Mengenai Saya

Foto saya
Hai sobat-sobat terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Selamat bergabung dalam Blog Catatan Khotbah Kristen, Catatan Kesaksian Harian dan Catatan Sekolah Minggu. Kami juga mengundang Saudara/i untuk tergabung dalam Facebook Diberkati N Memberkati (Sebuah forum untuk kita saling berbagi berkat, kesaksian, pengalaman dalam Tuhan Yesus, menguatkan & dikuatkan satu sama lain, semua untuk kemuliaan-NYA). Tuhan Yesus Memberkati dan Mengasihi Saudara/i :) Bagi Saudara/i yang rindu untuk menghubungi kami, baik untuk memberikan kesaksian/ memerlukan dukungan Doa, silahkan e-mail ke: diberkatinmemberkati@gmail.com - (Jesus Christ is my All in All... He is Real... He Loves Us So Much.... Yohanes 14 : 6, Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yohanes 3:16, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya (Tuhan Yesus Kristus) tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal).

Minggu, 31 Maret 2013

Khotbah Jumat Agung (29 Maret 2013) - Pdt. David Tjakra Wisaksana


Kita bersukacita karena Tuhan sudah mati dan bangkit untuk kita. Tuhan Yesus rela mati disalib untuk menebus dosa kita dan bangkit pada hari ketiga, Ia menguatkan hati para murid-muridnya, dan berjanji Ia akan kembali lagi menjemput kita semua yang mengasihi-Nya.

Dalam Paskah kita diingatkan akan kata "Restitusi" (apa yang dulu telah hilang diambil/dicuri, dikembalikan oleh Tuhan Yesus untuk kita).


Jangan ada seorangpun yang menjual "hak kesulungan" yang telah Tuhan Yesus berikan kepada kita.

Ulangan 30:19, "Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu"


Tuhan mengambil kutuk dari tangan iblis dan memberikan berkat kehidupan kepada kita.

Allah menyediakan, Tuhan memberikanmu lagi otoritas, kunci Kerajaan Surga.

Lagu:
Anak Allah Yesus Namanya
Menyembuhkan Menyucikan
Bahkan Mati Tebus Dosaku
Kubur Kosong Membuktikan Yesus Hidup 

S'bab Dia hidup ada hari esok
S'bab Yesus hidup ku tak gentar
Karena kutau Dia pegang hari esok
Hidup jadi b'rarti s'bab Yesus hidup

Kematian diubah menjadi Hidup
Kutuk diubah menjadi Berkat
Kesusahan diganti Sukacita
Sakit penyakit direstitusi menjadi Kesembuhan
Kesusahan diganti menjadi Damai Sejahtera

Damai yang Tuhan berikan tidak sama seperti yang dunia berikan, tapi Damai yang dari Tuhan Yesus adalah :

"Damai yang mempengaruhi" (situasi apapun tidak akan merubah damaimu) bukan " Damai yang dipengaruhi" (ketika ada masalah, damai hilang)

Lagu:
Damai sejahteraMu seperti sungai yang tidak pernah kering
Glory Halleluya
Kusembah Kau Yesus, Kusembah Kau....

Lagu:
Saat ini Kudatang dalam HadiratMu
Kupandang wajahMu tersenyum penuh kasih
Kuucapkan selamat pagi Bapa terkasih
Trimakasih BerkatMu sepanjang hari ini

Glory Halleluya (6x)
Halleluya
Glory Halleluya

Ketika pagi hari kau bangun nyanyikan Glory Halleluya, Tuhan tersenyum, senyum Tuhan itu menjadi kekuatan untuk menghadapi apapun. Tuhan Yesus yang memegang hari-hari kita. Tidak ada ketakutan.

Lukas 19:41, "Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya"

(Tuhan Yesus menangis karena mereka tidak menantikan kedatangan Tuhan Yesus sebagai korban penebusan, mereka berseru-seru Hosana Bagi Anak Allah, karena mereka menantikan Raja yang berkuasa untuk kepentingan pribadi mereka, dalam politik, pemerintahan dll)

Tuhan Yesus sedih akan tujuan yang salah dari orang-orang yang datang kepada-Nya (misalnya: datang Ibadah hanya untuk cari berkat, padahal Ibadah harusnya untuk mengenal Pribadi dan Kehendak Bapa di Surga, mengalami peningkatan rohani, naik ke level selanjutnya, maka yang rohani akan mengikuti yang jasmani).

