mamanya yang adalah dukun paranormal, "Tuhan jangan panggil Mama sebelum menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Menjelang akhir hidup Mamanya, di rumah sakit, sesak nafas, Pak Minarto hanya berdoa bahasa roh, tanpa ngomong Firman apapun, Tuhan jamah, Mamahnya bisa tiba-tiba minta minum jus dan bisa segar, langsung ngobrol ini saatnya Mamah terima Tuhan Yesus, Mamahnya mau. Ia bertobat dan satu bulan kemudian dipanggil Tuhan.

3. Jaga Kekudusan 

Kejadian 39, Yusuf dan Istri Potifar

Tiga godaan untuk naik level : Harta, Tahta, Wanita

Harta, seringkali membuat kita terlena oleh Berkat, padahal Harta tidak menjamin Kebahagiaan.

Tahta. Bahkan di Gerejapun banyak yang mengejar jabatan. Padahal, kalau kita melayani sekecil apapun pelayanannya dengan yang melayani di mimbar, kalau kita dengan segenap hati melakukannya, upahnya itu sama di mata Tuhan.

Wanita. Kekudusan itu tidak bisa diciptakan, menjaga Kekudusan adalah Keputusan. Waktu kita berinteraksi dengan orang yang tidak kudus, disitulah Standard Kekudusan kita terlihat.

4. Mendekat kepada Allah (Bergaul karib dengan Tuhan)

Yakobus 4:8, "Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu."

Yohanes 15:7, "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya."

Keintiman adalah STANDARD MUTLAK untuk kita bisa Naik Level.

Tuhan ga ingin KEINTIMAN SESAAT, hanya datang Ibadah menikmati Hadirat Tuhan 2 jam inilah Keintiman Sesaat.

Tamu datang ke rumah 2 jam, ngobrol begitu banyak hal dan sangat intim (dekat). Tapi begitu pulang, keintiman itu juga selesai.

Tuhan ga ingin sebagai Tamu, tapi Ia ingin keintiman 24 jam, dalam melakukan aktivitas kita, kita bisa tetap intim dengan Tuhan dari hati kita. Setiap keputusan kita pun akan diberkati dipimpin Tuhan.

Intim dengan Tuhan seperti kita berada di atas Menara (Gedung) yang Tinggi. Orang yang tinggal di level yang tinggi, melihat sudut pandang horizontal begitu luas, setiap keputusan berasal dari Roh Kudus dan tidak akan salah.

Makanya orang yang mengambil keputusan saat di "bawah" sering salah. Naiklah ke Menara Doa. Berhasil bersama Tuhan.


Tuhan Yesus Memberkati

Khotbah Minggu, 16 Juni 2013
GBI Tampak Siring

Sabtu, 15 Juni 2013

KESETIAAN - Pdm. Yahya Tjahaja

Dalam hubungan dengan TUHAN, kehidupan rumah tangga, bisnis, pekerjaan, dll, kesetiaan sangatlah diperlukan.

Kesetiaan adalah salah satu dari Buah Roh. 

Amsal 20:6, "Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?"

Definisi Kesetiaan:
  • Berpegang teguh pada janji, pendirian.
  • Patuh, taat.
  • Bagaimanapun berat tugas yang harus dijalankan.
Kesetiaan menurut Alkitab:
  • Dalam Perjanjian Lama:
Emunah 
(kokoh, tidak tergoyahkan, tidak berubah)
(steady, trully, truth, fairly)

Dikatakan dalam Alkitab, Allah kita adalah Allah yang setia, tidak pernah berubah, kasih setia-Nya sampai ke awan-awan.
  • Dalam Perjanjian Baru:
Pistos
(Dapat / layak dipercaya, taat, orang percaya)
(Trustworthy, believe, sure, true)

Janji Tuhan bagi orang yang Setia:
  • Ulangan 28:1, "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.
  • Ulangan 28:13-14, "TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya."
AMIN !!! Syaratnya: "kaulakukan dengan setia"

Ciri-ciri orang yang setia:

1. Tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri (KONSISTEN)

Jangan bilang flexible ke kanan bisa, ke kiri bisa. Kita jangan menyimpang ke kanan dan ke kiri, tapi harus tetap lurus mengikuti apa mau Tuhan.

Ulangan 5:32-33, "Maka lakukanlah semuanya itu dengan setia, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri. Segenap jalan, yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, haruslah kamu jalani, supaya kamu hidup, dan baik keadaanmu serta lanjut umurmu di negeri yang akan kamu duduki."

