Mengenai Saya

Foto saya
Hai sobat-sobat terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, Selamat bergabung dalam Blog Catatan Khotbah Kristen, Catatan Kesaksian Harian dan Catatan Sekolah Minggu. Kami juga mengundang Saudara/i untuk tergabung dalam Facebook Diberkati N Memberkati (Sebuah forum untuk kita saling berbagi berkat, kesaksian, pengalaman dalam Tuhan Yesus, menguatkan & dikuatkan satu sama lain, semua untuk kemuliaan-NYA). Tuhan Yesus Memberkati dan Mengasihi Saudara/i :) Bagi Saudara/i yang rindu untuk menghubungi kami, baik untuk memberikan kesaksian/ memerlukan dukungan Doa, silahkan e-mail ke: diberkatinmemberkati@gmail.com - (Jesus Christ is my All in All... He is Real... He Loves Us So Much.... Yohanes 14 : 6, Kata Yesus kepadanya: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yohanes 3:16, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya (Tuhan Yesus Kristus) tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal).

Sabtu, 21 Oktober 2017

Kuasa Kesepakatan - Pdp. Yonathan


Matius 18:19-20
"Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

Suami Istri sepakat, dua orang, tiga orang atau lebih bersama anak-anak, ada kuasa yang besar ketika sepakat meminta sesuatu kepada Tuhan. Tuhan ada di tengah-tengah kita. Ada kehidupan.

Kejadian 2:9
"Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dan bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat."
Ada pohon kehidupan.

Kejadian 3:3-5
Iblis tahu dan berusaha merusaknya, berusaha membuat kita tergiur untuk tahu segalanya, membedakan yang baik dan yang jahat, kalau berasal dari Allah ada damai sejahtera, kalau tidak maka menghancurkan.

Kejadian 3:22-23
Akibat dosa, Tuhan menjaga pohon kehidupan ini agar tidak dimakan Adam dan Hawa. Allah kita Allah yang cemburu, jangan menduakan Tuhan, jangan mengkultuskan 1 hamba Tuhan sehingga melebihi Tuhan..

Wahyu 2:7
Karena Tuhan Yesus menang di kayu salib, maka barangsiapa menang akan diberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.

Cepat sepakat suami istri, dan menang, nikmatilah kehidupan dalam hidupmu.

Jangan remehkan anak-anak kita meski masih kecil, anak kecil ketika berdoa sepakat besar kuasanya, Tuhan dapat memakai anak-anak kita.

Tuhan Yesus Memberkati

Khotbah Minggu, GBI Soekarno Hatta I

Intropeksi Diri - Pdt. Ade Surya


1 Timotius 4:16
"Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau."

Ini ditulis oleh Rasul Paulus kepada anak rohaninya, Timotius. Waktu itu Timotius masih muda, dan di sekitarnya banyak orang yang pintar, ahli. 

Bersaksi dan menjadi saksi. Bukan hanya bersaksi melalui perkataan, tetapi menjadi saksi melalui perbuatan.

Awasilah dirimu sendiri.

Karena banyak didapati dalam kehidupan dimana manusia lebih suka mengawasi orang lain jauh lebih banyak dibanding dirinya sendiri. 

Lukas 6:41
"Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?"

= karena kita terus menerus melihat memperhatikan hal itu, hal positif dan negatif dari orang lain kita ketahui, tapi kita kurang mengawasi dan melihat apa yang menjadi potensi kita.

Lukas 23:28
"Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: "Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!"

Waktu kita melihat diputarnya kembali film Passion of the Christ, kita bisa menangisi Tuhan, tapi Tuhan berkata.... "Jangan tangisi Aku, Aku sudah selesai, tangisilah dirimu... Kelakuan, tabiat, perbuatan-perbuatan diri kita yang belum berkenan..."