Matius 6:33, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

Dapatkan dulu Kasih Karunia & Anugerah Allah, maka Keberhasilan dan Kekayaan akan otomatis mengikuti.

Darah-Nya Tuhan Yesus menebus kita sehingga kita mendapat kebebasan, pengampunan, untuk itu kita juga harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Ingatlah Perumpamaan 2 orang yang berhutang dalam Alkitab. 

Ampunilah seorang akan yang lain. Naiklah ke level selanjutnya, Damai sejahtera dan Sukacita Allah memenuhi kita semua.

Lagu: 
Sukacitaku penuh
Kubermazmur bagiMu
Kar'na ku tahu ku t'lah ditebus
Oleh curahan darahMu
Ku menyanyi/menari bagiMu
Ku memuji namaMu
Kar'na ku tahu ku berkem'nangan
Oleh curahan darahMu
DarahMu Yesus sucikan daku
DarahMu Yesus bebaskanku
DarahMu Yesus ubahkan daku
Ku dijadikan baru
Tuhan Yesus Memberkati.

Jumat, 29 Maret 2013
GBI Baranangsiang (Sukawarna), Bandung

Minggu, 10 Maret 2013

Hamba Yang Setia Akan Menerima Upah - Ps. Kim Kyung Moon (Yeoido Full Gospel , Jung Dong Church, Korea)

Nats Alkitab:


Matius 25:14-30, "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."



Janji Tuhan, hamba yang setia akan menerima upah, yaitu : 



1. Tuhan akan memberikan kepuasan

Kepuasan dan sukacita yang besar bagi mereka yang telah menyelesaikan tugasnya. 

2 Timotius 4:7, "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya." (Rasul Paulus)

Tuhan Yesus juga sudah selesai menyelesaikan karya penyelamatannya atas kita semua dengan mengorbankan diri-Nya mati di kayu salib untuk menanggung hukuman dan menebus dosa-dosa kita. Yohanes 19:30, "Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya."

Hamba yang memperoleh laba 3, 5 talenta sudah selesaikan tanggung jawabnya hingga tuannya datang kembali, dan mereka beroleh kepuasan dan sukacita.

2. Tuhan akan memberi pelipatgandaan

Kita harus selalu memiliki semangat, percaya kepada Tuhan, meskipun ada masalah tetap percaya Tuhan Yesus tetap menyertai saya

Tuhan mendorong kita untuk tetap maju, bangkit, percaya sama Tuhan. Percaya dalam kegagalanpun pasti ada rencana Tuhan, Tuhan akan melipatgandakan kesuksesan. Jangan sombong, ingatlah semua karena pekerjaan Tuhan.

3. Tuhan Akan Menjadi Rekan Sekerja

Tuhan yang membuat kita yang tidak mampu menjadi mampu.

Tuhan yang membuat yang tidak ada menjadi ada.

Manusia suka kuatir, takut akan hari esok, tapi Tuhan berkata kepada Yosua jangan kuatir, jangan takut, kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, jangan kuatir ! Perkataan yang sama juga Tuhan katakan kepada kita.

Fighting ! Fighting ! Fighting !

4. Tuhan akan memberikan pekerjaan yang lebih besar

Jangan jadi hamba yang malas yang mempunyai satu talenta, kuatir, berpikir negatif dan tidak mau bekerja.

Hamba yang telah memperoleh laba 3, 5 talenta, Tuhan ga perintahkan untuk istirahat, dan bilang cape ya, tapi Tuhan tambahkan berkat-Nya, tanggung jawab dalam hal yang lebih besar.

Kita yang adalah anak-Nya, pasti Tuhan menyertai dan memberkati kita. Giatlah bekerja untuk Tuhan.

Tuhan pasti memberkati kita berlimpah-limpah (pelipatgandaan), menerima kepuasan, Tuhan menjadi rekan sekerja kita, Tuhan meluaskan kemah kita dan menjadi semakin berkembang.

Tuhan Yesus Memberkati. 


Khotbah Minggu, 10 Maret 2013
GBI Baranang Siang, Bandung

Senin, 04 Maret 2013

Masuk Dalam Peperangan Rohani - Pdt. Kiky Harjadi


Waktu seseorang terbujuk untuk melakukan apa yang iblis mau, secara otomatis apa yang Tuhan sudah sediakan untuk manusia itu hilang.

Iblis pembunuh, pencuri, pembinasa, ia mencuri kebahagiaan, keharmonisan, berkat harta benda dll yang seharusnya diberi Tuhan untuk anak-anakNya.