Tetap di jalan Tuhan, tidak cari jalan lain untuk mendapatkan pertolongan dalam hidup ini.

2. Bertahan sampai akhir (PERSISTENT)

Wahyu 2:10 B, "Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. 

Ketaatan sebagian (hanya menuruti sebagian Firman Tuhan) merupakan ketidaktaatan.

Ketaatan yang ditunda juga merupakan ketidaktaatan (pelanggaran, ketidaksetiaan)

Contoh ketidaksetiaan dalam Alkitab:
* Raja Saul (tidak memusnahkan seluruh ternak seperti diperintahkan dan memilih menyimpan yang baik dengan alasan untuk dipersembahkan kepada Tuhan)
* Simon Petrus (ia tidak setia dan takut mengakui Tuhan Yesus)
* Yudas Iskariot (kesetiaan Tuhan dihargai dengan 30 keping perak)

Contoh kesetiaan dalam Alkitab:
* Sadrakh, Mesakh, Abednego (sekalipun dimasuki dapur api tetap setia)
* Daniel (sekalipun dimasuki ke gua singa tetap setia tidak menyembah berhala)
* Rasul Paulus (dipenjara, disiksa, didera hampir mati berapa kali tapi ia tetap setia kepada Tuhan hingga garis akhir kehidupannya)

Apa akibat kalau kita tidak setia?

Ulangan 32:20, "Ia berfirman: Aku hendak menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, dan melihat bagaimana kesudahan mereka, sebab mereka itu suatu angkatan yang bengkok, anak-anak yang tidak mempunyai kesetiaan."

"anak-anak yang tidak mempunyai kesetiaan"

Ilustrasi : Manusia dan Buku Kehidupan 
(Halaman depan adalah saat kita lahir, halaman belakang saat dipanggil Tuhan, ada yang bukunya tipis (hari-hari hidupnya sedikit), ada yang bukunya tebal (Tuhan mempercayakan umur panjang)

Yang terpenting bagaimana kita mengisi buku kita, bukan tebal tipisnya, ada buku yang tipis tapi menarik, ada yang tebal tapi tidak menarik. 

Adakah kesetiaan dalam buku kehidupan kita? Tuhan Yesus Kristus adalah teladan hidup kita.

Tuhan Yesus Memberkati.

Senin, 03 Juni 2013

MEMBANGUN MASA DEPAN - Pdm. Hendri Sutedja


Building Your Future (Membangun Masa Depan Anda)

Mungkin banyak dari kita yang mengalami putus asa, lelah dengan segala yang dialami. Mari kita baca 2 bagian Alkitab berikut:

Amsal 23:18, "Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang."



Yeremia 29:11, "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."


Masa depan tidak datang begitu saja, ada banyak Gereja Tuhan kehilangan masa depannya.

Anda yang ada di usia senja, dewasa, remaja, anak-anak, perhatikan Masa depan perlu dibangun dari saat ini.

3 hal yang harus diperhatikan untuk membangun masa depan, yaitu :

1. Bangun relasi, bangun keahlian


Pengkhotbah 10:10, "Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat."


Apa yang sudah Tuhan kasih, sekecil apapun, PERTAJAM. 

Bangun dedikasi, pengabdian, kerajinan. Tuhan akan memberi HIKMAT untuk kita berhasil.

Tuhan tetapkan kita jadi kepala dan bukan ekor, menjadi di atas rata-rata.

Dunia semakin cerdik dan pandai, tapi kita punya Hikmat yang berasal dari ROH TUHAN.

Yohanes 14:26, "tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu."


Roh Kudus yang akan mengajarkan segala sesuatu kepada kita. Ia GURU yang akan mengajarkan keahlian kepada kita dan memberi hikmat marifat.


Nuh sanggup membangun Bahtera dimana sebelumnya belum pernah ada contoh Bahtera, dari mana bisa? ROH TUHAN.

Yusuf narapidana di penjara, tapi ia berdoa meminta Hikmat Roh Kudus, ia menjadi pemimpin Mesir dan menyelesaikan masalah kelaparan dunia pada waktu itu.

Akui Eksistensi TUHAN, jangan sombong, hidup KUDUS. Banyak masuk HADIRAT TUHAN. Waktu saya Doa, Tuhan bicara, ingatkan sesuatu, kasih sesuatu.