Mengapa instropeksi diri adalah sesuatu yang sangat penting :

1. Sebab apa yang kita ukurkan pada orang lain akan diukurkan kepada kita

Matius 7:2, "Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

Ukurannya dirimu, termasuk dalam hal pengampunan, ampunilah kami seperti kamipun mengampuni orang yang bersalah kepada kami. 

Dalam hal memberipun demikian. Lukas 6:38, "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

Kasih dan rahmat Tuhan selalu baru, Tuhan mengukurkan yang baru kepada kita, maka kenapa kita memberi yang bekas? Bila kita ingin menerima sesuatu, inginnya yang bekas / yang baru? Yang baru kan. Maka, ubahlah cara kita berpikir. 

2. Kemampuan kita dalam mengasihi sesama, terletak pada kemampuan kita dalam mengasihi diri sendiri

Matius 22:39, "Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

Ketika orang gagal mengasihi dirinya, tetapi berusaha mengasihi orang lain, maka yang ada adalah kepalsuan dan kelelahan. 

3 cara untuk mengawasi diri sendiri yang saya pakai selama ini :

1. Melibatkan Tuhan

Mazmur 26:2, "Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku."

Ujian itu penting, jangan ditolak, karena dengan diuji kita jadi tahu apa yang tersimpan di hati kita, kita jadi tahu kita ini ada dimana posisi kita, kita bisa mengetahui apakah kita sudah menguasai sesuatu atau tidak lewat ujian. 

Libatkanlah Tuhan untuk mengawasi dirimu, karena yang terkecil di hati kita, kita ga bisa tahu, kapan hati kita sudah berbelok dari Tuhan, maka kita perlu Roh Kudus. Saat Roh Kudus kasih tahu, jangan keraskan hati dan segeralah bertobat.

2. Libatkan sesamamu

Suami / Istri kita, keluarga, orang terdekat kita, Cool kita. Harus saling koreksi dan merendahkan diri satu sama lain. 

3. Libatkan dirimu

Ambil waktu untuk merenung, mundur ke belakang, siapa kita 10 tahun, 20 tahun lalu, apa yang dipercayakan kepada kita semuanya adalah kepercayaan Tuhan, semuanya karena Tuhan, sehingga kita tidak sombong.

Awasilah dirimu. 
Karena kita dipanggil untuk menantikan kedatangan Tuhan kedua kalinya.
Awasilah dirimu.
Karena kita dipanggil untuk menjadi Mempelai Kristus.
Awasilah dirimu.
Karena kita dipanggil untuk menjadi saksi.

Lagu:
Selidiki aku, lihat hatiku

Tuhan Yesus Memberkati

Khotbah Minggu, GBI Baranangsiang

Sungguh-sungguh Percaya kepada Tuhan apapun yang terjadi - Pdt. Benny - Indramayu


Tahun 2017, Tahun Mujizat Penuaian
* Menuai dengan mujizat
* Menuai jiwa-jiwa
* Menuai berkat
* Senangkan Tuhan, saat Ia disenangkan, dipuji, disembah, Ia akan menarik banyak jiwa kepada-Nya
* Sungguh-sungguh Percaya kepada Tuhan apapun yang terjadi
* Dalam penuaian akan datang juga goncangaan-goncangan
* 1 Yohanes 2:6 inilah pegangan kita (hidup seperti Kristus hidup)

Markus 5:21-28 (Baca)
* Yairus begitu menghormati Tuhan, tersungkur di depan kaki Tuhan

Saya punya kebiasaan, masuk Gereja tidak pernah telat. Saya tiba di sini jam 6 pagi, kebaktian jam 7 pagi. Saya berangkat 4.30 dari Indramayu. 

Siapa percaya Tuhan sudah ada di Gereja ini dari sebelum mulai kebaktian? Kalau datang Gereja telat, siapa yang menunggu siapa? Tuhan yang menunggu kita?

Mengapa hari ini belum ditolong Tuhan? Ia sedang menguji hati kita kepada Tuhan. Percayalah tujuan kita bukan di bumi ini, Ia sedang mempersiapkan kita untuk kekekalan.