Tidak ada iblis yang baik, ilmu putih, semua iblis adalah jahat apalagi terhadap Gereja Tuhan yang mau bangkit.

Firman Tuhan katakan, Efesus 6:12, "karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara."



Lagu:
Lebih dari Pemenang dalam segala perkara
Iblis t'lah dikalahkan oleh Kuasa DARAHNYA
Jika Allah di pihak kita siapa dapat melawan
Kita lebih dari Pemenang

Halleluya, Kibarkanlah PanjiNYA
YESUS Raja Segala raja
Halleluya, Bangkitlah GerejaNYA
Kita (Saya, Kamu) lebih, lebih dari Pemenang

Kolose 2:15, "Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka."

Ikuti Caranya Tuhan. Apa yang harus kita lakukan? 

Semakin dekat Janji Tuhan digenapi, peperangan semakin hebat.

Untuk bisa berhasil dan beruntung, kuncinya adalah : 



1 : BACA DAN RENUNGKAN FIRMAN TUHAN SETIAP HARI

Yosua 1:8, "Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung."


Firman Tuhan itu lebih tajam dari pedang bermata dua manapun, yang memisahkan roh dan jiwa, tidak ada yang tersembunyi.







Lagu:
To God Be The Glory (3x)
For The Things He Has Done

With His Blood
He Has Saved Me
With His Power 
He Has Raised Me
To God Be The Glory
For The Things He Has Done

Saudara harus baca Firman Allah setiap hari, waktu alami masalah KATAKAN FIRMAN TUHAN, itu Senjata kita.

2. PENUH DENGAN ROH KUDUS

7 Pemberian Roh Kudus : Hikmat, Ketabahan, Nasihat, Pengetahuan,
Kesalehan, Takut Akan Tuhan, Pengertian

Orang yang diurapi Tuhan adalah orang yang dipenuhi Roh Kudus, di depan orang yang diurapi, Tuhan berjanji dalam Yesaya 45:1-3, 

"Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutupAku sendiri hendak berjalan di depanmu dan hendak meratakan gunung-gunung, hendak memecahkan pintu-pintu tembaga dan hendak mematahkan palang-palang besi. Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, supaya engkau tahu, bahwa Akulah TUHAN, Allah Israel, yang memanggil engkau dengan namamu."

3. MENJADI ORANG YANG DIKENAN TUHAN, DENGAN MENYADARI BETAPA PENTINGNYA KEKUDUSAN DALAM HIDUP KITA

Betapa pentingnya kekudusan dalam peperangan rohani.

Waktu kita tidak kudus, kita membuka celah untuk kekuatan jahat menyerang saudara dan membuat pijakan iblis dalam orang tersebut.

Ga kudus: ketidaktaatan, bohong, apapun yang melanggar perintah Tuhan

Cepat bertobat, celah yang ada ditutup oleh Darah Tuhan Yesus.

Doa peperangan melumpuhkan penguasa yang mengikat seseorang / suatu wilayah, sehingga orang tersebut bisa dimenangkan, akan terjadi pertobatan yang kita tidak sangka, Roh Allah menguasai.

4. Kuatkan dan Teguhkan Hatimu (3x Tuhan Mengatakannya kepada Yosua)

Yosua 1:6-9, "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi."

Dalam peperangan rohani, harus senantiasa kuat dan teguh, be aware (waspada) ketika menghadapi persoalan yang seakan tiba-tiba terjadi, jangan tawar hati, marah, kecewa, menyalahkan.

Amsal 24:10, "Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu."

Yosua 2:11, "Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu". Waktu tawar hati, semangat Itu patah, tidak ada lagi daya juang untuk menghadapinya.

Ucapkan syukur atas semua yang terjadi, itu bisa menghindarkannya dari kondisi tawar hati, ia bisa berkata Tuhan baik dan selalu merancang dan memberi yang terbaik.

Lagu: 
Kunaikkan syukur padaMu Yesus
Kusembah sujud kepadaMu Tuhan
Di hadapan tahta kemuliaanMu
Kutinggikan, Kuagungkan selamanya

S'gala puji syukur bagi-Mu
Kutinggikan namaMu selalu
Kemuliaan hanya bagi-Mu
Terpujilah namaMu

Dalam peperangan rohani diperlukan juga Kesatuan (Unity), dimulai dari Suami Istri, keluarga-keluarga, membawa kesatuan yang kuat.