Roh Kudus saya bodoh, ga mampu, gimana Tuhan, beri hikmat, aku datang kepadaMu, Engkau memberi Hikmat, Mimpi, Petunjuk yang luar biasa.

Selain itu, bangun juga RELASI.
* Bangun etika kesopanan kita
* Perbaiki hubungan yang rusak
* Bangun lagi gairah untuk menghormati menghargai orang lain (menganggap seseorang bernilai, berbobot, bukan karena ia orang besar, semua orang dihargai)
* Sambut orang lain, menarik, bersahabat

Pengalaman ketika Bp. Hendri mendatangi sebuah showroom untuk menjual mobil. Pegawai mengantar Pak Hendri menemui Bosnya, dari jauh Bos itu telah tersenyum ramah dan menyambut. Pemilik showroom memberikan penawaran harga setelah memeriksa kondisi mobil Pak Hendri. Tapi harga yang ditawarkan ternyata terlalu rendah dalam benak Pak Hendri. Lalu satu pernyataan yang tak pernah dilupakan Pak Hendri sampai saat ini, "Pak, saya tidak masalah Bpk jadi jual mobil kepada saya atau tidak hari ini, tapi yang penting saya bisa kenal Bp hari ini." Wah saya sangat merasa dihargai. Lalu pemilik showroom mengajak masuk, duduk ngobrol-ngobrol lalu ia memanggil salah seorang office boy nya dan berkata tanpa memarahi, "Kalau ada tamu saya kasih teh botol".  Akhirnya karena sudah merasa akrab cocok (ada relasi hubungan yang terbangun), Bp. Hendri jadi jual mobilnya kepada pemilih showroom tersebut.


2. Bangun KARAKTER


MASA DEPAN = GRACE / FAVOR (ANUGERAH PERKENANAN)


Rahasia bagaimana menarik Perkenanan dari Bapa di Surga :
* Wajahmu wajah menarik Berkat (Sukakan Hati Tuhan)

Favor datang ketika kita memiliki Karakter Ilahi, 

Matius 25:21, "Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu."

"dalam kebahagian tuanmu" = standard kebahagiaannya Tuhan. Yang belum pernah saudara pikirkan dan bayangkan.


Ilustrasi: seorang pembantu dari desa yang belum pernah diajak ke restoran mewah, ia disambut, dilayani, ditanya mau makan apa, sudah makan ditanya lagi anda puas, ia sampai tidak dapat berkata-kata karena semua itu tidak pernah ia alami atau terlintas di benaknya.

Salah satu karakter terpenting: KESETIAAN

Orang pikir Setia itu tidak berbuat apa-apa, asal tidak kemana-mana. Tapi tidak, Setia itu kita memberikan nilai lebih, sekecil apapun pekerjaannya, ia lakukan dengan semangat untuk memberi yang terbaik. Dimata Tuhan itu setia. 

Yang terakhir, yang paling fundamental, 

3. DIMANAKAH ANDA MEMBANGUN SEMUANYA ITU?

BANGUNLAH FONDASI ILAHI

Kisah Rasul 4:11-12, "Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan -- yaitu kamu sendiri --, namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Fondasi kita dalam Tuhan Yesus tidak akan bergeser,

* Yesus Kristus harus selalu menjadi alasan, motivasi, di tempat PERTAMA dalam hidup kita.
* Serahkan, percayakan semuanya kepada Yesus Kristus

Yesaya 9:5-6, "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini."

Allah yang Perkasa (El Gibor, Pahlawanmu) akan menyatakan pribadinya pada waktu umat-Nya berperang, hampir kalah, putus asa, ketika engkau berteriak YESUS, Ia akan datang menolong dan menyelamatkanmu.


Setiap hari dalam hidup kita adalah peperangan rohani. Ketika engkau merasa hampir kalah, serahkan datang sama Tuhan Yesus, Ia kemenangan kita. Ia tidak pernah terlambat menterjemahkan air matamu "SOS" Tuhan selamatkan hidup, jiwa, keluarga, bisnis apapun masalahmu.

Kapal Titanic tenggelam karena menara terlambat menterjemahkan signal SOS yang dikirim untuk meminta bantuan.