Bila kita mengalami hal tidak enak, yang mengecewakan di dalam rumah Tuhan, kecewa dengan Pendeta, jangan undur dari Tuhan, bisa saja Tuhan menempatkan engkau disana untuk membentukmu.

Kesulitan datang kepada kita bukan untuk menghancurkan kita. 

Sekalipun sibuk, jangan lupa dengan Tuhan. Percuma kalau dapat banyak tapi bocornya banyak, hasil akhirnya nol.

Setelah mendengar dari Tuhan, kita perlu bertindak. Tuhan memanggil saya untuk melayani-Nya. Meninggalkan usaha toko saya. 13 tahun lewat pergumulan akhirnya saya tinggalkan semua dan menjadi Pendeta. Dan belajar setia kepada Tuhan Yesus senantiasa.
Jangan terlalu dengar suara orang, dengarlah suara Tuhan nikmat.

1 Tesalonika 5:16-18
* Bersukacitalah senantiasa
* Tetaplah berdoa, mau susah mau senang
* Mengucapsyukurlah dalam segala hal
Sebab inilah kehendak Tuhan

1 Yohanes 2:6
"Barangsiapa mengatakan, bahwa Ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup."

Tuhan Yesus Memberkati.


PIKUL SALIB - Pdt. Victor Sitorus


Matius 16:24
"Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku."

Tahun 1886, di Chung-Don, Korea ada seorang pendeta yang menggembalakan jemaat. Di tengah hujan deras malam hari, ada seorang yang mengetuk pintunya. Siapa yang mengetuk di cuaca seperti ini ? Ia keluar, ada 3 orang yang datang bertanya apakah ia Pendeta? Iya. Orang-orang itu bersyukur dan bersukacita sama Tuhan, mereka masuk. Di punggung ketiga orang itu ada salib yang diikatkan, Pendeta ini bingung dan bertanya dari mana mereka. Mereka telah berjalan 400 km, jauh sekali, dan ingin dibaptis. Bagaimana bisa tahu dibaptis? Ada seorang Pendeta dari Manchuria yang menginjil dan membakar hati mereka. Mereka mengingat 1 ayat ini saja, Matius 16:24. Pendeta itu menangis, ada orang yang begitu bergelora untuk mengenal Tuhan tapi tidak ada yang menggembalakan. Mereka tinggal di rumahnya untuk digembalakan. Kekristenan di Korea didasari oleh benih-benih orang yang mau pikul salib untuk mengikut dan mengenal Tuhan.

Mau pikul salib? Ya
Mengapa kita mau memikul salib? Karena Tuhan Yesus lebih dulu memikul salib untuk kita.

Pikul Salib yaitu :

1. Bertindak melawan keinginan daging

Matius 26:39
"Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."

Saat sedang enak tidur, Tuhan bangunkan ayo berdoa
Saat sedang melihat TV, ketika Roh Kudus ingatkan, ayo baca Alkitab, kita taat
Saat orang mengesalkan kita, kita tetap bertindak dengan kasih
Dll

2. Bertindak melawan arus dunia

Roma 12:2
"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."

Saat orang lain curang untuk mendapat untung, mengambil jalan pintas untuk kemudahan, beranikah kita memikul salib? Berbeda dari dunia.

Kitalah bangsa yang dikuduskan. Jangan sampai kaki dian diambil Tuhan dari kita. 

3. Menanggung aniaya karena Nama Yesus

2 Timotius 3:12
"Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya."

Kalau kita mundur karena kesulitan dalam mengikut Tuhan, artinya kita melepas salib. Memang hidup terasa ringan, tapi tidak akan mendapat pengampunan kelak. Kehidupan di bumi sementara, di Surga adalah kekal tak terhingga. Jadi bertahanlah, pikullah salib.