Tuhan Yesus Memberkati.

Khotbah Minggu, 3 Maret 2013
GBI Tampak Siring


Zakharia 4:6, Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan,
melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam. 

Selasa, 26 Februari 2013

Makna Sesungguhnya dari Menjadi Penyembah Yang Benar - Pdt. Onna Tahapary

Nats Alkitab : 

Yohanes 4:1-42


Yohanes 3-4, "Ia pun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea. Ia harus melintasi daerah Samaria."


Tuhan Yesus mempunyai kepentingan untuk ke Samaria dulu, karena ada sesuatu yang harus Ia singkapkan.


Dari Yohanes 4, kita mendapati bahwa untuk menjadi Penyembah seperti yang Tuhan inginkan ada beberapa prinsip, yaitu:

1. Untuk memulai sebuah penyembahan, anda dan saya harus memiliki kemerdekaan dalam cara (konsep) berpikir

Yohanes 4:7-9, "Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum." Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan. Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)"

Yohanes 4:19-21, "Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah." Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem."

Dalam pembicaraan perempuan Samaria dengan Tuhan Yesus, kita dapat melihat konsep berpikir lama yang dimiliki oleh perempuan Samaria tersebut, yaitu:

* Orang Yahudi tidak berurusan dengan orang Samaria

= Shock 1 : Tuhan Yesus memutuskan untuk bergaul / berurusan dengan perempuan Samaria itu.

* Tempat penyembahan itu di gunung, sedangkan orang Yahudi percaya menyembah yang sebenarnya harus di Yerusalem.

= Shock 2 : Namun, Apa kata Tuhan Yesus? Ayat 21,  "Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem."

Untuk memulai sebuah penyembahan, anda dan saya harus memiliki kemerdekaan dalam cara (konsep) berpikir.

1. Tempat seharusnya tidak membatasi orang untuk menyembah Tuhan
2. Menyembah bukan sistem (warisan nilai budaya tentang bagaimana cara menyembah) - (Karismatik, Protestan, dll), bukan masalah mengangkat tangan / tidak, menggunakan bahasa Roh atau tidak, memuji dan menyembah dengan iringan full band atau hening khusuk tanpa tepuk tangan.

Keberhasilan Penyembahan dimulai dari membangun kedekatan hubungan dengan Tuhan.

Penyembahan adalah personal (pribadi) saya dengan Tuhan, bukan dari cara saya menyembah. 

Yohanes 4:22, "Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian."

Tuhan Yesus berkata "Kami menyembah siapa yang kami kenal, kamu menyembah yang kamu tidak kenal"

Jangan urus cara orang menyembah, yang terpenting adalah kita harus mengenal siapa Tuhan yang kita sembah.

Yohanes 8:32, "dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

2. Supaya penyembahan berkembang maka harus dilandasi kesadaran akan Anugerah dan Karya Penyelamatan Tuhan Yesus yang sudah dilakukan-Nya untuk kita

Yohanes 4:10 (Grace, Give), "Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." ---> 

Yohanes 4:13-14, "Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." (= everlasting life - kehidupan yang kekal, yang tidak mungkin tercipta tanpa karya Penyelamatan) 

Untuk dapat memiliki penyembahan yang berkembang, kita harus selalu setiap hari :
1. Menghargai Anugerah Tuhan
2. Menghargai Karya Penyelamatan Tuhan Yesus

Lukas 7:41-43, "Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?" Jawab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu."

Lukas 7:44-45, "Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.

Lihatlah urutan ini : 
Mengasihi --- Mencium (expresi mengasihi) --- Menyembah

Orang yang menyadari dosanya banyak dan betul-betul menyadari dosanya sudah diampuni Tuhan, maka ia akan lebih gentar terhadap Tuhan, lebih menghormati, dan tanpa disuruh-suruh juga akan menyembah Tuhan.

Orang yang merenungkan setiap hari pengorbanan apa saja yang sudah dilakukan oleh Tuhan Yesus untuk menebusnya akan selalu memiliki alasan untuk Menyembah Tuhan. 

Karena ia sadar betul ia harusnya mati karena dosanya, dan tidak layak terima pengampunan, tapi Tuhan sendiri sudah menebus dan memberi anugerah yang baru, diberi surga, diberi kepercayaan yang baru, diberi pakaian kekudusan.

Jadi, ketika kita menyembah, bukan hanya sekedar bicara "Tuhan itu Baik", tapi betul-betul dari hati yang paling dalam mengatakannya untuk Tuhan.