Lagu:

AKU PERCAYA
Sari Simorangkir

TIADA YANG SEPERTI ENGKAU
BEGITU MENGASIHIKU
KAU TUHAN SANGGUP MENJAWAB
SEMUA SERU DOAKU


TIADA YANG SEPERTI ENGKAU
BEGITU MENGASIHIKU
KAU TUHAN SANGGUP MELAWAT
SELURUH KEHIDUPANKU

REFF:
AKU PERCAYA, TUHANKU AJAIB
KAU TURUN TANGAN MEMULIHKANKU
AKU PERCAYA, TUHANKU DAHSYAT
KAU TURUN TANGAN MEMBERKATIKU
(KAU TURUN TANGAN MENYEMBUHKANKU)

Tuhan Yesus Memberkati. 

Minggu, 2 Juni 2013 
GBI Baranangsiang (Sukawarna) - Bandung


Jumat, 31 Mei 2013

ROH KUDUS, ROH PEMBELA KITA - Pdt. Apin

Roh Kudus adalah Roh Penolong yang diutus untuk kita memperoleh Pertolongan. Seringkali kita tidak dapat menolong diri kita sendiri, tangan kita ini lemah, tubuh dari debu dan tanah.


Roh Kudus juga disebut Roh Kebenaran, Roh Penghibur, Roh Pemberi Kuasa (memperlengkapi kita untuk melakukan perkara besar, tanda ajaib, mujizat), ROH PEMBELA (dalam kondisi kita).

Hari ini kita akan membahas peran Roh Kudus sebagai Roh Pembela kita.

Nas Alkitab: 
Roma 8:31-35, "Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?"

Perhatikan ayat 34, Kristus Yesus menjadi Pembela bagi kita di Surga, Ia memberikan Roh-Nya, Roh Kudus sebagai Pembela kita di Bumi. Jadi ada hubungan yang sangat erat antara apa yang terjadi di Surga dan Bumi.

I. Bukti bahwa Allah Pembela Kita

A. Tuhan Yesus sudah mati bagi kita di kayu salib, untuk membenarkan, mengampuni, melepaskan, membebaskan, menggantikan kita untuk mati, supaya kita diselamatkan, diberkati, mendapat bagian dalam Kerajaan Tuhan. Ini sudah amat sangat lebih dari cukup.

B. Tuhan Yesus sudah bangkit bagi kita. Banyak tokoh Pembela generasi seperti Mahatma Gandhi, tapi sampai ia meninggal umur 80-an, ia selesai dan tidak bisa lagi menjadi Pembela. Tapi Tuhan Yesus Ia bangkit untuk terus menjadi Pembela kita.

C. Tuhan Yesus duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Ia menjadi Pembela kita karena Ia memiliki Otoritas (Kuasa) atas Segala Sesuatu.

II. Syarat-Syarat Kita Memperoleh Pembelaan Tuhan

A. Ayat 31, Allah di Pihak Kita. Bagaimana kita harus hidup supaya Allah di pihak kita? Hidup benar sesuai Kebenaran Firman Allah. Jangan heran banyak orang Kristen tapi tidak mengalami pertolongan dan pembelaan Tuhan, karena ia hidup di luar Kristus.

Seorang hakim memiliki 9 anak, ia kedapatan salah satu anaknya tertangkap basah kena narkoba. Ia mengalami kesulitan sebagai hakim yang mengerti hukum dan sebagai ayah. Allah pun mengalami Kesulitan (Susah hati) apabila kita hidup di luar Hukum Tuhan.

B. Percaya penuh kepada Allah, Jangan Ragukan Dia, Miliki Iman yang Besar bahwa Allah sangat Mengasihimu, Rindu membawa engkau melihat hal-hal yang besar, go to the next level. Karena tidak mungkin Allah tidak menolong kita sedangkan nyawa-Nya sendiri saja Ia berikan.

C. Ayat 33, Jadilah Orang-orang Kristen Pilihan (Punya Karakter Pilihan). Kita dipilih dari milyaran manusia di bumi, Allah memilih kita untuk diselamatkan, ini kesempatan yang sangat istimewa. Maka, jangan jadi orang Kristen yang biasa-biasa, Jadilah Orang Kristen yang tidak biasa, yang sungguh-sungguh, Rajin baca Alkitab, Berdoa Berpuasa, Layani Tuhan dengan Segenap hati kekuatan.

Anak Tuhan yang sungguh-sungguh saja hampir-hampir tidak diselamatkan, Pendeta besar yang sungguh-sungguh saja bisa jatuh, apalagi yang tidak sungguh-sungguh dan hidup tanpa Allah.