4. Menanggung aniaya karena memberitakan Injil

2 Timotius 1:8
"Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah."

Point ke 3 bertahan, Point ke 4 aktif.

Setia dan pikullah salib kita.

Tuhan Yesus Memberkati.


Jumat, 20 Oktober 2017

Korban Yang Harum Bagi TUHAN



Kejadian 8:22
"Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."

Semua yang diciptakan oleh Tangan-KU mempunyai fungsi kehidupan di dalamnya. Tapi yang diciptakan manusia tidak ada kehidupan di dalamnya.

Matius 22:15-22 (Baca), Tentang membayar pajak kepada Kaisar.

Gambar dan rupa Tuhan ada di atas kita, kita diciptakan serupa dan segambar dengan Tuhan

Efesus 5:1-2, Hidup sebagai anak-anak terang
"Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah."

Tuhan Yesus taatnya sampai begitu rupa, hingga kematian dengan cara yang hina

Gemar - Gemar membaca Alkitab
1 hari 4-5 pasal, sebagai makanan rohani bagi kita, bahan perenungan untuk kita.

Percayalah semua detail dalam Alkitab adalah gambaran yang indah.

Korbah sukarela:
* korban bakaran (minah)
* korban sajian (olah) (bukan daging, bahannya roti, tepung, gandung)
* korban keselamatan / pendamaian (shelem)
Kapan ngasihnya terserah saudara
Asap yang naik warnanya putih, baunya harum

Korban wajib:
* korban penghapus dosa (setiap kali berbuat dosa)
Asap yang naik warnanya hitam, ga reseup

Reseup vs empeut

Dosa adalah makar, pemberontakan terhadap Raja, Tuhan Yesus

Filipi 4:18-20,
"Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditusm suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah. Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin."

Persembahan yang harum, yang berkenan kepada Allah, yang disukai Allah

KORBAN DIRI TUHAN YESUS UNTUK MENYERAHKAN HIDUPNYA UNTUK MANUSIA MENJADI KORBAN YANG HARUM BAGI BAPA DI SURGA

Uang yang anda pakai untuk menabur, di tangan Tuhan menjadi benih 

Ada menabur ada menuai, mujizat

Tanah kita harus diperhatikan

Tugas kita membuat kondisi tanah hati kita menjadi tanah yang subur
Tugas Tuhan memberikan pertumbuhan untuk benih yang kita tabur

Jemaat di Filipi taat untuk mendukung pekerjaan Paulus

Korban yang harum, yang taat dan sukarela

Khotbah Minggu, GBI MOI

"BBM" - Bajak - Bertempur - Mahkota

Kita sudah berada di akhir dari akhir zaman. Apa yang harus kita lakukan untuk mempersiapkan diri kita menyambut pengangkatan? "BBM" 

1. Bajak Hati Kita

Bajak untuk menggemburkan tanah. Ketika tanah sudah selesai dituai, tanah harus dibajak lagi, agar tanah bagian yang bawah yang mengandung banyak unsur hara akan dikeluarkan ke atas, dibolak-balik, agar nanti tanah ini akan menumbuhkan hasil yang baik.

* Waktu Tuhan membajak kita, potensi kita yang selama ini di dalam akan dikeluarkan
* Bajak ini akan membuang hal-hal yang buruk keluar dari hati kita

Respon kita bisa 2,
* Menolak, Tuhan udahlah jangan rubah apa-apa dalam hatiku, jangan sentuh
* Menerima, saya mau ikut apa yang Engkau kerjakan

Mazmur 26:2-3
"Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku. Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu."

Daud rendah hati, ia seringkali tidak memahami hatinya sendiri, waktu Tuhan bajak baru tahu apabila selama ini kita masih ada kesombongan, kemarahan, dsbnya, Tuhan bersihkan.

Lewat baca buku, persoalan, pergumulan hidup, kesalahpahaman, lewat sikap orang lain yang merendahkan / memfitnah saudara, lewat Doa dan Puasa, lewat ini semua tanah hati Saudara sedang dibajak.