Yesaya 63:9, "Dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan, melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka; Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya. Ia mengangkat dan menggendong mereka selama zaman dahulu kala."

3. Penyembahan akan mengalami Kematangan karena ada Ketaatan kepada Firman Tuhan = inilah yang disebut The True Worshipper

Yohanes 4:23, "Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Yohanes 6:63, "Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup."

Jadi, ketika kita menyembah Bapa dalam roh, itu berarti kita menyembah-Nya sesuai dengan Perkataan-perkataanNYA (= FIRMAN TUHAN). Menyembah dalam Roh bukan menyembah dengan bahasa Roh, ini beda. 

Tahukah Anda setiap kali Anda memutuskan untuk TAAT sama Tuhan, itulah penyembahan.

Penyembahan sejati, yang penyembahannya telah teruji, adalah orang-orang yang menyembah Tuhan dalam ketaatan.

Allah = Roh, menyembah dalam Roh adalah Menghormati perkataan Tuhan (Firman Tuhan = Allah sendiri), Lakukan Firman Tuhan.

Roma 4:20-22, "Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran."

Ekspresi kepercayaan Abraham adalah tindakannya untuk taat.

Penyembah Sejati = Respect (Menghormati) Firman Tuhan = Melakukan Firman Tuhan = inilah yang disebut Penyembahan.

Kesimpulan:

Ada 3 Prinsip untuk menjadi Penyembah seperti yang Tuhan inginkan :
1. Untuk memulai sebuah penyembahan, anda dan saya harus memiliki kemerdekaan dalam cara (konsep) berpikir
2. Supaya penyembahan berkembang maka harus dilandasi kesadaran akan Anugerah dan Karya Penyelamatan Tuhan Yesus yang sudah dilakukan-Nya untuk kita
3. Penyembahan akan mengalami Kematangan karena ada Ketaatan kepada Firman Tuhan = inilah yang disebut The True Worshiper

Penutup 

Lagu : 

Ku Tak Dapat Lupakan
Kebaikan Yang Ku T'rima
Pengorbanan-Mu Yang Mulia
Jadikanku Berharga

Kau Tulus Menerima
Aku Apa Adanya
Kekuatan KasihMU Nyata
Memulihkan Hidupku

Reff:
Kau Bukan Tuhan Yang Melihat Rupa
Kau Bukan Tuhan Yang Memandang Harta
Hati Hamba Yang S'lalu Kau Cari
Biar Kau Temukan Di Dalamku

S'lama Ku Hidup Ku Mau MenyembahMU
S'bab Engkau Sangat Berarti Bagiku
Yang Terbaik Yang Ada Padaku
Kupersembahkan KepadaMU Yesusku

Tuhan Yesus Memberkati.

Khotbah Minggu, 24 Februari 2013
GBI Baranangsiang - Bandung

Senin, 18 Februari 2013

Prophetic Vision For Our Day (Penglihatan Provetik Untuk Masa Kita Saat Ini) - Pdt. Harry Setyono

Nats Alkitab : 

Kidung Agung 2:10-13, "Kekasihku mulai berbicara kepadaku: "Bangunlah manisku, jelitaku, marilah! Karena lihatlah, musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah lalu. Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah musim memangkas; bunyi tekukur terdengar di tanah kita. Pohon ara mulai berbuah, dan bunga pohon anggur semerbak baunya. Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah!"


7 Penglihatan Provetik yang diungkapkan dalam Kidung Agung Pasal 2, sbb:


1. Kid 2:2 (Baca) PANGGILAN UNTUK NAIK KE LEVEL YANG LEBIH TINGGI

Inilah tahun panggilan Tuhan untuk kita terus naik ke level yang lebih tinggi, jangan berhenti.

Kapan kita berhenti? Nanti pada saat kita sudah dipanggil pulang ke rumah Bapa.

Wahyu 4:1-3, "Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini
Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang. Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya."

Ayat 1 "Naiklah kemari"... Selanjutnya, "dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi setelah ini"

Untuk kita yang meresponi panggilan Tuhan ini, kita akan dipersiapkan untuk aktivitas Ilahi untuk memenuhinya, kemuliaan Tuhan akan dicurahkan dan engkau akan menjadi Berkat bagi orang banyak.

ayat 2-3, "segera aku dikuasai oleh Roh"


(Segera setelah Yohanes meresponi panggilan Tuhan)... Yohanes melihat Tuhan dalam segala Kemuliaan-Nya.