Sekaranglah kesempatan untuk memperbarui hidupmu, kalau masih ada yang menegur bersyukur, karena bila sudah mati tidak ada yang bisa diubah lagi.

Jadilah Orang Kristen Pilihan !!!
Jadilah Orang Kristen yang Berbeda !!!
Jadilah Orang Kristen yang Radikal !!!
Sungguh-Sungguh !!!

III. Kapan Saat-Saat Tuhan Membela Kita

"Pak, saya sudah hidup sungguh-sungguh sama Tuhan, tapi kapan Pembelaan Tuhan datang?"

Ayat 35, Kapanpun dan dalam situasi apapun Allah tetap membela kita, 7 situasi lambang kesempurnaan pembelaan Tuhan (dalam situasi apapun) :

1. Dalam penindasan

Orangtua Pdt. Apin, Mamanya mengalami penindasan, 6 tahun tidak punya anak, ia disiksa oleh mertuanya supaya akhirnya ia akan minta cerai, lagi buat sambal uleg ditaruh di mata, mata Mamanya 3 minggu sakit sekali bengkak. Sehari-hari, tinggal di rumah kongsian dengan 12 kamar, Mama harus mengurus seluruh kegiatan rumah tangga untuk keluarga besar, masak untuk 40 orang, tumbuk beras dengan alu, nyuci pakaian, karena ia tidak punya anak, mau apa lagi? Sehingga ia harus mengerjakan semua itu. Suaminya lari ke judi. Siapa pembelanya? Suami? RT? Keluarga Besar? Tidak ada. 

Tapi Tuhan melihat semua penindasan itu, Tuhan membela. Tahun ke 7 punya anak, ke 8, ke 9, 10, 11, ... 17 (sampai punya 11 anak, Pak Apin anak ke 9)

2. Kesesakan 

Badai kehidupan, masalah, sakit penyakit, tantangan hidup, situasi apapun yang menimbulkan kesesakan. Dengar Baik, Engkau punya Allah, Allah Pembelamu. 

3. Penganiayaan

Siapa disini yang mengalami penganiayaan? Banyak orang yang tidak dianiaya ditindas saja bisa putus asa sendiri. Lihatlah usaha Martin Luther King untuk membela kaum berkulit hitam untuk memperoleh kesamaan hak dengan kaum berkulit putih. Ia mengalami dipenjara 20x, disiksa aniaya 4x, tapi lihat Tuhan membelanya, sekarang sudah tergenapi kesamaan hak, bahkan Presiden Amerika orang kulit hitam, Obama. Umur 39 tahun Marin Luther King meninggal, umurnya pendek tapi kualitas hidupnya mengubah banyak hal. Dibanding orang yang umur panjang tapi tidak berkualitas dalam hidupnya bahkan menyusahkan orang lain. 

4. Kelaparan 

Pernahkan saudara kelaparan? Kalau Tuhan berkati, jangan lupa menyalurkan berkat untuk orang-orang di pedalaman, untuk mereka yang kesusahan. 

Keluarga Pendeta kelaparan, anak-anak sudah minta makan terus, Suami menyuruh Istrinya menyiapkan makan, ia menurut sediakan piring-piring kosong di meja makan, mereka duduk berdoa berderai air mata minta sama Tuhan, amin. Lalu, ada burung terbang dan maaf membuang kotoran pas di piring Pendeta. Tapi karena ia penuh dengan Tuhan, ia tidak marah (apa yang terjadi kalau kita marah-marah dan berpikir koq berdoa malah Tuhan kirim kotoran?) Pendeta itu suruh istrinya ke dapur cuci piringnya, waktu dicuci ternyata burung itu membawa batu-batu permata, dijual ke pasar memperoleh makanan kecukupan kebutuhan pokok hingga bulanan.

5. Ketelanjangan

Zaman Hitler orang Yahudi yang hamil ditelanjangi, ditaruh diatas meja, dan ditusuk perutnya sehingga matilah Ibu dan anaknya. Tapi Allah tetap pembela yang agung, Hitler merosot dari kedudukannya. 

6. Bahaya

John Newton mengalami badai 9 jam, ia tidak bisa apa-apa lagi dan berteriak kepada Tuhan, "Tuhan bila Engkau mau menghentikan badai dan menyelamatkan hidupku, aku akan menyerahkan seluruh hidupku kepada-Mu" 

Tuhan menghentikan badai, pertolongan dan pembelaan Tuhan turun ketika ada Pertobatan sungguh-sungguh. Dari situlah lahir lagu "Amazing Grace"

Ketika ia sudah mulai tua, ia bilang "aku ini pelupa, tapi satu hal yang tidak pernah aku lupakan, aku ini orang berdosa, Tuhan Yesus menyelamatkan dan mengubah hidupku."