Respon seseorang bisa menerima dan mau diubahkan hati oleh Tuhan atau respon marah, sakit hati, undur dari Tuhan

Sebetulnya ada respon yang ketiga, waktu ada bajak, respon natural adalah menolak, tapi kalau kita punya Doa seperti ini, "Tuhan paksakan kehendakMu yang jadi" memang belum tentu enak, tapi kita mau kehendak Tuhan yang jadi.

Charles V. seseorang yang dipakai Tuhan membawa kegerakan Tuhan, ia memiliki gaya hidup apabila ada sesuatu yang ga pas di hatinya, kurang ada gairah untuk Tuhan, ia akan menarik diri dari pelayanannya sesibuk apapun, selama 2-3 hari untuk berdoa puasa hingga Api Tuhan menyala berkobar lagi dalam hatinya.

Ilustrasi : Batu dan busa yang dimasukkan ke dalam air, batu akan basah tapi tidak bisa menyerap air, waktu ditekan batu tidak dapat mengeluarkan air, tapi busa akan menyerap, waktu busa ditekan, ia akan bawa air itu kepada banyak orang. Saat kita ditempat ini memuji menyembah Tuhan, kita menyerap ngga hadirat Tuhan itu didalam hati kita? Lalu membawanya kemana kita berada.

Lawatan di akhir zaman adalah setiap kita menjadi penuai, membawa Hadirat Allah kemanapun kita berada, di rumah-rumah, di jalan-jalan, dimanapun kita.

Biarkan hati Saudara siap membawa lawatan Tuhan kemanapun kita berada.

2. Bertempur dalam Peperangan Rohani (Pedang)

Yoel 3:10
"Tempalah mata bajamu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: "Aku ini pahlawan!"

Yang namanya diubah adalah proses ga enak, waktu besi akan diubah jadi pedang ia akan dipanaskan berulang kali, ditempa dipukul berulang kali.

Pertama hati kita sudah dibajak,
Kedua, pedang adalah Firman Allah yang harus keluar dari mulut kita. Berbicara apa yang kita bicarakan dengan mulut kita. Hati yang baik akan mengeluarkan perkataan yang baik.

TUHAN MAU KITA BERTEMPUR DALAM PEPERANGAN ROHANI MENGGUNAKAN FIRMAN TUHAN.

Kalau kita ga pernah baca Firman, kita ga akan tahu apa yang tertulis. Setelah baca, kita harus belajar memperkatakan Firman Tuhan.

Wahyu 19:12,
"Dan mata-Nya baikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri."

Waktu kita menghadapi kesulitan apa yang kita katakan?

Yoel 3:10
"Tempalah mata bajamu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: "Aku ini pahlawan!"

2 Korintus 8:9
"Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya."

Tuhan Yesus membuat kita berkelimpahan. Katakan pada gunung masalah kita pemenang.

Kita harus katakan kemenangan, Firman Tuhan. Jangan biarkan mulut kita menjatuhkan kita. Tuhan aku percaya engkau menjadikanku Pahlawan, yang Tuhan katakan ya dan amin, Engkau membawaku naik dan tidak turun.

3. Mahkota

Minta mahkota kepada Tuhan:
1. Otoritas, minta dan belajar pergunakan otoritas Tuhan dalam hidup kita
2. Karunia-karunia Rohani, ini udah hari-hari terakhir, gudang di sorga penuh, tapi jarang orang Kristen yang minta, yang rindu untuk mengalaminya dalam hidupnya. Karunia-karunia Rohani dipakai Tuhan untuk membawa orang kepada Tuhan.

Kesimpulan ingat 3 prinsip ini, yang disingkat "ВВМ"
* Bajak 
* Bertempur
* Mahkota

Tuhan Yesus Memberkati.

Khotbah Minggu, GBI Soekarno Hatta