Allah yang kita sembah adalah Allah yang rindu menyatakan kemuliaan-Nya dalam kehidupan manusia.

Di Surga itu tersedia berkat-berkat rohani untuk anak-anak Tuhan selama hidupnya, namun kita yang harus naik ke level yang lebih tinggi lagi.

2. Kid 2:11, PENCURAHAN ROH KUDUS DALAM PORSI GANDA (DOUBLE PORTION)
Musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah lalu = kondisi kekeringan rohani / kehausan rohani yang besar, 

"Tuhan, Engkau punya sesuatu yang lebih dari ini, Engkau sanggup melakukan yang lebih besar lagi"

Yoel 2:23, ...terjemahan Ingrisnya "Dan Dia akan membuat hujan turun untukmu, hujan awal dan hujan akhir pada bulan pertama." = pencurahan Roh Kudus porsi ganda

Akan ada penuaian jiwa yang luar biasa di Indonesia.

3. Kid 2:12A, dalam bahasa Inggris "the flowers appeared on the earth" (bunga-bunga nampak di bumi) = Kedewasaan Rohani
Engkau akan didewasakan oleh Tuhan, Firman yang hanya berbicara berkat-berkat jasmani tidak akan mendewasakan.

Efesus 4:11-13 (Baca) Pemulihan lima jawatan dalam Gereja Tuhan, untuk membawa jemaat kepada Kedewasaan Rohani (Kedewasaan Penuh), cirinya = Memiliki pengetahuan yang benar tentang Tuhan.

4. Kid 2:12B "the time of the singing birds have come" : PENYEMBAHAN YANG BENAR (TRUE WORSHIP), HARMONY WORSHIP, AKAN DIPULIHKAN DALAM HIDUP ANAK-ANAK TUHAN

Ada Kuasa dalam Pujian dan Penyembahan. Banyak mujizat terjadi pada saat P&W.

Wahyu 11:16, saat Anak-anak Tuhan menaikkan TRUE WORSHIP, Surga Terbuka dan terjadilah Mujizat-Mujizat Tuhan.

5. Kid 2:12C, "dan suara dari merpati terdengar di tanah kita" = PROVETIK REVELATION (PENYINGKAPAN-PENYINGKAPAN PROVETIK) AKAN DIBERIKAN KEPADA ANAK-ANAK TUHAN
Roh Kudus akan membukakan mata rohani kita untuk dapat mengerti Firman Tuhan.

6. Kid 2:13, = KEBERADAAN ISRAEL
Siapa memberkati bangsa Israel akan diberkati Tuhan.

Amsal 27:18, "siapa memelihara pohon ara akan memakan buahnya, siapa memberkati bangsa Israel akan diberkati"

Matius 24:32-34, "Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat. 
Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi."

Kalau Tuhan perintahkan untuk menarik pelajaran tentang pohon ara, penting ga? Penting. 

Pohon ara berbicara tentang bangsa Israel.

"Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas" = artinya pemulihan kembali bangsa Israel menjadi bangsa politis (14 Mei 1948 bangsa Israel menyatakan kemerdekaannya)

Ayat 33, "demikian juga jika kamu melihat semuanya ini, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu"

Pelajari perumpaan pohon ara, akhirnya sudah dekat, kedatangan Tuhan untuk menjemput kita di awan-awan (rapture) sudah tidak lama lagi.
Pertanyaannya sudahkah kita siap?

Ayat 34, "Aku berkata kepadamu sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu sebelum semuanya terjadi." = generasi yang melihat kemerdekaan Israel.

Kitalah generasi itu, yang akan dijemput Tuhan di awan-awan.

Hari-hari ini, jangan lagi self-centered (berfokus pada diri sendiri), siapa yang mau berkata, "Ini aku Tuhan, pakailah aku untuk kemuliaan-Mu"

Kid 2:13b, "Dan bunga pohon anggur semerbak baunya"

7. Kid 2:13c, "bangunlah, manisku, jelitaku, marilah! = WAKTU TUHAN DATANG MENJEMPUT KITA DI AWAN-AWAN
1 Tesalonika 4:16-17, "
Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan."

Waktunya sudah dekat, Tuhan mau pakai kita hari-hari ini untuk nyatakan kemuliaan-Nya. Bersiap.

Tuhan Yesus Memberkati.


Khotbah Minggu, 17 Februari 2013
GBI Tampak Siring, Jakarta