7. Pedang

Kematian. Di China semakin ditekan orang-orang yang mengikut Tuhan Yesus, semakin berkembang setiap harinya ada 35.000 orang yang bertobat. Semakin ditekan tapi mereka semakin teguh dalam Tuhan.

Pada zaman kekaisaran Nero, Blandina gadis cilik 9 tahun, disiksa, dianiaya, dicambuk, dibakar, ditombak, ia mati.

Mana pembelaan Tuhan?

Pembelaan Tuhan bukan berarti selalu kita harus lepas dari sebuah situasi, tapi Dampak / Hasil yang didapat setelah itu.

Banyak orang-orang Kristen lainnya yang tidak sungguh-sungguh, melihat keteguhan Blandina yang kecil, mereka putuskan kita yang dewasa pun bisa, mereka mati martir dibakar ter pembuat aspal.

Dari kesaksian itu sampai orang-orang yang tidak mengenal Tuhan pun bertobat, siapakah Yesus itu? Ribuan orang bertobat. 

Inilah Pembelaan Tuhan.

Lagu: Yesus Kaulah Pembelaku.

Yesus Kaulah Pembelaku,
Pada Siapa Aku Harus Takut,
Yesus Kaulah Perlindunganku,
Ku Tak Gentar Menghadapi Musuh.

S'karang Tegaklah Kepalaku,
Hadapi Lawanku,
Yang Berada di Sekelilingku.
dan Mulutku Memuji,
Bermazmur BagiMU,
Bersorak bagi KebesaranMU.


Bersorak bagi kebesaranMU,
Bersorak bagi kebesaranMU.

------------

Tuhan Yesus Memberkati. 

Khotbah Minggu, 26 Mei 2013 
GBI Tampak Siring, Jakarta



Senin, 20 Mei 2013

PASSION - Ps. Sandra Neir

(Ketahui Cita-Citamu, Ikuti, Mimpikan, Hidupi)


Kita semua harus hidup dengan suatu semangat juang untuk mencapai cita-cita = Passion, tapi ada alasan meskipun kita memiliki semangat tapi kita tidak bisa mencapainya, yaitu apabila kita membiarkan keterbatasan menghalangi kita.

Efesus 5:15-19, "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati."

Rasul Paulus menulis surat ini pada waktu ia sedang ditawan di Roma, ± 64 tahun setelah Tuhan Yesus mati di kayu salib. Ia bilang waktu-waktu itu adalah jahat, kalau kita renungkan bila waktu itu saja disebut jahat, apalagi waktu-waktu sekarang ini.

Pertempuran antar bangsa, suku, kekerasan anak, korupsi, betapa hidup ini dianggap tidak berharga, dan sebagainya. Kalau pada waktu itu saja Paulus berkata agar kita hidup sebagai orang-orang bijaksana karena waktu-waktu ini adalah jahat, apalagi sekarang.

Hidup harus punya visi, tujuan, waktu berlalu sangat cepat dan tidak akan menunggu saudara, pergunakan waktumu ketika kesempatan-kesempatan itu muncul, hidup dengan cerdik.

Matius 6:33, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." 

"Dahulu" menunjukkan urutan:
1. Kerajaan Allah
2. Kebenarannya (cara Allah melakukan sesuatu, karena kita manusia sering menggunakan cara kita sendiri, padahal kita harus menegaskan bahwa agenda Tuhan harus menjadi prioritas utama dalam hidup kita, maka kita mulai bergerak dalam "passion" yang dari Tuhan.

Tuhan dan Saudara sudah bisa menjadi mayoritas, Bila Allah dipihakku siapakah lawanku?

Filipi 2:5, "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus"

Biarlah pikiran Kristus harus ada di dalam setiap orang yang sudah lahir baru. Hamba Tuhan bisa saja mendoakan agar saudara memiliki pikiran Kristus, tapi yang terpenting saat saudara secara pribadi memutuskan untuk membiarkan pikiran Kristus menguasai kita.

Banyak orang tidak menyukai perubahan (banyak dari kita sudah nyaman dengan cara yang biasa kita lakukan), padahal perubahan sangat diperlukan seiring dengan waktu dan perkembangan zaman.

Untuk mendapatkan "passion" kita, kita harus:
1. Mengalahkan rasa takut
2. Keinginan untuk mencapai goal / tujuan itu harus jadi yang utama dalam pikiran kita
3. Merencanakan, bertindak

Kerinduan adalah suatu semangat yang begitu kuat dalam hati kita untuk mencapai sesuatu, miliki kerinduan (hasrat) yang benar.

Mari kita lihat 2 Pribadi :

1. Tuhan Yesus Kristus (Passion yang benar)

Mengapa Ia mau lahir ke dunia? Ia datang untuk memenuhi kehendak Allah Bapa. Inilah "passion" - Nya, ketika Ia melihat sekelompok orang banyak menanti-nantikan Dia, Ia penuh belas kasihan. Dalam 3.5 tahun, Ia bisa menyelesaikan pelayanan-Nya. Saat di dunia, Ia sama dengan kita memiliki tubuh jasmani yang merasakan kelelahan yang sama, tapi "Passion" Nya membuat Ia bisa menyelesaikannya.

Jangan takut untuk bermimpi besar,
Jangan berhenti pada bermimpi,
Wujudkan mimpi Anda dengan kerja keras
Mulai bermimpi, berpikir, bergerak, berusaha hingga tercapai

Yohanes 4:3-7,  "Ia pun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea. Ia harus melintasi daerah Samaria. Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf. Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum."

Mengapa Tuhan Yesus mau rela bersusah-susah sengaja mutar lewat Samaria dulu sebelum ke Galilea? Karena Ia harus melayani perempuan Samaria itu. Itulah "passion" Tuhan, jiwa-jiwa berharga untuk mendapatkan keselamatan, meskipun 1 jiwa. Padahal waktu Tuhan Yesus sampai di sumur itu, ia lelah dan haus, tapi ketika Ia melihatnya, Ia lupa akan keadaan fisiknya, Ia begitu bersemangat besar bahwa inilah kesempatan besar dan tidak boleh terlewatkan untuk menginjil dan melayani perempuan Samaria itu.

Perempuan Samaria itu dipulihkan dan menanamkan benih Injil di daerah Samaria kepada semua orang yang dijumpainya. Sehingga waktu beberapa waktu kemudian, Samaria menjadi daerah yang sudah siap untuk dituai.

Semangat daya juang itu bisa menular kepada orang lain.

2. Delila (Passion yang salah)

Mengapa Delila dapat membuat banyak pria ingin mendekatinya? Begitu banyak citra buruk tentang Delila (genit, suka menggoda, dll).

Delila juga punya hasrat "passion" yang luar biasa untuk membunuh Samson. Ia adalah Jenderal perang Israel. Delila adalah mata-mata bangsa Filistin (musuh Israel). Delila diberi imbalan sangat besar untuk mencari tahu rahasia kekuatan Samson.

Hakim-hakim 16:1, Samson sudah sering menghampiri banyak perempuan, tapi kenapa Samson ingin menghampiri Delila? Bukan karena kecantikan Delila, tapi karena ada Passion (semangat) tertentu yang ada di Delila yang menarik Samson.

Delila sering memuji Samson. Setiap manusia pada dasarnya senang dipuji, karena Tuhan kita adalah Tuhan yang juga senang menerima pujian dari kita. Keempat kalinya Delila tanya ke Samson apa rahasia kekuatannya? Akhirnya Samson jatuh dan memberi tahu rahasia kekuatannya pada rambutnya. Delila berhasil memperoleh passion - nya. 

Passion (Semangat daya juang) dan Tekad adalah hal yang berkaitan. 

Kesimpulan : 

Kata kunci dari khotbah hari ini "Passion" (daya juang) = orang yang punya daya juang entah akan hal yang baik atau buruk akan berhasil. Tapi jangan jadi orang seperti Delila yang memiliki passion yang salah, tapi milikilah tekad dan daya juangnya untuk mencapai Kehendak/Mimpi-Mimpi Tuhan dalam hidup kita.

Apakah kita memiliki mimpi itu?
Beranikah?
Apa yang sudah saudara lakukan?

Passion without work is zero

⌣̊┈̥-̶̯͡»̶̥✽̶ GOD BLESS YOU ⌣̊┈̥-̶̯͡»̶̥✽


Khotbah Minggu, 19 Mei 2013
GBI Baranangsiang